
Beberapa minggu berlalu kini usia kehamilan khanza sudah mencapai 8 bulan dan tidak lama lagi waktu lahiran itu akan tiba, khanza semakin berhati hati dalam menjaga dirinya dan juga bayinya, ia tidak boleh terlalu lelah dan harus makan tepat waktu dan sesering mungkin agar dirinya bertenaga
Begitu juga dengan atthar, ia semakin extra menjaga istrinya dan calon anaknya, terlebih lagi mereka sudah kembali dirumah mereka, mereka kembali karena tidak lama lagi kahnza akan melahirkan
Khanza akan melahirkan dirumahnya, karena ia dijaga oleh ibu dan ayahnya, sementara ummi dan abi, ia sama sekali tidak keberatan karena ummi pun tahu jika seorang wanita setelah melahirkan akan lebih nyaman jika tinggal dengan kedua orang tuanya terlebih lagi yang akan dilahirkan adalah cucu pertama ayah dan ibu
Hari ini khanza dan atthar akan berbelanja keperluan bayi, mereka sangat senang menyambut bua hati mereka, sepanjang jalan atthar terus menggenggam tangan istrinya, jika khanza merasa lelah atthar membawanya ke restoran untuk menikmati makanan dan beristirahat
"Sayang mau makan apa?" Tanya atthar
"Hmm khanza maunya yang ini aja deh, keknya enak" ucap khanza menunjuk salah satu makanan dibuku menu
Atthar mengangguk dan memanggil pelayan, mereka saling berbincang sambil menunggu makanan
"Capek banget ya dek?" Tanya atthar pada istrinya
"Sedikit mas, khanza masih ingin belanja mas seperti ada beberapa yang terlewatkan, gemesh banget mas liat perlengkapan baby" jawab khanza bersemangat
"Sehat sehat ya anak umma, InsyaAllah g lama lagi kita akan bertemu, ya Allah nak, umma g sabar rasanya" sambung khanza tersenyum senang dan suaminya juga turut bahagia melihat istrinya bahagia
"Mas juga g sabar sayang ketemu anak kita, kira kira mirip siapa ya dia?" Atthar bertanya sambil menerawang
"Mirip ayahnya aja deh, ganteng dan sangat soleh" jawab khanza
"Mirip ummanya juga donk, kelembutan dan kebaikan hatinya, cerianya juga harus mirip ummanya, jangan seperti ayah ya nak suka malu" atthar terkikih mengatai dirinya sendiri, ia menggenggam tangan istrinya
"Dulunya malu banget tapi sekarang uda g ya yah, uda genit ayahnya sayang" khanza tersenyum menggoda suaminya
"Genitnya sama umma aja nak g sama yang lain kok" ucap atthar ia mencium tangan istrinya dan mengelus perut khanza
__ADS_1
Khanza tersenyum senang, ia benar benar diratukan oleh suaminya, ia merasa disayangi, dimanja dan dicintai oleh suaminya beserta keluarga atthar
Tak lama kemudian makanan pesenan merekapun telah tiba, mereka mencicipi dengan lahap makan siang mereka, atthar sesekali menyuapi istrinya tanpa diminta, ia juga membersihkan sisa makanan di sudut bibir istrinya dan itu menjadikan beberapa pasang mata yang berada direstoran yang sama melihat iri kepada mereka, sungguh khanza benar benar ditangan yang tepat
"Alhamdulillah khanza uda kenyng mas, enak makanannya" ucap khanza mengusap perutnya, layaknya anak kecil
"Alhamdulillah, mas juga kenyang dan senang melihat kamu makannya lahap banget" ucap atthar
"Abis ini kita mau kemana sayang? Da hilang belum capeknya?" Sambung atthar lembut
"Uda kok mas, khanza uda seger lagi ni mau nyari perlengkapan buat anak kita, gemesh gemesh" khanza kembali bersemangat
Atthar tersenyum riang, ia kembali menggenggam tangan istrinya dan menuntunnya berjalan
Setelah selama hampir 2 jam mereka mengitari pusar perbelanjaan, akhirnya atthar meminta khanza untuk pulang, atthar sudah benar benar tidak mengizinkan istrinya untuk berkeliling lagi
"Sudah sayang, please kita pulang, uda 2 jam loh kita jalan sayang, ntar kamu capek dek, mas g mau kamu capek" ucap atthar memaksa istrinya pulang
"Baiklah satu itu aja ya, abis itu kita pulang oke" pinta atthar dan khanza pun setuju
Mereka kembali berjalan menuju kesebuah toko yang menjual baju baby dan benar saja baju yang ada ditoko tersebut sangat menarik hati khanza dan juga atthar
"MasyaAllah mas gemesh banget ini, gimana donk mas, mau yang mana mas? Yang ini apa yang ini? Atau yang itu?" Khanza benar benar bahagia dengan hanya memilih baju anakna
"Hmmm yang ini bagus dek, tapi ini juga bagus kok, atau ambil dua duanya aja sayang, ntar kepikiran kalau udah dirumah" ucap atthar
Mendengar ucapan atthar, khanza tersenyum lebar ia memilih beberapa baju untuk calon anaknya, betapa bahagianya dia dengan hanya membeli keperluan anaknya
Setelah membeli segala perlengkapan anaknya, merekapun pulang, sesampainya dirumah khanza tidak menyimpan belanjaannya, khanza kembali membukanya dan melihatnya berulang kali, atthar hanya tersenyum melihat kebahagian istrinya, ia hanya menemani istrinya melihat baju bayi mereka
__ADS_1
"Sayang istirahat yuk, biar mas pijitin kakinya biar g pegel dan enakan tidurnya" ajak atthar setelah sekian lama melihat istrinya kembali membongkar belanjaannya
"Hmm baikla sayang, khanza simpen ini dulu ya besok mau dicuci dulu biar bersih dan wangi" ucap khanza sambil menyimpanny kembali
"Besok biar mas yang cuciin ya, adek istirahat saja, cukup hari ini aja capeknya dan besok harus istirahat" ucap atthar
Khanza tidak menanggapinya ucapan suaminya, ia hanya mengangguk dan terus melipat baju baju bayi mereka
Setelah semuanya selesai atthar membawa istrinya masuk kedalam kamar untuk beristirahat
Atthar mengambil minyak yang sedikit panas untuk memijat kaki istrinya, khanza tersenyum melihat suaminya yang begitu peka dan perhatian
"Makasii ya mas uda perhatian dan peduli banget sama khanza" ucap khanza tersenyum
"Kenapa harus berterimakasih? Itu sudah kewajiban mas menjaga istri mas" jawab atthar dan khanza tersenyum senang
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya khanza tertidur, sepertinya ia benar benar lelah, melihat istrinya yang sudah memejamkan matanya attharpun turut memejamkan mata disamping istrinya, ia memeluk istrinya dan mencium perut istrinya serta kening istrinya
Merekapun tertidur pulas, melepaskan lelah yang hampir satu hari ini mereka habiskan untuk berbelanja perlengkapan calon buah hati mereka
.
.
.
...Bersambung yaw...
...jangan lupa follow...
__ADS_1
...like, koment dan hadiahnya...
...terimakasih π«Άπ»...