
Sore harinya tepatnya pukul 16.00 wib setelah sholat ashar dan setelah melewati hari yang panjang, dan juga obrolan panjang antara ayah abi umi dan ibu, kini tiba saatnya ibu, ayah serta baim dan aluna pamit mengundurkan diri, karena hari ini minggu dan besok adalah waktunya bekerja, mereka tidak bisa menunda kepulangan mereka
Sebelum ayah dan ibu benar benar puang, ibu berulang kali memeluk khanza, ibu seakan hendak menangis karena seumur hidupnya ia tidak pernah berpisah dengan buah hatinya anak semata wayangnya
"Kamu baik baik disini, belajar yang benar, bantu bantu umi dan yang lain ya, jangan lupa untuk ngabarin ibu, jangan merepotkan umi" ucap memeluk anaknya, khanza mengangguk tanpa bicara, ia menahan tangisnya, umi mengelus punggung ibu dan khanza
Ibu beralih memeluk umi, ibu menitipkan khanza kepada umi
"Umi saya titip anak saya, jika ia berbuat salah tolong jangan sungkan marahi saja ia, dan mohon ajarkan ia apa yang tidak ada padanya, ajarkan ia apa yang saya tidak ajarkan padanya, saya ingin ia menjadi anak soleha yang membawa saya kesyurga nantinya umi" ucap ibu semakin terisak
"Iya bu, InsyaAllah anak anak kita akan menjadi penolong kita nanti ya bu, saya akan menjaga khanza seperti saya menjaga khalisa putri saya, ibu jangan khawatir" ucap umi, ibu melepaskan pelukannya, ayah mengelus punggung ibu menenangkan istrinya
Ibu kembali memeluk anaknya, dan kali ini khanza tidak dapat menahan tangisnya, ia menangis tersedu karena menahan sesak didadanya
"Ibu..hiks..hiks...maafin khanza jika sudah sangat terlambat untuk memperbaiki diri..hiks..hiks...khanza berjanji, khanza akan belajar bersungguh sungguh disini, hingga khanza bisa membawa ayah dan ibu kesyurga-Nya Allah..hiks..hiks" ucap khanza dan ibu mengangguk sambil terus memeluk anaknya, ibu tidak berkata kata lagi karena ia terus saja menangis
"Tidak ada kata terlambat nak untuk memperbaiki diri, kamu sudah mengambil langkah yang benar nak khanza" ucap abi
Kini giliran ayah yang akan memeluk anaknya, ayah melepaskan pelukan ibu pada khanza
"Ayah percaya sama kamu nak, kamu akan menjadi soleha disini, doakan ayah dan ibu agar selalu sehat dan kami akan berkunjung setiap weekend untuk melihat kamu" ayah tidak meneteskan air matanya, ia berusaha dengan kuat
"Iya ayah, khanza akan membuat ayah bangga, maafkan khanza yang selama ini sudah membuat ayah begitu berdosa karena tidak menutup aurat khanza, kata mas atthar seorang anak jika tidak menutup auratnya akan menyeret ayahnya ke api neraka hiks..hiks..." ucap khanza terbata
Atthar tersenyum tipis mendengar cerita khanza, begitu juga aluna abi dan umi, atthar tidak menyangka jika khanza mengingat apa yang ia bicarakan beberapa bulan yang lalu
"Ya sudah nak, yang berlalu biarlah berlalu, yang penting sekarang anak ayah sudah ingin bertaubat, Alhamdulullah, ayah dan ibu akan selalu berdoa untuk kelancaran belajar kamu disini" ucap ayah menenangkan khanza
"Sudah jangan menangis, malu sama khalisa dan atthar" ledek ayah
__ADS_1
"Hiks..hiks..ibu yang membuat khanza menangis" jawab khanza menghapus air matanya
Keluarga atthar kembali tersenyum mendengar ucapan khanza, ternyata sisi lain khanza terlihat, ia juga merupakan gadis yang cengeng jika berpisah dengan kedua orang tuanya, padahal jarak rumah dan pesantren hanua beberapa jam saja
Ayah dan ibu juga pamit kepada yang lainnya, begitu pun aluna dan baim, aluna berpamitan kepada khanza, ia juga memberikan beberapa wejangan untuk khanza
