
"Apa boleh khanza dibagian konsumsi mas?" tanya khanza menatap atthar
Mata mereka bertemu namun dengan cepat atthar mengalihkan pandangannya begitu juga khanza, mereka terlihat canggung satu sama lain
"Boleh dan akan saya koordinasi kebagian konsumsi" jawab atthar
"Umi abi atthar masuk kekamar dulu, mau bersih bersih" abi dan umi mengangguk mengiyakan ucapan atthar
Setelah kepergian atthar meninggalkan obrolan mereka, khanza kembali bertanya
"Umi biasanya apa saja yang dilakukan dalam acara amal bakti umi" tanya khanza
"Biasanya akan ada acara untuk menghibur anak anak dipanti, ntah itu bermain game bernyanyi, bershalwat dan macam macam, nak nanti kita juga akan mengajar anak anak belajar serta memasak makanan yang enak untuk anak anak panti" jawab umi
"Iya nak, kita akan memberikan mereka apa yang menjadi hak mereka, makan yang enak, pakaian yang layak dan juga pendidikan walaupun tidak bersekolah setidaknya mereka harus pintar membaca" sambung abi
"Jadi siapa yang mengajari mereka abi?" tanya khanza lagi
"Siapaun yang bersedia nak" jawab abi
Khanza mengangguk kepalanya mengerti, ia sedikit iba dengan anak anak yang ada dipanti
"Kamu beristirahatlah nak, pergila bersih bersih dan beristirahat" ucap umi dan khanza mengangguk
"Khalisa belum pulang umi?" tanya khanza sebelum ia memasuki kamarnya
"Khalisa biasanya akan pulang jam 5 nak, sudah jangan khawatirkan khalisa, pergila beristirahat" ucap umi lagi
"Baikla umi, abi khanza permisi, assalamualaikum" ucap khanza dan ia berlalu ke kamarnya untuk beristirahat
...****************...
Keesokan harinya khanza kembali menjalani aktifiitasnya, sehabis sholat subuh ia membantu umi untuk membuatkan sarapan penghuni rumah, setelahnya ia berpamitan kepada umi dan abi juga atthar untuk melanjutkan pekerjaannya di pondok pesantren
Ditempat kerjanya ziyan dan anisa belum menampakkan dirinya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 wib, sambil menunggu temannya khanza melanjutkan kerjanya
"Assalamualaikum" ucap seseorang
"Walaikumussalam, kok telat banget sih kalian?" jawab khanza tanpa melihat siapa yang ada didepan pintu
"Maaf?" ucap seseorang itu lagi
Mendengar ucapan 'maaf' dari seseorang yang berada didepan pintu khanza berdiri untuk melihatnya dan ternyata ia salah orang
"Maaf mbak, saya pikir teman saya, silahkan masuk mbak, ada yang perlu saya bantu?" ucap khanza menghampiri tamunya
__ADS_1
"Oh tidak apa apa, saya hanya ingin bertemu dengan pemimpin pondok pesantren ini, mas attharnya ada?" tanya seseorang
"Ada mbak, maaf dengan mbak siapa ya?" tanya khanza
"Saya aina" mendengar nama aina khhanza menatap aina lama
Aina merupakan seseorang yang cantik dan lemah lembut, aina seperti mbak aluna pikir khanza, disaat khanza menatap aina, khanza disadarkan dengan ucapan salam dari kedua temannya
"Assalamualaikum" ucap ziyan dan anisa ceria
"Waalaikumussalam" jawab khanza dan aina bersamaan
Ziyan dan anisa pun tersenyum menyapa tamu yang berada diruangan mereka
"Oh mari mbak saya antar keruang ustadz atthar" ucap khanza, aina menganggukkan kepalanya dan mereka pun pergi keruangan atthar
Sesampainya diruangan atthar, khanza mengetuk pintu dan terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan mereka untuk masuk
"Maaf pak ustadz ada mbak aina diluar" ucap khanza yang hanya membuka setengah pintu
Atthar melihat khanza lama dan kemudian meminta khanza untuk menyuruh aina untuk masuk
"Baikla silahkan masuk, tapi kamu tetap disini saja, tidak baik berduaan diruangan" ucap atthar dan khanza mengangguk setuju, ia kembali melihat aina
"Baik terimakasih" ucap aina paada khanza
Aina melihat khanza yang juga ikut masuk
