
Menjelang amal bakti yang akan diadakan ujung minggu ini, aina terus berkunjung kepondok pesantren, bukan hanya untuk bertemu atthar namun ia sedang membantu persiapan untuk amal bakti
Dihari jumat ini, aina datang dengan membawakan beberapa tentengan dan ternyata itu adalah buah buahan dan bermacam macam kue, khanza yang melihatnya segera membantunya begitupun ziyan dan nisa
Aina mengucapkan terimakasih kepada khanza dan yang lainnya, aina pun pamit untuk memanggil para santri dan santriwati untuk menikmati apa yang ia bawakan
Siapapun yang melihat aina berdecak kagum, perempuan cantik berhati dan bertutur kata lembut serta punya semangat yang tinggi dalam membantu sesama, khanza, ziyan dan anisa tak kalah kagum dengan sosok wanita soleha yang satu ini
"Pantas saja, ustad atthar lebih memilih aina dari pada yang lainnya, cantik dan soleha begitu" ucap anisa menelan kecewanya, sambil menyusun kue dan buah buahan dimeja
Khanza sudah memberitahu semuanya tentang calon istri pemimpin pondok pesantren mereka, dan ya anisa harus menelan kepahitan bahwa ustadz yang ia idamkan sudah memiliki tambatan hati
"Sudahlah, ustadz ustadz disini juga masih banyak yang belum menemukan calon ta'arufnya, kamu bisa mengajukan diri pada ustad hasyim" ucap ziyan
"Ooh jadi untuk pengajuan ta'aruf harus melalui ustad hasyim ya?" tanya khanza
"G harus sih, orang tua kita juga bisa kok, ustad hasyim hanya membantu saja bagi siapa yang membutuhkan" jawab ziyan
"Kamu sudah ada?" tanya khanza kepada ziyan
Ziyan tersenyum dan menggeleng
"Rasanya aku belum siap menjadi istri, aku ingin mendapatkan laki laki yang baik dan soleh maka dari itu aku harus mensolehakan diriku dulu" jawaban ziyan membuat khanza tertegun
Sejenak ia mengingat daniel kembali
"Apa karena aku dulu g berhijab jadi daniel tidak bisa mengenali aku jika aku adalah seorang muslim dan setiap aku bepergian dengannya aku juga selalu lupa akan kewajibanku, tutur kataku juga jauh dari asma ALlah, Astagfirullah maafkan hamba Mu ini ya Allah" ucap khanza dalam hati
Khanza tersadar dari lamunannya ketika terdengar suara ustad atthar menyapanya
"Assalamualaikum" ucap atthar kepada khanza
"Wa'alaikumussalam ustadz" jawab khanza, ziyan dan anisa
Ziyan dan anisa tersenyum menyapa ustad atthar, mereka memperhatikan atthar dan khanza
Aina yang berada disana juga memperhatikan khanza dan atthar, ya walaupun jarak antara aina dan atthar cukup jauh naum, aina masih bisa melihatnya, seminggu ini aina sering melihat atthar menyapa khanza ntah apa yang mereka bicarakan
"Apa kamu sudah menyiapkan semua bahan dan anggaran yang akan kamu masak besok?" tanya atthar
"Apa saya bisa melihatnya?" sambung atthar
__ADS_1
"Bisa pak ustadz, sebentar saya ambilkan dulu ustadz" ucap khanza dan ia pun pergi keruangannya untuk mengambil berkasnya
Khanza kembali dan memberikan bukunya, khanza juga menjelaskan beberapa point yang masih belum bisa ia tentukan seperti anggaran anggaran yang tidak ia ketahui
"Baiklah nanti anggarannya kita bicarakan dirumah saja bersama umi, saya juga tidak terlalu mengerti soal bahan bahan dapur dan harganya" ucap atthar
"Baik pak ustadz" ucap khanza dan atthar tersenyum mendengar khanza memanggilnya dengan sebutan 'pak ustadz'
Aina melihat senyum atthar untuk khanza, ada rasa yang berbeda dihati aina, seperti orang yang sedang cemburu, namun dengan cepat aina beristigfar
...****************...
