Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
115


__ADS_3

Kehamilan khanza membawa kebahagian dikeluarga ummi dan abi, mereka senang akan menyambut cucu baru yang dekat dengan mereka, umi, abi dan khalisa begitu menjaga khanza dengan tulus dan sepenuh hati sampai sampai atthar bingung harus bagaimana, yang seharusnya menjadi kewajibannya sudah diambil alih oleh umi dan juga khalisa


Begitu juga dengan ayah dan ibu, sejak mereka tahu jika khanza sedang mengandung hampir setiap minggu ayah dan ibu mengunjungi putri mereka satu satunya, ditambah lagi mereka akan menyambut cucu pertama mereka, terkadang ayah dan ibu juga menginap dirumah atthar demi bisa mengurus anaknya


Sementara aluna dan baim serta uwais tidak kalah bersemangatnya dengan umi dan ibu, mereka juga pulang setiap weekend untuk bertemu keluarga serta melihat keadaan khanza


Tidak terasa usia kandungan khanza sudah memasuki usia 7 bulan, acara syukuran pun digelar dikediaman umi dan abi, ibu dan ayah sama sekali tidak keberatan karena mereka juga tau kondisi khanza yang hamil akan mudah lelah jika melakukan perjalanan yang lumayan jauh


Acara syukuran 7 bulanan dilakukan dengan sangat meriah, ramai sekali saudara khanza maupun atthar yang datang ikut mendoakan kesehatan khanza


Khanza tidak diizinkan oleh atthar, ibu dan ummi untuk terlalu banyak membantu didapir, namun khanza yang bosan harus terus beristirahat memilih ikut duduk didapur walaupun hanya sekedar membantu membersihkan piring yang berdebu dengan kain


"Sudahlah nak kamu istirahat saja, ibu takut kamu kelelahan" ucap ibu mencoba menghentikan aktifitas khanza


"Iya nak sebaiknya kamu duduk saja diatas, kalau duduk dibawah ntar susah bangunnya lo nak lagian ntar kakinya bisa bengkak" sambung umi


"Tidak apa apa ibu, umi, khanza sangat bosan sekali hanya berdiam diri, lagi pula kata dokter khanza juga tidak apa apa asalkan kerja yang ringan" jawab khanza


"Baiklah kalau begitu, jika sudah lelah beristirahatlah" ucap ibu, umi tersenyum membelai rambut hijab khanza


Atthar yang sedang mengambil air kedapur untuk pekerja yang sedang memasang tenda melihat istrinya yang duduk dilantai, ia menyapa istrinya dengan sangat lembut


Atthar merupakan suami siaga yang diidam idamkan wanita, sejak khanza hamil ia sangat berusaha menjaga mood istrinya, mencoba menuruti segala keinginan istrinya dan juga membantu istrinya dalam beribadah, ia juga sering mengaji diperut istrinya dan bahkan memijat kakin istrinya sebelum tidur hingga khanza tertidur


"Sayang...." panggil atthar dan khanza menoleh dengan senyuman, ia kenal betul suara suaminya


"Iya mas, mas mau apa?" Khanza mencoba bangun ingin melayani apa yang diinginkan suaminya


Melihat khanza yang berusaha bangun atthar tersenyum duduk bersebelahan dengan istrinya


"Mas cuma mau minum, udah tidak apa apa mas ambil sendiri saja, kenapa duduk dibawah? Kenapa tidak diatas aja?" Tanya atthar lembut


"G sopan donk mas, semuanya duduk dibawah, masak khanza diatas sendiri" ucap khanza pelan

__ADS_1


Orang tua dan beberapa kerabat didapur tersenyum melihat kemesraan sepasang suami istri itu, terutama ibu dan umi mereka saling pandang, mereka tidak menyangka yang dulunya menikah karena keterpaksaan, sekarang malah menimbulakan kecemburuan bagi yang lain dengan kemesraan mereka


"G apa apa donk sayang, ntar kakinya bengkal loh, kan dokter sudah pernah bilang kemaren" ucap atthar membelai hijab istrinya


"G apa apa donk, kan ada mas yang pijitin" khanza tersenyum menggoda suaminya


Atthar pun ikut tersenyum dan mencolek hidung istrinya, mereka seakan lupa jika banyak mata yang memandang mereka dengan senyuman


"Hmmm" khalisa yang usil mulai menggoda mas dan mbaknya dengan dehemannya


"Maaf ya sepasang kekasih ini didapur bukan dikamar" ucap khalisa menggoda diiringi dengan tawanya


Mendengar ucapan khalisa para penghuni yang ada didapur pun ikut tertawa hingga atthar dan khana merasa malu, atthar pun mengambil air dan pergi karena malu


Khanza yang tinggal didapur hanya tersenyum malu sambil menunduk, ia kembali membersihkan piring yang ada dihadapannya


...******************...


