Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
132


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu bulan waktu berlalu, selama sebulan ini kedekatan khanza dan sheina semakin dekat, khanza dan atthar menghubungi sheina setiap hari benar benar sudah seperti anak sendiri, tak jarang khanza juga mengirim makanan untuk anak anak panti melalui aplikasi


"Mas...kapan ya kita kembali berkunjung ke panti? Khanza kangen banget sama sheina" ucap khanza


"InsyaAllah mas usahakan segera ya sayang" balas atthar


"Mas kita bujuk sheina ya mas agar tinggal bersama kita, mas tau sendiri kan dokter bilang apa kemaren, jadi kita adopsi sheina aja mas, please mas" khanza memohon kepada suaminya


"Sayang, seperti yang mas katakan dokter bukan menentukan segalanya, sekalipun dokter bilang kamu sulit untuk hamil dan akan banyak resiko yang terjadi jika kamu hamil itu hanya berdasarkan ilmunya, ilmu Allah beda sayang, teruslah berharap pada Allah, tidak ada yang mustahil bagi Allah" atthar berbicara lembut, ia tahu perasaan istrinya


Sejak mereka berkunjung ke dokter minggu lalu, khanza menyerah, benar rahimnya robek dan walaupun demikian khanza masih tetap bisa hamil namun itu akan membuat dirinya sulit, akan ada banyak resiko jika ia hamil nanti


"Jika khanza memang ditakdirkan untuk tidak memiliki zuriat yang bisa khanza jaga khanza ikhlas mas, khanza ridho, bukankah kita harus ridho dan ikhlas dengan apa yang Allah tetapkan?" Tanya khanza


"Benar sayang, kita harus ridho dan ikhlas dengan apa yang Allah beri dan tetapkan, tapi kita tidak boleh berhenti berharap pada Allah, apakah menurut kamu usaha kita sudah maksimal?" Tanya atthar menanggapi istrinya


"Hmm khanza tidak tahu mas, apa kita harus mencobanya lagi?" Tanya khanza


"Dek, tidak ada yang salah jika kita tetap berharap dan berusaha, pernikahan kita baru saja akan menginjak tahun kedua, kenapa harus terus memikirkan soal anak? Bagaimana dengan pernikahan mereka yang bertahun tahun bahkan puluhan tahun yang masih menantikan buah hati" jelas atthar sambil memegang tangan istrinya


"Allah punya rencana dek yang jauh lebih baik dari rencana kita sebagai hambaNya, kita tidak tahu kedepannya akan seperti apa sayang, mas mohon sama kamu, jangan terus memikirkan anak hingga membuat kita lupa dengan yang lain, jika benar kamu ridho dan ikhlas cobalah menjalani hari hari seperti biasa, istri mas dulu tidak begini, dia ceria dan selalu bahagia" sambung atthar lembut


"Jangan pernah sekalipun ragu dengan perhitungan Allah, jika Allah berkehendak semua bisa terjadi, ok umma sayang, please stop membuat diri kamu stres, kita sudah punya anak surga kita abdullah, dan InsyaAllah kita akan punya anak gadis kita sheina" ucap atthar menggoda istrinya dan panggilan umma itu membuat khanza tersenyum lebar, ditambah lagi atthar akan membujuk sheina untuk tinggal bersama mereka

__ADS_1


Atthar benar benar mencintai istrinya, ia berusaha untuk terus membahagiakan istrinya karena itulah yang diajarkan oleh Rasulullah


"Makasi suaminya khanza yang baik hati dan soleh, khanza beruntung sekali punya suami seperti mas" khanza mencium pipi suaminya namun atthar menahannya dengan memeluk pinggang istrinya


Khanza tersipu malu, sudah setahun lebih umur pernikahan mereka, tetapi khanza masih saja malu malu jika sudah berdekatan dengan suaminya dan itula yang paling atthar suka


Mereka hanya tersenyum dan saling menatap, khanza yang pemalu terkadang menunduk tersipu


Atthar kembali mencium istrinya, atthar mencium kening istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang, ia benar benar menyalurkan cintanya dari ciumannya, lalu atthar juga mencium kedua mata istrinya, hidungnya dan ******* bibir manis istrinya


Malam itu menjadi malam yang manis untuk mereka berdua, mereka saling mencintai, saling mengingatkan dalam kebaikan serta saling menjaga dan saling mengerti


...**********...


