
Hari ini adalah hari pertama khanza bekerja, ia bersiap untuk pagi pertamanya, setelah menyelesaikan sarapannya, melihat khalisa yang berpamitan kepada abi, umi dan juga atthar, khanza pun ingin beramitan, ia akan pergi bersama dengan khalisa
"Umi, abi, mas atthar khalisa kekelas dulu ya, assalamualaikum" ucap khalisa
"Dek tungguin mbak dek" ucap khanza dan khalisa mengangguk
"Abi, umi khanza kekantor dulu ya" ucap khanza menyalami abi dan umi
Khanza sedikit melirik ke arah atthar dan ia juga berpamitan dengan atthar dengan sedikit menganggukkan kepalanya atthar pun demikian
Khanza dan khalisa berjalan bersama, dipertengahan mereka berpisah karena khanza sudah mencapai tujuannya
"Dek mbak duluan ya, kamu hati hati dan selamat belajar" khanza melambaikan tangannya pada khalisa
"Selamat bekerja juga mbak, hati hati loh mas atthar biasanya lebih garang kalau dikantor" ucap khalisa bercanda
"Biarin, g ketemu juga" ucap khanza membalas ledekan khalisa, khalisa hanya tersenyum dan melambaikan tangannya lalu iapun pergi meninggalkan khanza
...****************...
"Assalamualaikum" ucap khanza ketika sampai diruangannya
"Wa'alaikumussalam" jawab ziyan dan anisa serempak
Khanza mendatangi ziyan dan anisa, ia menyalami keduanya
"Salam kenal saya khanza yang baru saja bergabung di pondok ini" ucap khanza lembut, ia menyalami kedua teman barunya secara bergantian
"Salam kenal juga mbak, saya ziyan" ucap ziyan menyambut salam khanza
"G usah manggil mbak begitu, panggil khanza saja, saya lebih nyaman" balas khanza, khanza berpindah ke anisa dan menyalami anisa
"Saya anisa" ucap anisa tersenyum dan khanza membalasnya dengan anggukan dan senyuman
Khanza menceritakan kepada ziyan dan anisa jika ia baru saja bergabung dipondok pesantren ini, khanza meminta kepada kedua teman barunya untuk membimbing dan mengajarkannya
Apa saja yang harus dilakukannya dan bagaimana cara kerja dipondok pesantre, ziyan dan anisa menerima khanza dengan baik, mereka benar akan mengajarkan khanza tentang apa yang harus dikerjakannya
Cukup lama mereka mengobrol, sampai terdengar suara baritone
"Assalamualaikum" ucap atthar, ya attharah yang berdiri didepan pintu ruangan para ustadzah
"Wa'alaikumussaam mas" ucap khanza
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam ustadz" ucap ziyan dan anisa
Mendengar ziyan dan anisa memanggil atthar dengan sebutan ustadz, khanz menutup mulutnya malu
"Maa...aaf ustadz" sambung khanza dan atthar hanya mengangguk dengan senyum tipisnya
"Ustadzah ziyan dan ustadzah anisa, khanza ini menggantikan ustadzah irma yang sudah lama resign, kalian keteteran bukan dengan pekerjaan yang ada, jadi mohon dibantu, ajarkan dia apa yang harus dia kerjakan sesuai dengan tugas ustadzah irma" ucap atthar menerangkan
"Baik ustadz" jawab ustadzah ziyan
"Baiklah, saya hanya menyampaikan itu saja, assalamualaikum" ucap atthar melihat kearah khanza, tatapan mereka bertemu walaupun hanya 2 detik
Atthar meninggalkan ruangan khanza dan ustadzah lainnya, khanza ditatap oleh ziyan dan anisa, khanza merasa serba salah ditatap seperti itu oleh teman barunya
"Ke..kenapa?" tanya khanza gugup
"Yaaahhh..sepertinya kita kecolongan" ucap ustadzah anisa
"Kecolongan?" tanya khanza tidak mengerti
"Hahaa...bukan kecolongan tapi keduluan" ledek ustadzah ziyan
"Maksudnya keduluan apa zi?" tanya khanza yang masih tidak mengerti
"Ini loh khanza, si nisa uda lama banget tu naksir ustadz atthar, tapi g dilirik sama sekali, ustadz atthar malah ngelirik kamu" ucap ziyan berbisik