Sore menjelang segala persiapan telah selesai, mereka hanya akan menunggu para tamu datang setelah sholat isya nanti malam, umi dan abi juga menunggu anak sulungnya yang sampai sore ini belum juga sampai dirumahnya


"Waalaikumussalam, ucap umi dan abi yang memang menunggu anaknya


Baim, aluna dan uwais menyalami kedua orang tuanya, uwais sangat girang bertemu dengan abi dan umi, walaupun uwais tidak tinggal bersama mereka namun mereka bersyukur cucu pertamanya tetap mengenal mereka


Uwais sangat senang, mendengar kegirangan uwais, atthar, khanza dan khalisa keluar menemui malaikat kecil penghibur hati itu


"MasyaAllah uwais sudah sampai?" Khanza ingin menggendong uwais yang sudah 1btahun lebih itu


Namun aluna tidak mengizinkannya, aluna malah memberikannya kepada khalisa


"Umma tidak boleh menggendong uwais ya, karena diperut umma ada dedek bayi" ucap aluna kepada uwais sekaligus khanza


Khanza hanya tersenyum, lalu ia memeluk aluna dan bersalaman dengan baim, menjelang adzan maghrib mereka sekeluarga berbincang dan berbagi cerita

__ADS_1


...***************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.15 Wib sebentar lagi adzan isya berkumandang dan mereka akan melaksanakan sholat berjamaah walaupun hanya didalam rumah, sementara keluarga khanza yang tinggal dirumah atthar mereka memilih untuk melaksanakan sholat berjamaah dimasjid pesantren


Setelah melakukan sholat berjamaah, mereka pun bersiap untuk menyambut tamu yang akan datang


Tidak tanggung tanggung, sebagai kepala pesantren atthar mengundang seluruh santri dan santriwati pesantren miliknya, ia juga mengundang ustad dan ustadzah yang mengajar serta staff administrasi pesantren, belum lagi kerabat dekat dan keluarga


Acara syukuran 7 bulanan kehamilan istrinya sangat ramai didatangi orang, atthar merasa sangat senang, karena khanza banyak didoakan oleh orang orang yang datang keacara syukuran istrinya, atthar berharap khanza dan calon bayinya selalu sehat hingga waktu lahirnya tiba


Acarapun dimulai, doa doa baik dipanjatkan oleh abi selaku sesepuh dipesantren dan didaerah tersebut, setelah berdoa bersama mereka mulai mencicipi segala hidangan yang disediakan, khanza tidak dibenarkan sama sekali untuk membantu, ia hanya duduk sebagai pengantin dari acara syukurannya


Setelah makan, para taku santriwati menyalami khanza sebagai pengantin dari acara malam ini, karena banyak yang menyalaminya dan kondisi khanza dalam keadaan berdiri, ia mulai merasa lelah, namun ia enggan untuk beristirahat, ia akan tetap menunggu hingga semua tamu selesai


Atthar, abi dan baim sedang sibuk menyalami tamu laki laki yang akan pulang, aluna mengurus uwais yang akan tidur, sementara ibu, umi, khalisa dan yang lainnya sibuk mengurusi dan membereskan sisa makanan, khanza yang sendiri diruang tamu mulai merasa sangat pusing yang tidak tertahankan


Sementara tamu yang masih mengantri untuk bersalaman dengannya masih banyak, ia terlihat sangat pucat dan lemas, beberapa tamu menyadari keadaan khanza yang mulai lemah, para tamu menyapa khanza dan memintanya untuk bersistirahat, namun khanza yang tak bisa lagi untuk berjalan tiba tiba ambruk terjatuh


"Astagfirullah, ya Allah khanza" teriak beberapa tamu


Untung saja ia disambut dan di pegang oleh beberapa tamu yang berada didekatnya, dan tamu yang lain pergi untuk memanggil atthar


.


.


.


...Bersambung......


...tungguin next ya readers...


...jangan lupa like, koment dan follow...

__ADS_1


...jangan lupa vote juga ya tsay...


...makasii dan maaf jika beberapa hari g up 🙏...


__ADS_2