
Sore Harinya. . .
Khanza, aluna dan baim bersiap untuk pulang kembali ke kota karena besok merek akan bekerja, sedangkan atthar akan tinggal sementara dipondok pesantren karena ia akan mengurusi abinya yang masih belum bisa lancar berjalan, ia memperpanjang izin kerjanya dikantor
"Nak khanza ini ada sedikit ole ole untuk ibu dan ayah kamu, titip salam umi ya sama ibu kamu" ucap umi memberikan sesuatu kepada khanza
"Umi g usah repot repot umi" ucap khanza sungkan
"Bawa saja nak khanza, salam juga dari abi untuk ayah kamu, kapan kapan ajakla orang tuamu kesini nak untuk bersilaturahmi" ucap abi
"InsyaAllah abi, nanti khanza sampaikan kepada ayah dan ibu" ucap khanza, ia menyalami tangan abi dengan menggunakan alas tangan dari hijabnya kemudian ia juga menyalami umi, umi memeluk khanza erat dan itu tidak luput dari perhatian atthar
Khanza lanjut menyalami khalisa, khalisa juga memeluk erat khanza
"Mbak khanza kapan kapan main kesini lagi ya, jangan lupain khalisa" ucap khalisa sedikit mewek.
"Iya cantik, doain mbak khanza bisa kesini lagi" balas khanza yang juga memeluk khalisa erat
"Ntar kalau mbak una pulang mbak ajakin mbak khanza deh ya" ucap aluna menenangkan hati khalisa, dan mereka tersenyum
Khanza kembali ingin menyalami atthar namun ia sudah tahu konsepnya, ia hanya mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya sebagai salam kepada atthar
"Makasi mas sudah ajakin khanza naik bukit, ntar pulang kekota hati hati nyetirnya" ucap khanza dan itu membuat seisi rumah tersenyum, mereka senang khanza memperhatikan atthar dengan mengingatkan hati untuk berhati hati
"Iya sama sama, terimakasih sudah membantu umi disini" ucap atthar yang menundukkan pandangannya ia hanya sesekali melihat khanza
"Sama sama mas" balas khanza
Aluna dan baim juga berpamitan kepada keluarga besar mereka, selanjutnya mereka mengucapkan salam sebelum benar benar meninggalkan pondok pesantren mereka
Umi dan abi serta khalisa dan atthar mengantarkan mereka hingga mobil mereka benar benar menghilang dari pandangan
"Umi seneng banget sama khanza nak, anaknya baik sopan dan mau belajar" ucap umi sambil mengusap bahu anaknya atthar
"Khalisa juga senang umi, meskipun mbak khanza dalam kesehariannya tidak berhijab tapi ia mau mengubah dirinya, kemaren kami mengobrol lama tentang hijab" timpal khanza
"Kita doakan saja semoga anak kita dan khanza mendapatkan jodoh yang terbaik, yakinlah keoada Allah SWT jodoh sudah diatur oleh-Nya dan itu yang terbaik bagi umat Nya, jika mereka berjodoh maka khanza akan kembali kesini" ucap abi
Atthar yang mendengar ucapan keluarganya hanya diam mendengarkan, ia tidak berkata apa apa, ia yakin dengan Tuhannya, jika Allah sudah menetapkan jodoh yang terbaik untuknya nanti, ntah kapan itu
__ADS_1
"Mas atthar, kamu itu laki laki nak, sudah berumur 26tahun, kenapa tidak mencari pendamping nak?"
"Nanti atthar akan ketemu dengan ustad hasyim umi, atthar akan mengantarkan CV atthar ke ustad hasyim, biar ustad hasyim yang mencarikan pendamping untuk atthar" jawab atthar menatap mata uminya
"Iya nak itu lebih baik, semoga anak umi yang soleh ini mendapatkan istri yang juga solehah, aamiin"
Rencananya atthar akan bertemu dengan ustad hasyim yang ada dipondok pesantren, ustad hasyim adalah seorang ustad yang dipercaya untuk menta'arufkan seseorang yang ingin menikah
Abi mengangguk setuju, namun khalisa terlihat tidak senang, sejujurnya ia lebih memilih khanza untuk menjadi kakak iparnya, ia sudah terlanjut jatuh hati kepada khanza, namun khalisa juga tidak bisa memaksa kehendaknya karena sesungguhnya manusia hanya bisa berencana dan Allah lah yang Maha Berkehendak
Abi, umi serta atthar dan khalisa kembali masuk kedalam kerumah, mereka melakukan aktivitas mereka seperti biasa, atthar dan umi bersiap membantu abi untuk terapi berjalan, sedangkan khalisa membereskan rumah, menyapu rumah dan menyapu halaman rumah
...*****...