"Silahkan duduk aina, saya meminta khanza untuk menemani kita diruangan ini" ucap atthar dan aina mengangguk
"Sudah menerima brosur dari ustad hasyim?" tanya atthar
"Sudah mas, aina siap untuk bergabung, aina juga sudah menghubungi teman teman aina untuk penggalanggan dana yang akan disumbangkan kepanti nanti dan mereka setuju" ucap aina
"Alhamdulillah, semakin banyak donatur maka semakin banyak yang akan didapatkan oleh panti, jadi mereka bisa berbenah" atthar hanya berbicara menunduk sesekali ia melihat kearah aina dan khanza
Khanza hanya mendengarkan pembicaraan mereka, tak disangka atthar mengenalkan khanza pada aina
"Oh iya aina, kenalkan ini khanza, temannya mbak aluna, ia tinggal bersama umi dan abi sekarang, ia baru saja bergabung dipondok ini dan juga ia akan jadi juru masak di acara bakti sosial nanti" jelas atthar
Khanza tersenyum mendengar penjelasan atthar dan aina menyambut khanza dengan senyumannya yang lembut
Ada kekaguman dihati khanza melihat aina yang menurutnya begitu sempurna seperti mbak una, sudah cantik, lemah lembut dan suka membantu orang, sangat cocok sekali dengan mas atthar pikir khanza
Khanza menjadi pendengar setia dikala atthar dan aina membicarakan tentang acara amal bakti yang akan dilakukan minggu ini
__ADS_1
Setelah dirasa cukup untuk membicarakannya, atthar meminta aina berbicara empat mata namun tidak didalam ruangan, mereka lebih memeilih berbicara ditaman
"Aina, bisakah kita berbicara sebentar ditaman?" tanya atthar
"Boleh mas" jawab aina
"Khanza terimakasih sudah mengantarkan aina, kamu boleh kembali keruanganmu" ucap atthar
"Baik pak ustadz, saya permisi mbak, assalamualikum" ucap khanza
"Waalaikumussalam" ucap atthar dan aina
Khanza pun berlalu pergi kembali keruangannya, ssementara atthar dan aina berada ditaman, atthar ingin meluruskan dan berbicara langsung kepada aina
"Maaf, bukan maksud mas menunda apa yang menjadi kewajiban mas aina, hanya saja mas butuh waktu, mas harus mengurus pesantren dan abi dulu, mas harus membawanya terapi selama 2 kali dalam seminggu" jelas atthar, aina hanya diam mendengarkan
"Mas tidak meminta sampai abi sembuh seperti semula tetapi paling tidak abi bisa berjalan dengan menggunakan tongkat, mas akan usahakan secepatnya untuk menyelesaikan ta'aruf kita, namun jiika ada yang lebih mendahului mas, mas ikhlas, kamu boleh bersamanya" sambung atthar
Aina menhela nafasnya pelan, ia tersenyum
"Aina tidak masalah mas, aina serahkan segalanya kepada Maha Berkehendak, jika kita berjodoh, cepat ataulambat kita akan disatukan dengan cara Allah, namun jika tidak aina berlapang dada menerimanya, seperti yang kita tahu, jodoh maut rezeki semuanya ada ditanggan-Nya" jawaban aina cukup jelas, singkat dan padat
Atthar hanya terdiam mendengar penjelasan aina, ia berpikir appakah ia telah menyakiti hati aina? Apakah ia sudah berdosa? Dan apakah ia mempermainkan hati seorang wanita?
"Maafkan mas jika sikap mas menyakiti aina, jika mas berbuat dosa, Allah akan mengampuni mas, namun jika mas menyakiti hati seseorang mas tidak akan dapat pengampunan dari Allah sebelum seseorang itu memaafkan mas"
"Aina tidak merasa tersakiti mas, aina akan lebih sakit jika mas hanya diam saja tanpa alasan yang jelas, untuk sekarang ini, aina mengerti apa yang mas beratkan" ucap aina tersenyum
"Terimakasih aina, mas harap kamu mengerti dan semoga segalanya dimudahkan nantinya" ucap atthar
Merekapun mengaminkan doa bersama, atthar mengantarkan aina hingga aina benar benar meninggalkan pesantren
Atthar merasa sedikit tenang karena ia sudah bertemu dan menjelaskan langsung kepada aina
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Terimakasih readers...
__ADS_1