Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
44


__ADS_3

5 hari berlalu. . .


Sudah seminggu ini khanza terus saja memikirkan daniel, ia sangat melupakan daniel, karena daniel terus saja mengikutinya, daniel meminta khanza untuk tidak memperdulikannya, tetapi..... Mana bisa pikir khanza


Seseorang itu bisa melupakan rasa sakitnya jika ia sudah tidak berhubungan dan tidak melihat orang yang ingin dilupakan, tetapi jika setiap hari bertemu tentu saja sangat sulit untuk melupakannya


Khanza ingin sekali bercerita dan berkeluh kesah tentang kisahnya kepada aluna, sahabat sekaligus kakak bagi khanza, dan ia juga ingin meminta saran, apa yang sebaiknya ia lakukan agar ia tidak terlalu dalam lukanya, ia sangat ingin menghubungi aluna namun takut jika aluna sedang sibuk membantu umi merawat abi, sudah 1 minggu aluna cuti dan khanza merasa sangat kesepian dikantornya


...****************...


Malam harinya setelah melaksanakan ibadah sholat isya khanza memberanikan diri untuk menghubungi aluna


"Assalamualaikum mbak una, maaf menganggu"


"Waalaikumussalam dek, g ganggu kok, mbak juga lagi ngobrol aja ni sama abi dan umi dan yang lainnya"


"Gimana kabar abi mbak? Maaf baru menghubungi mbak nanyain abi, aku takut gangguin mbak"


"G apa apa dek, abi sudah 3 hari ini keluar dari rumah sakit dan alhamdulillah sudah semakin membaik hanya saja ya abi g bisa jalan seperti biasanya dulu, pemulihannya bisa lebih lama karena ada tulang yang retak dek"


"Astagfirullah, semoga abi cepat pulih ya mbak, oya mbak kapan pulang? Apa masih cuti?"


"InsyaAllah mbak hari minggu nanti pulang dulu, kerja dulu, g enak mbak dan mas baim libur sudah terlalu lama, ntar setiap weekend kita pulang lagi liat abi"


"Aku kesan besok pagi boleh g mbak? Mau jenguk abi" tiba tiba saja khanza kepikiran ingin kesana


"Beneran? Sama siapa?" tanya aluna kurang yakin


"Sama ayah dan ibu deh besok coba khanza tawarin mau ikut g hehehee...kalau ayah dan ibu sibuknya udah khanza sendiri saja, g terlalu jauh kok cuma 2 sampai 3 jaman aja"


"Baiklah nanti kabari ya jika kamu beneran kesini"


"Baik mbak, siap ya sudah mbak lanjutin ngobrolnya lagi ya, salam abi dan umi ya mbak, Assalamualaikum" ucap khanza


"Waalaikumussalam" jawab aluna

__ADS_1


Setelah selesai menghubungi aluna, khanza segera keluar dari kamarnya untuk membicarakan rencananya tadi kepada ayah dan ibu, ia menemukan kedua orang tuanya di ruangan keluar, ayah dan ibu sedang asik menonton televisi


"Ayah, ibuk.... abi nya mbak aluna jatuh dan kemaren dirawat dirumah sakit dan sekarang sudah dipondok"


"Innalillahi..." jawab ibu spontan


"Iiiih ibu apaan sih, orang abi masih hidup juga"


"Siapa yang doain abi yang bukan bukan, kamu ini, ibu kan cuma bilangin innalillahi, itu tu artinya semua milik.Allah dan itu tu untuk sebutan setiap orang yang kena musibah bukan hanya orang meninggal saja, makanha punya buku dibaca" ucap ibu mengomeli khanza dan khanza hanya tersenyum malu


"Sudah..sudah...jadi bagaimana sekarang kondisi abinya aluna?" tanya ayah


"Sudah dibawa pulang ayah hanya saja g bisa berjalan seperti dulu karena ada tulang yang retak"


"Astagfirullah, jauh dimana nak?" tanya ibu


"G tau sih bu, tadi lupa nanyain, oya yah, buk, besok mau g kita kepondok jegui abi? Khanza g enak bu, keluarga abi dan mbak una baik banget sama khanza" ucap khanza


Ayah dan ibu hanya diam saja, seperti sedang berpikir terkhususnya ayah, ibu hanya menunggu


"Boleh deh nak, kebetulan besok ayah g ada kerjaan apa apa sih, kalau ibu gimana?"


