Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
136


__ADS_3

Sudah hampir tiga bulan sheina tinggal dan menjadi anak dari pasangan khanza dan atthar, ia sudah sangat seperti anak khanza dan atthar, tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka


Begitu juga dengan umi, abi, ayah ibu dan yang lainnya, khanza dan atthar benar benar mendidik sheina seperti anaknya sendiri


"Umma ini foto siapa?apakah ini anak umma?" Tanya sheina memandangi foto abdullah


Khanza tersenyum lembut, ia mendatangi sheina dan berjongkok menyamakan tingginya dan anaknya


"Iya sayang, itu anak umma namanya abdullah" jawab sheina lembut


"Tapi dimana adek abdullah umma, sheina tidak pernah melihatnya"


"Adek abdullah ada disurga sayang, Allah lebih menyayanginya, dan adek abdullah akan membantu kita nanti untuk masuk ke surga bersamanya" khanza mengelus rambut panjang sheina


"Kalau adek abdullah membantu kita, kenapa sheina harus belajar sholat juga umma? Kan ada adek abdullah"


Khanza tersenyum mendengar pertanyaan sheina yang cukup masuk akal


"Adek abdullah hanya membantu keluarganya yang ingin masuk surga, makanya kita harus sholat, mengaji dan berbuat hal baik lainnya, kalau kita tidak sholat dan mengaji bagaimana adek abdullah akan membantu kita, kita saja tidak ingin masuk surga, tidak mengerjakan semua perintah Allah" khanza menjelaskan dengan bahasa yang bisa dimengerti sheina


Sheina mengangguk tanda mengerti, khanza membawa sheina untuk duduk dikursi


"Selain adik abdullah, sheina juga bisa membawa umma dan abi menuju surga Allah, kita akan tinggal disurga Allah bersama sama, apa sheina mau mengajak umma kesurga?" Tanya khanza dan sheina mengangguk


"Mau umma, tapi bagaimana caranya? Apa sheina juga bisa mengajak nenek dan kakek sheina yang sudah meninggal?" Tanya sheina sendu, ia merindukan neneknya


Khanza memeluk sheina, ia paham betul anaknya merindukan neneknya


"Tentu bisa sayang, semua anak yang dilahirkan didunia ini akan bisa membawa keluarganya menuju surga, sheina harus menjadi anak yang soleha, anak yang rajin mendoakan kedua orang tua dan keluarganya" atthar yang baru saja muncul menjawab pertanyaan sheina


Sheina tersenyum sendu, sejenak ia melihat kembali foto abdullah, lalu ia menunduk


"Jika adik abdullah belum meninggal, apa sheina akan tetap bertemu oleh umma dan abi?" Sheina bertanya menunduk


Khanza dan atthar saling pandang, khanza memeluk sheina, attharpun ikut mencium kepala sheina

__ADS_1


"Sayang, setiap manusia didunia ini sudah dituliskan oleh Allah jalan hidupnya, seperti sheina sekarang, jika sheina tidak tinggal dipanti asuhan mungkin kita tidak akan bertemu, dan seperti umma juga, jika umma tidak kehilangan adik abdullah mungkin umma tidak akan kepanti asuhan dan tidak akan bertemu sheina" jelas umma


"Kita berjodoh sayang, Allah mempertemukan kita, Allah menggantikan nenek sheina dengan bertemu abi dan umma, dan Allah juga menggantikan adek abdullah dengan bertemu kamu" lanjut khanza menjelaskan


"Tidak ada yang menginginkan kesedihan sayang, seperti sheina yang bersedih telah ditinggal oleh nenek dan tinggal dipanti, dan umma juga tidak ingin ditinggal pergi oleh anak umma abdullah, tapi sayang...Allah punya rencana dibalik kesedihan kita, seperti sekarang ini, sheina bisa bertemu umma dan abi yang menjadi orang tua baru untuk sheina dan umma dan abi juga bisa bertemu sheina menjadi anak umma" khanza kembali memeluk sheina erat


"Umma dan abi akan tetap menyayangi kamu sampai kapanpun" khanza meneteskan air mata


Sheina mengusap air mata ummanya, ia kembali memeluk khanza


"Maafkan sheina sudah membuat umma menangis" sheina memeluk khanza erat


"Sheina akan membawa umma, abi, nenek, kakek, nek umi, tok abi, kakek rahman dan nenek serta anti khalisa ke surganya Allah, sheina akan terus berdoa agar orang orang yang sheina sayangi bisa masuk surga" celoteh sheina yang kembali mengingat jika ia bisa membawa umma dan abinya kesurga


