Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
41


__ADS_3

Khanza dan daniel berpisah seperti biasa, ia menurunkan khanza dihalte buss yang tidak jauh dari rumah khanza, daniel menungu khanza hingg khanza sampai dirumahnya dan setelahnya barulah ia benar benar meninggalkan khanza


Khanza masuk kerumahnya dengan mengucapkan salam diwajahnya terlihat sekali jika ia lelah, ia hendak menuju kamarnya namun ibu yang melihatnya begitu lelah menyapanya


"Khanza.....kamu kenapa nak? Kamu sakit? Kelihatannya kamu sedang tidak baik baik aja" ucap ibu


Khanza tersenyum tipis pada ibu


"Alhamdulillah khanza sehat bu, khanza g apa apa hanya lelah saja" jawab khanza


"Ya sudah kamu istirahat dulu ya nak, bersih bersih lalu nanti kita sholat jamaah ya" ucap ibu mengusap bahu anaknya


Khanza mengangguk tersenyum, lalu ia memasuki kamarnya untuk beristirahat, khanza berbaring di tempat tidurnya tanpa berganti baju, ia merasa sangat lelah dan pusing, ia melihat ponsel yang diberikan daniel padanya dan ia juga melihat foto fotonya bersama daniel digaleri ponselnya


Sejenak ia tersenyum, namun setelahnya ia mulai menangis, hatinya sungguh sakit, bahkan sangat sakit, kenapa Allah mempertemukannya daniel jika ia harus merasakan sakit seperti ini, jauh dilubuh hati khanza ia kecewa pada penciptanya, kenapa ia dikasi cobaan seberat ini menurutnya, khanza yang baru pertama kali merasakan indahnya jatuh cinta, tidak siap merasakan sakit yang luar biasa seperti yang ia rasakan saat ini


Khanza menangis hingga ia tertidur, ia terbangun lagi saat ibu mengetuk pintu kamarnya, ia melihat jam dinding dikamarnya dan ternyata sudah masuk waktu maghrib, ia menjawab ketukan pintu dari ibunya


"Ya bu, khanza baru bangun bu, ibu sholat duluan aja ya khanza mau mandi dulu" ucap khanza sedikit berteriak


"Baikla nak, jangan lama lama ntar waktunya habis" ucap ibu


"Ya bu" jawab khanza


Khanza mulai membersihkan dirinya, setelah semuanya selesai ia melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim yaitu sholat maghrib, setelah sholat khanza menangis sejadi jadinya, ia menceritakan semuanya kepada sang Penciptanya, ia mencurahkan semua isi hatinya kepada Allah SWT sebagaimana yang dikatakan aluna, tempat terbaik untuk mengadu adalah diatas sajadah yaitu disaat kita sholat


Khanza menangis dan berceritanya kepada Rabbnya hingga waktu sholat isya dan ia melanjutkan sholatnya, setelah ia menyelesaikan sholatnya, ia kembali berbaring, ia menolak ajakan ibu untuk makan malam, ia sangat tidak berselera makan, ia benar benar sedang stress


Khanza memilih untuk menyembunyikan hal ini pada kedua orang tuanya, ia belum mau untuk menceritakannya, ntah apa sebab dan alasannya, malam ini daniel menghubungi ntah sudah berapa kali namun khanza tetap enggan mengangkatnya, ia sedang tidak ingin berbicara pada daniel karena itu akan lebih menyakiti hatinya, mulai sekarang ia akan menjaga jarak pada daniel, ia tidak ingin cintanya pada daniel semakin besar, ia sedih melihat daniel yang juga tampak stress dengan masalah percintaan mereka, namun ia tidak bisa berbuat apa apa


...****************...

__ADS_1


Malam berlalu berganti pagi, sama seperti biasa, khanza kembali menunggu dihalte, ia berharap buss akan lebih dulu berada dihalte dibandingkan daniel sehingga ia bisa menaiki buss bukan bersama daniel


Namun daniel seperti bisa membaca pikiran khanza, ia datang lebih cepat dari biasanya, khanza menghembuskan nafasnya melihat daniel yang datang terlebih dulu, mau tidak mau ia menaiki mobil daniel


"Hai sayang, sudah lama menunggu?" ucap daniel menyambut khanza


"Daniel stop, jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi" jawab khanza


"Memangnya kenapa? Kamu masih kekasihku dan aku mencintaimu, dengar...... Aku men cin tai mu" ucap daniel menekankann ejaannya dan ia mulai menjalankan mobilnya menuju kantor khanza


"Tidak bisakah kita hanya berteman saja? hubungan kita ini hubungan yang sia sia daniel, aku tidak mau terlalu jauh lagi, itu sangat menyakitkan" ucap khanza


"Apa karena itu juga kamu mengacuhkan panggulan dan pesanku?"


