Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
134


__ADS_3

Kesokan harinya khanza dan atthar membawa sheina kerumah mereka dipesantren, sebelum kepesantren khanza terlebih dahulu membawa sheina kerumah ayah dan ibu serta kerumah aluna dan baim, diperjalanan khanza bercerita tentang keluarganya agar sheina merasa tidak canggung


Setelah sampai dirumah ibu dan ayah, sheina disambut dengan hangat, sebelumnya keluarga khanza dan juga atthar telah mengetahui niat kedua untuk mengadopsi sheina dan mereka semuapun setuju


"Assalamualaikum sheina" ucap ibu yang langsung memeluk sheina, begitupun dengan ayah, sheina menyalami keduanya dengan malu malu


"Wah sheina cantik sekali, sudah makan atau belum?" Tanya ayah


"Sudah" jawab sheina pelan dan malu malu


"Panggil saja kakek, dan ini nenek" ucap ibu khanza dan sheina mengangguk


"Assalamualaikum ayah, ibu" ucap atthar yang menyalami kedua mertuanya, begitupun dengan khanza


"Ayuk sayang masuk, ini rumahnya umma waktu masih gadis sebelum menikah dengan abi" ucap khanza menjelaskan


"Kakek dan nenek hanya tinggal berdua saja umma?" Tanya sheina


Ayah, ibu dan atthar yang berjalan dibelakang mendengarkan obtolan ibu dan anak itu, mereka tersenyum melihat kedekatan sheina dan khanza


"Iya sayang, umma anak satu satunya kakek dan nenek, tapi umma sering kok menjenguk mereka, kenapa? Apa sheina mau menemani kakek dan nenek?" Tanya khanza bercanda


Sheina tersenyum sambil menggeleng pelan


"Padahal nenek senang sekali jika ada cucu nenek yang menemani nenek dan kakek disini" ucap ibu yang juga menggoda sheina


Sheina menoleh kearah nenek, ia hanya tersenyum lalu menunduk, ia masih merasa sedikit canggung


Setiba mereka didalam rumah, ibu dan ayah telah menyiapkan makan siang untuk mereka, mereka bercerita dan sheina sudah mulai bisa membaur sedikit demi sedikit, ia sudah mau bercerita


Malam ini khanza atthar dan sheina pergi kerumah aluna dan baim, khanza akan memperkenalkan sheina kepada iparnya serta ponaannya uwais


"Kita mau kemana umma?" Tanya sheina saat mereka berada didalam mobil, ayah dan ibu ikut serta


"Kita akan kerumah adik uwais, keponakan umma dan abi, uwais itu anak dari abangnya abi" jelas khanza


"Abi ada saudara? Tidak seperti umma yang sendiri?" Tanya sheina lagi


"Iya, saudara abi ada 2, abi, om baim dan tante khalisa, sekarang kita mau kerumah om baim" jelas atthar dan sheina mengangguk


Setibanya dirumah aluna dan baim, sheina juga mendapatkan sambutan yang hangat, sheina tersenyum melihat uwais


Mereka asik mengobrol dan sheina langsung bisa akrab dengan uwais, sheina paham betul bagaimana bermain dengan anak dibawah usianya, ia sudah terbiasa membantu ibu panti untuk menjaga adik adiknya


Aluna dan baim serta yang lainnya tampak senang, sheina bisa langsung akrab dengan uwais, khanza menceritakan semuanya tentang sheina kepada keluarganya, dan itu menambahkan rasa kasih sayang mereka untuk sheina


Tanpa disadari waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 wib, uwais yang sedang asik bermainpun sudah tertidur diatas karpet mainannya, sheina benar benar menjaganya dengan baik


"Umma, adik uwais sudah tidur" ucap sheina mendatangi khanza

__ADS_1


"MasyaAllah benarkah?" Ucap aluna terkejut dan sheina mengangguk bingung


Merekapun beranjak untuk melihat uwais, dan tawapun terdengar


"MasyaAllah pintar sekali anak umma menjaga adik" khanza memeluk sheina


"Hebat ya kaka sheina, terimakasih sudah bermain dengan adik uwais, sampe tidur loh adiknya hahahaa" ucap aluna, ia mengusap pipi sheina


"Sekarang waktunya kita pulang, sheina juga harus beristirahat" ucap abi atthar


Setelah berpamitan merekapun pulang kerumah ibu dan ayah, diperjalanan sheina tertidur dipangkuan ummanya, ia terlihat lelah


Sesampainya dirumah ayah dan ibu, atthar menggendong anaknya untuk dipindahkannya kekamar, malam ini malam pertama kalinya mereka tidur bertiga


"Rasanya senang sekali sayang tidur bertiga seperti ini, ditengah tengah kita ada bidadari surga yang tertidur pulas" ucap khanza


"Iya sayang, mas juga senang, sheina anaknyang baik dan lembut seperti kamu" ucap atthar


Sebelum tidur mereka terus memperhatikan wajah sheina serta bercerita, mereka bersyukur kepada Allah karena dititipkan seorang anak yang soleha walaupun bukan dari rahimnya


...****************...