Sore menjelang, aluna dan baim sudah tiba dirumah umi, aluna dan umi sedang memasak untuk makan malam, atthar dan khanza belum berada dirumah karenna mereka masih saja mengurus beberapa keperluan untuk acara besok
"Khanza kemana umi? Kenapa belum pulang?" tanya aluna
"Khanza masih dipesantren mengurus keperluan untuk acara amal bakti dipanti asuhan sebelah" jawab umi
"Ia akan memasak besok, umi juga belum tahu dia akan memasak apa, kelihatannya dia bersemangat sekali untuk besok" sambung umi
"Alhamdulillah umi, khanza betah disini" ucap aluna
"Iya semoga dia betah disini" ucap umi
"Mbak una.......ya Allah mbak kangeeen" khanza menyapa aluna dengan memeluk aluna dari belakang, ia memang sudah menganggap aluna sebagai kakaknya
"Hehehee...mbak juga kangen, gimana disini? Enak? Betah g? Betah donk?" tanya aluna
"Betah donk, kalau g betah, khanza udah pulang, oh iya umi ibu sama ayah titip salam, minggu ini ayah dan ibu belum bisa kesini karena ada tetangga nikahan" ucap khanza dan umi menjawab salam dari kedua orang tua khanza
Khanza dan aluna meninggalkan umi yang masih berada didapur, mereka pamit kekamar, seperti biasa khanza akan menceritakan semuanya kepada aluna dari A sampai Z
"Sombong banget sih g ada nelfonin mbak" ucap aluna ketika mereka sudah dikamar
"Maaf mbak, khanza sedikit sibuk, nelfonin ayah dan ibu aja cuma bisa malam"
"Alhamdulillah mbak aku disibukkan dengan hal yang bermanfaat mbak sehingga aku lupa dengan masalahku, dan besok aku akan lebih sibuk" ucap khanza bersemangat
"Alhamdulillah kalau begitu, daniel sama sekali g ada ngubungin kamu dek?" tanya aluna
"Kan nomernya ganti mbak, ya dia g tau kalau tahu aku yakin pasti dia nelfonin melulu, secara dia g ada liat aku naik buss lagi kan, pasti bertanya tanya aku lagi dimana" jelas khanza
__ADS_1
"eh mbak, aku tadi jumpa mbak aina, cantik banget ya dia mbak, cocok sama mas atthar" sambung khanza merubah topik
"Iya cantik, kamu juga cantik, apa lagi uda hiijaban seperti ini, MasyaAllah mbak aja kalah" puji aluna
"Oh iya mbak, aku ketemu umi dulu ya, mau nanyain harga harga bahan buat besok mau masakin anak panti, mas atthar nungguin soalnya" ucap khanza yang tiba tiba teringat pesan atthar
Khanza dan aluna pun keluar kekamar dan bertemu umi yang kebetulan sedang bersama atthar dan abi serta baim
"Umi khanza mau nanya harga bahan uumi untuk besok, besok subuhan mau belanja" ucap khanza
"Boleh sini coba umi liat" umi melihat apa yang dibawa oleh khanza
"Besok mau belanja sama siapa?" tanya aluna
"Khanza sendiri bisa kok mbak, khanza sudah biasa kepasar" ucap khanza
"Besok sama saya saja dan khalisa" ucap atthar tiba tiba menawarkan bantuan
"Jika khalisa sibuk harus sekolah, mbak mau kok nemenin kalian belanja" ucap aluna tersenyum
"Khalisa g sibuk kok, besok kan sabtu mbak cuma eskul aja kok dipondok" ucap khalisa yang tiba tiba muncul entah dari mana
"Iih ni anak g ada salam g ada apa main saut aja" ucap umi dan khalisa tersenyum menunjukkan gigi putihnya
"Maaf umi, assalamualaikum" ucap khalisa kembali mengucapkan salamnya
Seluruh anggota keluarga abi menjawab salam dari khalisa dan tertawa melihat tingkah anak bungsunya
.
.
.
...Bersambung ...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Terimakasih readers...
...InsyaAllah malam up lagi ya...
__ADS_1
...Jangan lupa baca novelku yang lainnya...
..."Menunggu cinta" dan "Ameera"...