"Alhamdulillah, makasi ayah ibu" khanza berlalu kembali kekamarnya


Khanza merasa senang karena besok ia akan bertemu aluna dan khalisa, selain itu ia juga bisa menghibur dirinya dengan berjalan dipondok yang sangat indah itu


...****************...


Berbeda dengan khanza yang merasa senang karena akan berjalan jalan besok, aluna dan baim juga merasa khawatir, jika mereka pulang dan atthar juga pulang kekota untuk bekerja, bagaimana dengan abi dan umi, siapa yang akan menjaga mereka apa lagi kondisi abi sedang sakit sekarang, aluna dan baim mulai membicarakannya dengan keluarga yang lain


"Umi, lusa nanti baim dan aluna pulang dulu ya umi, waktu cuti kita sudah habis, tapi umi jangan khawatir setiap hari jumat kita akan pulang kesini" ucap baim kepada umi


Abi, umi, khalisa, aluna dan atthar hanya diam saja mendengarkan baim


"Iya nak tidak apa apa" jawab umj

__ADS_1


"Tapi umi bagaimana? Jika baim dan atthar sudah kembali bekerja, umi akan kerepotan sendirian mengurusi abi, sementara baim dan atthar kemungkinan hanya bisa pulang jika akhir pekan saja umi" tanya baim khawatir


"Tidak apa apa nak, InsyaAllah umi dan khalisa bisa kok, ya kan nduk" tanya umi kepada alisa


"Apa baim carikan orang saja umi agar bisa membantu umi? Paling g membantu umi saat membawa abi kerumah sakit untuk terapi" tawar baim


"G usah nak, kalau hanya mengantarkan abi kerumah sakit, InsyaAllah anak anak dan ustad dipondok bersedia membantu, sudah kalian jangan risau abi dan umi" kini giliran abi yang bersuara dan yang lain hanya mendengarkan namun ada tersirat kekhawatiran diwajah baim dan atthar


"Atthar yang akan merawat abi, atthar akan pulang dulu minggu ini untuk mengurus surat pengunduran diri atthar" ucap atthar tiba tiba dan tentu saja itu membuat yang lain terkejut


"Tidak usah sampai seperti itu nak, umi masih bisa merawat abi kamu, kamu kerja saja seperti biasanya" jawab umi


"Tidak apa apa umi, atthar masih sendiri atthar belum ada kewajiban terhadap istri dan atthar juga bisa sambil mengurusi pesantren kita, jika atthar tetap bekerja namun menelantarkan kedua orang tua Allah akan murka umi, rezeki atthar tidak berkah, atthar tidak mau seperti itu"


"Berbeda dengan mas baim, ia sudah mempunyai kewajiban terhadap istrinya, ia juga akan berdosa jika menelantarkan istrinya" sambung atthar


Abi, umi, baim dan yang lainnya tersenyum mendengar penjelasan atthar, mereka sudah bisa bernafas dengan lega


"Maafkan abi jika menyusahkan anak anak abi, kamu sampai harus melepaskan kerjamu untuk mengurusi abi" ucap abi bersedih


Atthar mendatangi abi yang berbaring ditempat tidurnya, ia memegang tangan abinya lalu menciumnya


"Abi bicara apa? Atthar yang harusnya meminta maaf, sebagai anak lebih mementingkan mencari uang dari pada mengurusi abi, jika saja ada yang mengurusi abi dan umi tentu abi tidak akan terbaring seperti ini, maafkan atthar abi lali dalam menjaga abi dan umi" ucap atthar


"Iya abi, maafkan baim juga abi jika baim belum bisa menjaga abi dan umi dengan baik, setiap akhir pekan baim akan bergantian dengan atthar untuk menjaga abi" ucap baim yang juga duduk bersebelahan dengan atthar


Abi dan umi serta aluna dan khalisa tersenyum melihatnya, umi sangat bangga dengan anak anaknya yang paham betul dengan perintah agama terhadap orang tua, begitupun aluna ia sangat bangga bisa menjadi bagian dari keluarga ini


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2