
Aluna mendengarkan cerita khanza dengan tersenyum, ia paham betul apa yang dirasakan khanza saat ini, anak muda yang tidak pernah jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta semua akan diceritakannya tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun, ia sangat memuji muji daniel
"Cintanya g bertepuk sebelah donk ya" ledek aluna
"Hahahaa...semoga saja g mbak"
"Jangan pacaran lama lama dek, g baik"
"Iya sih mbak, ayah juga g ngebolehin, ayah bilangnya kalau sudah ada calon bawa kerumah terus ya nikah"
"Ya bagus donk, tenang aja kalau jodoh g kemana dek, jalani aja ngikutin arus yang penting jaga diri inget aturan dalam berteman"
"Siap mbak ku, makasi ya mbak" khanza memegang tangan aluna sebagai tanda terimakasihnya
Waktu begitu cepat berlalu, seminggu ini setiap hari khanza pergi bekerja bersama daniel, daniel selalu menjemput dan mengantarkannya dihalte buss, mereka semakin akrab, terkadang sebelum pulang kerumah mereka pergi untuk makan malam, tak jarang khanza telat pulang kerumah
Seperti sore ini khanza sedang bersiap untuk pulang, aluna menunggunya seperti biasa, mereka akan keluar ruangan bersama sambil mengobrol
"Besok jadi ikutan dek?" tanya aluna
"Kemana mbak?" khanza balik bertanya
"Looh katanya mau ikutan mbak ke pesantren sama atthar"
"Oh iya ya mbak, kok aku lupa ya heheee..jadi donk mbak" jawab khanza sambil menggandeng tangan aluna, mereka berjalan beriringan keluar dari kantor
"Besok mbak jemput ya sama atthar, ntar kirimin mbak alamatnya ok"
"Siap mbak una"
"Kamu naik apaan? Atau mbak anterin aja? Biar besok bisa tau rumah kamu yang mana" khanza diam sejenak, ia seperti sedang berpikir, ia mengeluarkan ponselnya
"Bentar ya mbak" ia mengotak atik ponselnya, ternyata ia mengirim pesan kepada daniel agar tidak usah menjemputnua karena ia akan pulang bersama aluna teman kantornya dan tak lama kemudian daniel membalas pesan khanza, daniel menyetujuinya
"Oke mbak rebes, aku bisa pulang sama mbak, eh tapi mas atthar g apa apa mbak nganterin aku? Jauh lo mbak, dari kantor aja sejaman, g searah lagi sama rumah mbak dan mas atthar"
"G apa apa kok, atthar orangnya baik" mereka duduk dilobby sambil berbincang
"Besok pakaian muslim ya dek, harus pake hijab, kalau ada mbak pinjemin besok, oya kita nginap g apa apa kan? Minggu kita pulang sama mas baim dan atthar" sambung aluna
"Aku sih ok aja mbak, tapi mbak izin sama ayah dan ibu ya"
__ADS_1
"Kalau itu mah pasti atuh, g mungkin mbak bawa anak gadis secantik ini g izin sama orang tuanya" aluna selalu berkata lembut, tatapannya juga sangat lembut
Tak lama mereka menunggu, terlihat mobil atthar memasuki gerbang kantor mereka, aluna mengenali mobil adik iparnya itu, ia pun mengajak khanza untuk menemui atthar
"Assalamualaikum mbak" sapa atthar membuka kaca jendela mobil penumpang
"Waalaikumussalam atthar, oya kita anterin khanza boleh ya?" tanya aluna
"Boleh mbak" jawab atthar
Aluna pun mengajak khanza untuk masuk ke mobil, mendengar atthar dan aluna berbalas salam, khanza juga berinisiatif untuk mengucapkan salam kepada atthar ketika ia hendak masuk dimobil
"Assalamualaikum" ucap khanza
Atthar menoleh sebentar lalu ia membalas salam dari khanza "Waalaikumussalam, silahkan"
Aluna yang mendengarnya tersenyum, ia menahan tawanya, menurutnya sikap khanza sangat imut dan lucu