Keesokan harinya, waktunya mereka untuk pamit, mereka akan pulang kepondok pesantren kerumah mereka, serta bertemu dengan nek umi dan tok abi dan juga tante khalisa


Diperjalanan sheina asik melihat lihat pemandangan yang sangat asri, terkadang sheina tersenyum melihat kearah luar jendela, atthar terus memperhatikannya dibalik kaca mobilnya


"Hmm...apanya yang sama mas?"


"Sama sama suka melihat pemandangan yang asri, kamu inget g waktu pertama kali kamu kesini, kamu suka banget liatin pemandangan sepanjang jalan ini" ucap atthar


"Kok mas tau? Mas merhatiin khanza dari dulu yaaaa?" Khanza menggoda suaminya


"Iya, memangnya kenapa?" Atthar tersenyum balik menggoda istrinya


"Iiih g baik tau merhatiin anak gadis orang hahaa" khanza tertawa begitupun atthar


Sheina yang mendengar pembicaraan kedua orang tuanya ikut tertawa


"Abi, apa benar umma dan sheina punya kesamaan?" Tanya sheina sumringah


"Iya sayang, kalian sama sama suka melihat pemandangan sepanjang jalan ini" jawab atthar


"Waah, sheina sangat senang mendengarnya" sheina merangkul ummanya, ia sangat senang mendengarnya, khanza tertawa melihat kelakuan anaknya, begitu juga atthar


Mereka bertiga semakin akrab, sepanjang jalan mereka bercerita, bercanda dan tertawa hingga tanpa sadar mereka sudah akan tiba dipondok pesantren


Mendengar deruan suara mobil khalisa bergegas memberitahu semua penghuni rumah jika yang mereka tunggu sudah tiba


"Ummi, abi mas atthar sudah tiba, ayo kita sambut ummi" ucap khalisa

__ADS_1


"MasyaAllah benarkah? Ayo ayo abi" ucap ummi mengajak abi, abi pun mengikuti ummi dan khalisa


Mereka menyambut khanza, atthar dan sheina dihalaman rumahnya, rasanya sudah tidak sabar melihat anggota baru dikeluarga mereka


"Assalamualaikum ummi, abi, khalisa" sapa khanza yang sudah turun dari mobilnya, tidak lupa ia menggandeng tangan anak sulungnya


"Mari sayang, kita salaman dulu sama nek ummi dan tok abi" sambung khanza, sementara atthar mengeluarkan barang bawaan mereka


"Waalaikumussalam sayang ummi" jawab ummi menyambut salam dari khanza dan sheina


"MasyaAllah ini sheina ya?" Ucap khalisa dan sheina mengangguk


"Kenalin, tante khalisa, adiknya abi atthar" sambung khalisan memperkenalkan diri, sheina menyambutnya dengan malu


Khalisa berjongkok menyamai tingginya dengan sheina


"Kita akan jadi teman bukan? Jangan malu malu dengan tante, ok" khalisa mengangkat tangannya untuk bertos ria dan lagi sheina menyambutnya dengan tersipu


"Salim dulu sayang sama nek ummi dan tok abi" ucap khanza dan sheina menurut


"Assalamualaikum cucu tok abi, masyAllah cantik sekali" abi membelai kepala sheina dan sheina juga tersipu


Ummi merangkul cucunya dan membawanya berjalan menuju kerumah atthar dan khanza


"Ayo sayang sama nek umi, ini rumah nek umi dan tok abi dan juga tante khalisa, rumah sheina dan umma abi ada disana, yuk kita kesana" ucap ummi pada sheina dan sheina mengikuti ajakan nek ummi


Sesampainya dirumah atthar dan khanza, khalisa membukakan pintu untuk semuanya daaaaan.....surprise.....


"Yeeeeeee..selamat datang ponaan tante yang cantik" ucap khalisa sedikit berteriak


Ia sudah merancang sedemikian rupa menyambut kedatangan keponakan barunya


"MasyaAllah selamat datang cucu nek umi dan tok abi" ucap ummi dan abi


"Dan selamat datang anak umma dan abi, semoga kita selalu dilimpahkan kasih dan sayang" ucap khanza ia memeluk sheina dengan bahagia


Berbeda dengan khanza dan yang lainnya yang bahagia menyambut kedatangan sheina, sheina justru menangis, air matanya mengalir keras sehingga umma abi dan yang lainnya terdiam melihat sheina menangis


.


.


.


...Bersambung...


...jangan lupa like koment dan vote...


...Makasi readerskus ❤️🙏...

__ADS_1


__ADS_2