Khanza dan atthar tertawa, mereka tidak menyangka jika sheina akan berbicara seperti itu


"Aamiin, doa kamu akan didengar Allah sayang" ucap abi mengelus kepala sheina


"Umma, abi, apa umma dan abi akan punya anak lagi?" Pertanyaan sheina sungguh tidak diduga oleh khanza dan atthar mereka saling pandang lalu tersenyum


"Kenapa anak umma hari ini banyak sekali bertanya?" Khanza kembali memeluk sheina gemas


"Apa sheina mau adik?" Tanya abi atthar


"Mau donk, biar sheina ada temannya, pasti seru" sheina berucap girang


"Baiklah obrolan pagi cukup sampai disini oke sayang" ucap atthar menengahi pembicaraan kedua ibu dan anak itu, ia tidak ingin khanza istrinya kembali bersedih mengingat ia dinyatakan oleh dokter akan sulit untuk mempunyai anak


"Apa sudah siap untuk kesekolah hari ini?" Lanjut abi atthar


"Sudah abi, sheina sudah siap untuk kesekolah, apa kita berangkat sekarang abi?" Tanya sheina, khanza hanya tersenyum melihat interaksi kedua orang yang sangat disayanginya


"Ayo kalau begitu" ucap abi


"Eiits sarapan dulu sebelum berangkat kesekolah, umma sudah menyiapkan semuanya untuk dua orang kesayangan umma" ucap khanza sambil memegang tangan keduanya menuju meja makan

__ADS_1


"Jadi kapan sheina akan punya adik abi?" Sheina kembali mengulang pertanyaan soal adik disela makannya


"Kita berdoa saja sayang" jawab abi singkat dan tidak mau lagi membahasnya


"Kaka sehaina harus berdoa dan meminta kepada Allah agar umma dikasi rezeki lagi untuk bisa memberikan sheina adik, menurut dokter umma akan sulit untuk memberikan sheina adik, tapi tidak apa apa karena umma sudah mempunyai sheina dan abdullah" khanza tersenyum menjelaskan kepada anaknya sheina


"Sudahlah sayang jangan dibahas lagi" atthar memegang lembut tangan istrinya, ia menguatkan istrinya dan sedangkan sheina hanya memperhatikan


"Tidak apa apa mas, khanza ikhlas dan ridho, jika memang takdir khanza tidak bisa hamil lagi, khanza menerimanya, itula yang terbaik untuk khanza bagi Allah" khanza tersenyum membalas genggaman suaminya


Setelah selesai menikmati sarapannya, atthar menggandeng tangan anaknya untuk segera pergi kesekolah, sebelum ia pergi kesekolah ia kembali melihat foto abdullah, ia berhenti sejenak, lalu ia melihat abi dan ummanya


"Umma abi, sheina akan selalu berdoa untuk umma dan abi, sheina juga akan meminta kepada Allah untuk memberikan sheina seorang adik, umma jangan sedih lagi ya" sheina tersenyum, ia seolah mengerti apa yang khanza rasakan hanya dengan melihat interaksi sepasang suami istri itu


Khanza tersenyum lembut lalu mencium puncak kepala sheina anaknya, ia sedikit terharu dan hampir meneteskan air matanya


Khanza melihat suami dan anaknya pergi kesekolah, ia merasa beruntung bertemu sheina yang selalu menjadi penyejuk hatinya begitu juga suaminya yang selalu menenangkan dan menyenangkannya


"Ya Allah izinkanla aku untuk menjaga titipanmu ya Allah, izinkan aku menyayangi dan mendidiknya layaknya seperti anakku sendiri, jika aku Engkau takdirkan untuk tidak bisa memiliki anak lagi, aku terima takdirku ya Allah"


.


.


.


...TAMAT...


.


.


.


...Terimakasih sudah terus mengikuti novelku hingga tamat, tapi jangan sedih dulu nanti akan ada beberapa bonus episode dari author...

__ADS_1


...Jangan lupa like koment dan vote...


...dan jangan lupa baca novel author yang lain juga ya..dan dukung aku terjs agar bisa menciptakan cerita cerita menarik yang akan menemani hari kalian πŸ«ΆπŸ»πŸ™...


__ADS_2