Khanza mendekati anisa dan duduk dihadapannya, begitu juga ziyan
"Siapa bilang ustadz atthar melirik aku?" ucap khanza
"Itu tadi kamu manggilnya mas, terus sebelum kelar ustadz atthar melirik kamu, aku g kebagian lirikannya" ucap anisa sedikit merengek dan itu tentu saja membuat khanza dan ziyan kembali tertawa
"Ustadzah dipondok juga bisa naksir naksiran ya, tingkahnya lucu lagi, ada ada saja" khanza bermonolog didalam hati sambil tersenyum
Khanza berpikir bahwa orang orang yang tinggal dipesantren akan seperti aluna, lemah lembut dan tidak pecicilan, namun berbeda dengan anisa pikirnya
Padahal tentu saja sifat dan sikap setiap orang berbeda beda, tinggal dan bekerja dipesantren tentu saja tidak serta merta mengubah sifat seseorang, dan setiap orang tidak harus seperti aluna yang lembut dan santun, sifat setiap orang tentu saja bereda namun sikap yang ditunjukkan tentulah berdasarkan tempatnya
"Ustadz atthar itu sudah ta'aruf tau tapi bukan sama aku" ucap khanza
"Serius?" ucap nisa langsung berdiri dari duduknya, anisa memang sedikit pecicilan dari ada ziyan
Khanza tersenyum mengangguk yakin dan ziyan tertawa melihat tingkah nisa
__ADS_1
"Iya, katanya g akan lama ustadz atthar akan menikah" khanza semakin gencar menggoda nisa
Mendengar ucapan khanza, anisa kembali terduduk lemas dimejanya
"Hiks...hiks..hiks....nasib aku kok koyo ngene yaaa" ucap anisa lemas dan pura pura menangis
"Uda lama loh aku nugguin mu ustadz, kok malah ditinggal nikah hiks..hiks..kurang opo e aku ini hiks..hiks" anisa terus mengoceh
Ocehan anisa benar benar mengundang tawa bagi khanza dan ziyan, mereka merasa terhibur dengan tingkah anisa yang kecewa ditinggalkan nikah
"Sama siapa toh? Sama siapa ustadz ku ta'aruf? Kok aku bisa g tau ya?" wajah anisa berubah menjadi bingung dan penuh tanda tanya
Khanza dan ziyan semakin tertawa, anisa sugguh menghibur pagi ini pikir khanza dan ziyan
"Aku juga g tau sih, kata mbak una sih cantik, santun dan hmmm apa ya...oh iya dia suka kerja sosial membantu anak yatim dan istimewanya lagi, dia anaknya ustad dan temannya abi" ucap khanza yang sengaja menggoda anisa
"Tuh kan kamu aja manggil pak kiyai abi, jangan jangan beneran kamu ya yang ta'aruf sama ustadz atthar?" anisa memicingkan matanya dan khanza mengerutkan dahinya
"Kok aku sih? Emangnya boleh ta'aruf satu rumah?" tanya khanza
"MasyaAllah kamu satu rumah sama ustadz atthar?" tanya anisa tekejut
"Ya iyala anisa khanza itu mah adiknya mbak aluna, ya wajar donk, uda ih itu aja diributin, kalau jodoh g kemana, uda lanjut kerja dulu ntar dimarahin loh" ucap ziyan
Anisa kembali melemah, khanza dan ziyan hanya bisa tertawa melihat kekonyolan anisa, mereka kembali ketempat duduk masing masing
Sesuai dengan apa yang diperintahkan atthar, ziyan dan nisa mengajarkan apa saja yang harus dilakukan oleh khanza, khanza akan melanjutkan tugas ustadzah irma yang mengelola segala pelaporan pengeluaran yang dilakukan pondok pesantren
Khanza dengan cepat mengerti, ia akan berusaha bekerja dengan baik, ia tidak ingin mengecewakan keluarga atthar yang sudah membantunya, setelah mengerjakan tugas masing masing, sekarang waktunya istirahat, ziyan dan anisa mengajak khanza untuk makan dikantin pondok
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
...Baca juga novel aku yang lainnya ya...
__ADS_1
..."Menunggu Cinta dan Ameera"...
...Cerita g kalah seru ...