
Khanza mengikuti segala kegiatan malam ini di pondok pesantren, mulai dari sholat berjamaah, mengaji menunggu waktu isya, setelah sholat isya, khanza juga mendengarkan tausiah dari ustad ustad di pesantren termasuk atthar
Umi abi dan khalisa , tidak menunggu tausiah yang dibawakan oleh ustad di pesantren, mereka telah pulang terlebih dulu dikarenakan abi harus meminum obatnya tepat waktu
Setelah tausiah selesai khanza pulang sendirian ke rumah umi, ia berjalan pelan sambil menikmati suasana malam pertamanya di pondok pesantren, tengah asik menikmati udara malam tiba tiba adanya yang menegurnya
"Ehem...." ucap seseorang dan khanza yang terkejut menoleh cepat kearah suara
Meskipun di pesantren namun suasana malam menuju ke rumah abi lumayan sepi karena berbeda dengan jalan menuju ke pondok, asrama pondok dan perumahan ustad dan ustadzah berada di sebelah kanan masjid, sementara rumah abi berada di sebelah kiri masjid yang jaraknya lumayan jauh, namun masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, rumah abi tidak jauh dari gerbang utama pesantren
"Mas atthar? bikin kaget saja" ucap khanza
"Berbalikla, dan jalanlah" ucap atthar,
Mereka hanya berdua saja, agar tidak timbul fitnah, atthar meminta khanza untuk berjalan didepannya dan khanza menurut
"Kenapa pulang sendirian?" tanya atthar
Mendengar atthar bertanya, langkah khanza terhenti dan ia berbalik melihat atthar, demikianpun dengan atthar, melihat khanza berbalik dan menghentikan langkahnya, langkah atthar pun terhenti
"Berbaliklah, dan berjalanlah" ucap atthar kembali, atthar tersenyum setelah khanza berbalik dan kali ini khanza mengerti
"Khanza ingin mendengar tausiah dari ustad dan ustadzah mas, apa disini melakukan tausiah setiap malam?" jawab khanza sambil terus berjalan dan tanpa berbalik
"Tidak juga, hanya seminggu 3x saja, kenapa tidak pulang bersama umi dan makan malam?" tanya atthar lagi
"Nanti saja mas, khanza masih kejang, apa mas atthar tidak makan malam?" tanya khanza
"Nanti saja, mas juga masih kenyang" jawab atthar
"Mas atthar makasi ya udah bantu dan menerima khanza disini" ucap khanza berterimakasih secara khusu
"Iya sama sama, semoga kamu betah disini, semoga ilmunya berkah dan kamu tidak cepat menyerah" atthar memberi semangat kepada khanza
"InsyaAllah mas" jawab khanza
Mereka kembali melanjutkan perjalanan, mereka hanya berdiam saja, lama atthar berdiam dan khanza merasa takut sendiri
"Mas" panggil khanza
"Iya ada apa?" jawab khanza
"G apa apa mas, kirain mas g ada dibelakang lagi" ucap khanza
__ADS_1
"Kenapa memangnya? takut?" ledek atthar
"Hmm..g sih, g takut mas, hanya saja disini sedikit gelap" atthar kembali tersenyum mendengar ucapan khanza
"Jika takut jalannya sambil berdzikir, sudah baca ayat kursi belum?" tanya atthar
"mmmmm...masih belum terlalu hafal mas" ucap khanza pelan, ia malu mengakuinya
Mendengar jawaban khanza, atthar memejamkan mata namun ia tersenyum simpul
"Dibaca aja sesering mungkin, nanti lama lama bisa hafal" ucap atthar
"Baik mas, terimakasih"
Mereka melanjutkan perjalanan mereka yang tidak terasa sebentar lagi akan tiba dirumah
"Assalamualaikum" ucap khanza mendorong pintu rumah abi yang memang sudah terbuka sedikit
"Waalaikumussalam" jawab abi
Dan tak lama kemudian atthar pun mengucapkan salam dan masuk kerumah
"Assalamualaikum" ucap atthar dan salam atthar disambut oleh khanza dan abi
Atthar mengangguk menyetujui umi, ia masuk kekamarnya untuk berganti baju sebentar, begitupun khanza, ia kekamarnya untuk mengganti mukenanya dengan hijabnya