"Kamu baik baik disini ya, mbak doakan semoga kamu betah disini dan dimudahkan dalam belajar, serta mendapatkan jodoh" ucap.aluna berbisik diakhir ucapannya
"Iiih mbak una" ucap khanza tersenyum
"Makasi ya mbak, mas baim, hati hati pulangnya sampai ketemu pekan depan" sambung khanza
Setelah semuanya berpamitan ayah dan ibu serta aluna dan baim mulai meninggalkan pesantren, mereka saling melambaikan tangannya, setelah mobil ayay dan baim tidak lagi terlihat, umi abi atthar khanza dan khalisa kembali memasuki rumah
"Jangan sungkan sungkan disini nak khanza, anggap saja seperti rumah sendiri" ucap umi sambil jalan memasuki rumahnya
"Sama sama nak, abi senang mendengar kamu ingin belajar disini, atthar dan ustad ustadzah lain akan membimbing kamu, begitu juga dengan abi dan umi, jadi jangan sungkan sungkan disini" ucap abi yang didorong oleh atthar dengan kursi rodanya
Khanza tersenyum mendengar ucapan abi, khanza sedikit melirik kearah atthar yanh hanya diam sedari tadi tanpa sepatah katapun, ya atthar memang pendiam pikir khanza
...****************...
Maghrib menjelang, khanza bersiap siap untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib dimasjid, mulai hari ini khanza akan melakukan segala aktifitasnya dipondok pesantren ini, ia akan bersungguh sungguh untuk belajar, ia tidak kan menyia nyiakan kesempatan yang Allah kasi untuknya, ketemu keluarga baik dan orang orang baik
"Khalisa, kita akan ke masjid bukan?" tanya khanza kepada khalisa, ia melihat khalisa masih sibuk menulis, mungkin khalisa mengerjakan tugasnya disekolah
"Iya kak, jika disini karena masjid kita dekat, jadi diusahakan sholat 5 waktu dimasjid" jawab khalisa melihat khanza, dan khanza mengangguk
"Trus besok paginya kita bangun jam berapa? Biasanya ngapain aja dek?" khanza masih terus bertanya
__ADS_1
"Sebentar ya mbak, khalisa menulis bentar, tinggal dikit, takut lupa" jawab khalisa, khanza mengangguk menunggu khalisa sambil bersiap
Setelah khalisa menyiapkan tugasnya, ia duduk disamping khanza, ia menjelaskan apa saja yang biasanya dilakukan oleh keluarga khalisa
"Biasanya mbak banghn tidur pukul 3 subuh, kita tahajud dulu, trus menunggu subuu, boleh ngaji ataupun berdzikir yang penting tidak tidur, setelah masuk waktu subuh kita sholat berjamah dimasjid mbak, terus membaca Alquran bagi yang ingin membaca, abis itu baru deh kedapur bikinin sarapan lalu sarapan bersama, dan khalisa bersiap untuk ke sekolah" jelas khalisa panjang lebar, khanza mendengarnya dengan seksama sambil menganggukkan kepalanya
"Oh iya dek jam kerjanya pukul berapa ya dek? Apa pukul 07.00 pagi sama seperti sekolah sekolah lainnya?" tanya khanza lagi
"Jam 07.00 an sih mbak biasanya, soalny mas atthar dan abi perginya sama sama khalisa mbak, biasanya disekolah kalau besok itu upacara seperti biasa mbak" khalisa kembali menjelaskannya kepada khanza
"Bajunya bebas ya dek? Yang penting muslimah?" tanya khanza lagi, ia sangat takut jika ia salah dalam bersikap
"Iya mbak ku, bajunya bebas aja asalkan muslim, hehehee...g usah gugup gitu mbak, g akan ada yang marahain lo mbak kalau mbak salah" ucap khalisa
"Hehehee kamu tau aja ya dek, deg degan mbak takut salah, besokkan hari pertama mbak kerja" ucap khanza dan khalisa tertawa terkekeh
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...
...Udah dikasi double up ya readers...
...Thank you 🥰🙏...
__ADS_1