Keesokan harinya khanza dan atthar bersiap untuk terbang kepanti asuhan, mereka sudah sangat merindukan sheina, mereka sama sekali tidak memberitahu sheina jika mereka akan kesana, mereka ingin memberikan kejutan untuk sheina yang segera akan menjadi anaknya


Ibu asuh terkejut melihat kedatangan dua orang yang berhati malaikat itu, iapun menyambut baik kedatangan khanza dan atthar, khanza dan atthar membawa banyak sekali makanan serta mainan sebagai oleh oleh untuk anak panti, tidak lupa juga oleh oleh untuk ibu asuh dipanti


Mereka sangat senang dan bersemangat menerima apa yang diberi oleh khanza dan atthar, khanza melihat kekiri dan kekanan seolah sedang mencari seseorang yang belum menyapanya


"Sheina sedang keluar" ucap ibu asuh yang paham khanza sedang mencari sheina


"Oh baik bu tidak apa apa" ucap khanza tersenyum

__ADS_1


"Sebenarnya sheina sangat ingin ikut bersama nak khanza dan bak atthar, kemaren ketika nak khanza sudah pulang dan menelfon ia terlihat murung, ia sangat ingin ikut namun ia juga sayang dengan tempat ini walaupun ia baru sebentar tinggal disini" jelas ibu panti


"Iya bu tidak apa apa, semoga kali ini sheina mau khanza ajak pulang bu, entah kenapa khanza benar benar menginginkan sheina bu" khanza tersenyum


"Itu bagus nak, sheina bukan dari bayi tinggal bersama kami, ibu pikir akan sulit baginya untuk tinggal disini, karena dia sudah tahu keluarganya seperti apa dan dimana, namun ibu salah, ia dengan cepat mengerti keadaannya" ucap ibu mengingat beberapa bulan yang lalu disaat sheina dengan sendirinya datang kepanti


"Ia dengan sendirinya datang kepanti ini, ia menceritakan semua yang ia alami, menurut ibu dari semua anak panti yang memang dari bayi dititipkan disini, sheina lah yang paling berat, ia tahu ia punya kedua orang tua namun mereka tidak bertanggung jawab, ia punya satu satunya ahli keluarga dan itupun sudah meninggal, tepat didepan matanya, bukankah itu sangat berat untuk anak usia 7 tahun?" Tanya ibu menunduk, ibu menghela nafas dan kembali bercerita


"Ibu tidak tahu apa ia bahagia disini atau tidak, sheina bukan tipe anak yang senang bercerita, kami disini juga tidak bisa memperhatikannya dengan khusus, tapi selama sheina mengenalmu ia terlihat sedikit berbeda, ia lebih suka tersenyum dan terlihat lebih ceria, ntah itu perasaan ibu saja atau memang benar seperti itu" sambung ibu panti


"Oya nak, maaf ibu mau bertanya, kenapa nak khanza dan nak atthar ingin membawa sheina? Kenapa tidak mengadopsi yang bayi saja?" Ibu bertanya, ia penasaran sudah sejak lama namun enggan untuk bertanya


Khanza dan atthar saling pandang, mereka tersenyum dan atthar serta khanza menceritakan apa yang terjadi pada mereka


"Jadi begitula bu, akan banyak resiko jika saya hamil lagi, kenapa saya tidak mengadopsi bayi mungkin karena kami sudah mempunyai abdullah bu, dan ntah kenapa saya menyukai sheina sejak pertama bertemu" jawab khanza yakin, ibu tersenyum mengangguk, paham dengan apa yang khanza ceritakan


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Terimakasih readers sudah menunggu...


...jangan lupa like, koment, dan vote...


__ADS_2