Setelah selesai khanza kembali keluar menemui umi
"Umi maaf khanza g bantuin umi nyiapin makan malam, khanza tadi mendengarkan tausiah umi" ucap khanza tidak enak hati, seharusnya ia membantu umi dalam pekerjaan rumah
"Iiih tidak apa apa atuh, kamu ya memang seharusnya mendengar tausiah, kamu kesini untuk belajar bukan bantuin umi" jawab umi sambil menggiring khanza ke meja makan
Umi memanggil atthar putranya, umi juga meminta attar untuk duduk dan makan dimeja makan, atthar datang dengan sesuatu di tangannya, ia membawa sebuah buku yang tidak terlalu besar
Ia meletakkan buku kecil yang ia bawa disamping khanza, umi hanya memperhatikan anaknya
"Bacalah" ucap atthar singkat lalu ia memulai makan malamnya
Khanza dan umi melihat buku yang attar bawa, dikarenakan khanza tidak begitu menghafal ayat kursi, attar berinisiatif memberikan bukunya yang berjudul "Majmu' Syarif dan terjemahannya"
"Baik mas, terimakasih" ucap khanza sedikit sungkan
"Buku itu buku pertamanya atthar, buku pertama yang ia beli dari hasil jualannya, benerkan nak?" tanya umi
__ADS_1
Atthar menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan umi
"Kemana mana ia selalu membawanya, membacanya terus menerus hingga ia menghafalkan isi buku itu" lanjut umi
Khanza hanya mengangguk merespon ucapan umi, ia masih menikmati makanannya, atthar berdiri dan menuju kedapur ia meletakkan piringnya setelahnya ia kembali duduk dimeja makan
"Buku itu akan lebih berguna jika ditangan khanza umi, dari pada dilemari buku atthar" jawab atthar
"Terimakasih mas" jawab khanza
"Baikla, umi atthar kedepan ya bersama abi" pamit atthar dan atthar melihat kearah khanza sebentar lalu ia sedikit menganggukan kepalanya sebagai tanda jika ia izin pamit
Khanza sudah menyelesaikan makan malamnya, ia pamit kepada umi untuk ke dapur dan ia mencuci sisa piringnya dan atthar
Setelah selesai khanza bergabung bersama abi, umi, dan atthar dengan membawa buku yang atthar berikan padanya, ia duduk ikut berbincang bersama abi dan umi
"Bagaimana nak khanza untuk hari pertama kamu disini?" tanya abi
"Alhamdulillah khanza senang abi" jawab khanza
"Alhamdulillah, umi jadi nambah anak soleha satu lagi, umi doakan kamu betah dan ilmunya berkah, jika ada kegiatan dimasjid kamu boleh ikut tanpa harus memikirkan umi" ucap umi
"Seperti tadi, umi senang kamu dengerin tausiah dari ustad dipesantren ini, jadi tidak perlu merasa bersalah jika kamu tidak membantu umi, kamu kesini untuk belajar bukan untuk membantu umi" sambung umi
Khanza tersenyum dan merangkul umi, ia sudh akrab sekali dengan umi, itu karena umi memperlakukannya seperti anak sendiri sehingga tidak ada jarak antara umi dan khanza
"Terimakasih umi, Alhamdulilah khanza sangat beruntung dikelilingi orang orang baik seperti keluarga umi" ucap khanza
"Alhamdulillah" ucap umi
Setelah khanza rasa cukup berbicang dengan umi, abi dan atthar, ia ingin kekamarnya untuk menghubungi ayah dan ibunya, umi serta abi menitipkan salam mereka kepada ayah dan ibu khanza
Lama khanza berbicara kepada ibu dan ayah, ia menceritakan semua yang ia alami hari ini, ibu dan ayah sangat senang mendengar cerita anaknya karena khanza bercerita dengan rasa senang tanpa keluhan, ibu dan ayah mendoakan khanza anaknya dengan doa yang baik agar ilmu yang khanza dapatkan bisa bermanfaat untuk dirinya
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...
__ADS_1
...Terimakasih readers 🥰🙏...