Atthar pun menjalankan mobilnya, diperjalanan atthar cenderung diam, yang memenuhi mobil ialah suara aluna dan khanza yang sedang mengobrol
"Dek besok pagi kita jemput khanza dulu ya" ucap mbak una kepada adik iparnya
"Baik mbak" jawab atthar
"Iya dek besok pagi pagi kita sudah berangkat jam setengah enam" jawab mbak una
"Ooh kalau gitu mbak nanti aja turun aja sekalian pamit sama ayah dan ibu, biar besok kita langsung berangkat"
"Ooh boleh dek kalau begitu"
"Mas atthar g apa apa kalau mampir kerumah aku dulu?" khanza memberanikan diri untuk bertanya, sesungguh ia benar benar tidak enak hati dengan atthar karena sudah merepotkannya, mendengar khanza bertanya, aluna langsung melirik atthar
"Iya tidak masalah" jawab atthar dengan sedikit mengulas senyumnya, sayang sekali khanza tidak melihatnya
"Baiklah" jawab khanza
Setelah sampai dirumah khanza, khanza mengajak aluna dan atthar untuk masuk kedalam rumahnya, merekapun mengikuti khanza
"Assalamualaikum, ayah ibuuuuk" khanza mengucapkan salam
"Waalaikumussalam, uda pulang anak ibu, tumben cepat" ibu menjawab salam dari anaknya, ia pergi menuju pintu untuk menyambut anaknya
__ADS_1
"Ibu ini ada teman khanza" khanza mempersilahkan aluna dan atthar masuk dan duduk diruang tamu dirumahnya
"Ooh ada tamu, mari mari nak silahkan duduk, sebentar ibu pake hijab dulu" ibu tersenyum ramah menyambut tamu yang dibawa khanza, ia pergi kekamarnya untuk mengambil hijabnya, tak lama kemudian ibu keluar bersama ayah
"Assalamualaikum pak, bu" aluna dan atthar mengucapkan salam hampir berbarengan, mereka menyalami ibu dan ayah khanza, khanza melihat atthar menyalami tangan ibunya
"Waalaikumussalam" jawab ayah, ayah juga menyambut tamunya dengan ramah, khanza menyiapkan beberapa cemilan dan juga air teh untuk tamunya
"Maaf pak mengganggu waktu istirahatnya" ucap aluna
"Ooh tidak apa apa, sore sudah lewat waktu istirahatnya, hehehee" jawab bapak bercanda
Sedang asik mengobrol tak lama khanza datang membawakan beberapa cemilan, iapun ikut duduk bersebelahan dengan ibu
"Diminum mbak una, mas atthar" ucap khanza
"Jadi begini pak, kedatangan kami ini ada maksud tertentu" aluna memulai percakapan intinya
"Iya kenapa? apa khanza ada masalah?" jawab ayah panik
"Ooh bukan bapak, hehee" aluna terkekeh
"Kita mau membawa khanza kepesantren abi saya pak, abis saya sedang sakit" mata aluna melebar mendengar atthar adik iparnya yang meminta izin, khanza juga tidak kalah kaget dengan aluna
"Iya bapak, abi sedang sakit, saya mengajak khanza untuk menemani saya, agar saya tidak hanya berdua saja dengan adik ipar saya ini" aluna menambahkan penjelasan detailnya, ayah dan ibu mengangguk mengerti
"Suami anak kemana?" tanya ibu lembut
"Suami saya sudah pulang duluan bu, atthar adiknya punya kesibukan yang g bisa ditinggal begitu pun dengan saya, jadi kita pergi jengukin abi minggu ini bu, tapi maaf bu, kalau ibu dan bapak izinkan saya akan membawa khanza untuk menginap, besok pagi pagi sekali kami sudah berangkat dan minggu sore InsyaAllah kami akan pulang bu" jelas aluna
"Ibu mah setuju aja ya pak ya, kalau bisa ni anak nginep dipesantren aja, biar dia bisa seperti anak pake hijab dan sholatnya tertib" ibu melihat kearah khanza
"Ibuuuuukk" khanza manyun kepada ibunya
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa follow, like, koment dan vote...
__ADS_1
...Makasih readers 🥰💐...