Diperjalanan aluna dan khanza mengobrol tiada hentinya, ia menceritakan obrolan ia dengan daniel, sesaat sebelum pulang khanza menyempatkan diri untuk menghubungi daniel melalui panggilan suara
"*Hai nona, apakah sudah mau pulang?" ucap daniel
"Hai daniel, ia nih tau aja" balas khanza
"Baiklah hati hati, katakan kepada suami mbak una, untuk menyetir dengan perlahan oke, aku tidak mau calon istriku lecet sedikitpun" daniel mulai menggombal
"Oke cantik, hati hati ya... I miss u so much"
"I miss u too" balas khanza* dan daniel mengakhiri panggilan khanza
Khanza menceritakan kepada aluna jika daniel sudah memanggilnya calon istri, ia meminta aluna mendoakan semoga nanti disaat daniel bersedia bertemu ayah dan ibunya semuanya akan lancar dan ia akan segera menikah
"Iya adekku sayang, mbak selalu doakan yang terbaik untuk kamu" jawab aluna tersenyum
"Makasi ya mbak ku" jawab khanza
...*****...
Tak lama kemudian mereka telah sampai di kediaman khanza, khanza mengajak aluna dan baim untuk mampir kerumahnya dan mereka menyetujuinya
"Assalamualaikum ibu, ayah" ucap khanza mengetuk pintu rumahnya
"Waalaikumussalam" sambut ayah membukakan pintunya
__ADS_1
"Eh anak sudah pulang, ada nak aluna juga, mari masuk" ayah mempersilahkan tamunya untuk masuk, khanza mencium tangan ayahnya
"Ibuuu ini ada nak aluna" ayah memanggil istrinya
Khanza berpamitan membuatkan aluna dan baim air minum dan juga menyajikan beberapa makanan ringan yang selalu tersedia dirumahnya
"Eh ada nak aluna" ibu yang baru saja keluar dari kamarnya menyapa aluna, aluna dan baim menyalami ibu khanza
"Ini suami saya buk pak, mas baim" aluna memperkenalkan suaminya kepada ayah dan ibu khanza
"Oooh ini toh suaminya nak aluna, kasep ya pah sama seperti nak atthar, oh ya nak atthar kemana?" tanya ibu, baim tersenyum menanggapi pujian ibu khanza
"Atthar belum pulang buk, ia harus menjaga abi dulu, abi belum bisa berjalan dengan baik" jawab baim
"Umi dan abi titip salam kepada ayah dan ibu, mereka mengundang ibu dan ayah untuk bersilaturahmi kepondok pesantren abi ayah, ini umi juga bawakan ole ole untuk ayah dan ibu" khanza berbicara sambil membawakan air minum untuk para tamunya juga ayah dan ibunya
"Waalaikumussalam, nanti kapan kapan kita main kesana, Insya Allah" jawab ayah
"MasyaAllah terimakasih, repot repot saja nyiapin ole ole, sampaikan salam ibu ya nak baim kepada umi nak baim" ucap ibu lembut
"Mari nak luna dan nak baim, diminum dulu" sambung ibu
"Iya buk terimakasih" jawab baim, ia mengambil gelas yang telah disajikan khanza lalu meminumnya, begitu juga dengan aluna
Mereka mengobrol panjang, ayah menanyakan soal kesehatan abi, dan baim menjelaskannya dengan detail
Tak lama kemudian, aluna dan baim ingin pamit undur diri, sebentar lagi maghrib akan tiba, namun ayah mengahalangi mereka, ayah meminta baim dan aluna beribadah serta makan malam dirumahnya
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment dan follow...
...Jangan bosan ya guys...
__ADS_1
...Semoga menghibur 🥰🙏...