? sudah memberikannya padaku tapi maaf aku tidak bisa lagi memakainya, ini membuat aku terus mengingatmu" ucap khanza lembut, ia menahan air matanya agar tidak mengalir, namun daniel melihat genangan air dimata khanza


Daniel melihatnya iba, terlihat dari wajahnya yang begitu lelah seperti sedang menahan beban berat dan ia mencoba untuk kuat


Khanza menggelengkan kepalanya


"Tidak benar daniel, jangan meminta hal seperti itu aku tidak mau" ucap khanza


"Baiklah, maafkan aku...khanza....aku tidak bisa jauh darimu khanza, bolehkah aku tetap menjemput dan mengantarkanmu pulang?" pinta daniel


"Itu sama saja daniel, itu akan sakit buat kita jika kita bertemu setiap hari seperti biasanya, aku tidak ingin kita bertemu lagi, awalnya mungkin terasa berat tapi lama kelamaan akan terbiasa dan kamu cepatla temukan yang baru agar harimu tidak terasa sepi sehingga kita bisa saling melupakan" ucap khanza


"Jika kita begini terus itu sungguh menyiksaku daniel, jadi tolong aku...please" sambung khanza


Daniel menghela nafasnya, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa, benar kata khanza mungkin awalnya akan sangat berat, tapi jauh dilubuk hati daniel ia lebih senang jika bertemu dengan khanza walaupun kisah cintanya akan sia sia, setidaknya ia mengobati rasa rindunya


"Baiklah, aku akan mencobanya tapi ku mohon ponsel yang aku berikan ini biarlah jadi kenang kenangan buatmu, aku tulus memberikanmu" ucap daniel

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa daniel, aku akan selalu mengingatmu, dan itu membuatku sakit" ucap khanza


"Please khanza terimalah itu dariku, jika kamu masih menolaknya, kamu bisa membuangnya ditempat sampah saja, mungkin itu lebih baik" ucap daniel, sontak khanza menoleh kearah daniel


Ucapan daniel benar benar membuatnya tidak enak hati pada daniel


"Baikla untuk yang satu ini aku menerimanya, dan maaf aku tidak bisa membalas pemberianmu ini, terimakasih sudah memberiku ponsel yang sangat berharga ini, aku akan menjaganya, aku juga minta maaf jika aku pernah menyakitimu selama kita berkenalan" ucap khanza


"Apa kita benar benar tidak boleh bertemu sama sekali?" tanya daniel


"Sebaiknya begitu, kita akan bertemu jika kamu atau aku sudah menikah, mungkin itu lebih baik, aku akan mengubur kisah cinta kita dan aku akan berusaha melupakannya, maafkan aku daniel" khanza masih menahan air matanya, ia terus saja melihat keatas sambil mengedipkan matanya


"Jika ingin menangis, menangislah, itu tidak akan membuatmu lemah khanza"


"Tidak daniel, aku tidak ingin menangis lagi, sudah cukup tiga hari ini aku menangis, aku sudah lelah menangis, aku harus kuat" jawab khanza


"Aku juga minta maaf jika aku telah menyembunyikan kebenaran bahwa kita perbeda, percayalah bukan aku sengaja menyembunyikannya, aku hanya bingung, bagaimana caranya memberitahumu dan aku juga takut kamu meninggalkanku jika kamu tahu kita berbeda, dan akhirnya apa yang aku takutkan benar terjadi, mungkin ini sudah takdir kita tidak bisa bersatu" ucap daniel yang sama sekali tidak menoleh kearah khanza


"Aku tahu kamu kecewa, tapi ini bukan inginku, jujur aku juga menginginkan kita bersama, namun takdir tidak berpihak pada kita" jawab khanza


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...


...Terimakasih 🥰😘...

__ADS_1


__ADS_2