Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
54


__ADS_3

Menjelang tidurnya khanza masih teringat akan daniel, yang biasanya daniel akan menghubunginya hingga larut malam, ia masih mengingat daniel, ia menoleh kearah khalisa yang sudah tidur sedari tadi, khanza melihat jam diponsel barunya waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 wib dan khanza masih belum bisa memejamkan matanya


"Kenapa aku tidak bisa memejamkan mataku? Aku meridukanmu daniel, biasanya kau akan menemaniku hingga aku tertidur" ucap khanza bermonolog


Khanza duduk dipinggiran tempat tidurnya, ia menghela nafasnya


"Sabar khanza, pelan pelan kamu akan melupakannya"


Khanza mencoba melihat lihat seputar kamar, ia mencari apa yang bisa membuatnya tidur dan matanya tertuju kepada buku yang atthar berikan padanya


"Lebih baik aku membacanya saja" khanza beranjak dari duduknya menuju buku diatas meja belajar khalisa


Ia kembali ke tempat tidurnya dan bersandar sambil membuka kitab yang ada ditangannya, ia mulai membaca dari ayat kursi yang tidak begitu diingatnya


Lama ia membaca buku yang diberikan oleh atthar, hingga ia merasa sangat mengantuk dan ia pun menyudahi bacaannya


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 wib, khalisa yang sudah bangun dan mandi, bersiap untuk sholat, ia melihat kearah khanza yang masih tertidur, ia mencoba membangunkan khanza


"Mbak...mbak khanza...bangun mbak kita tahajud yuk" ucap khalisa


Namun khanza belum juga terbangun, sudah yang ketiga kali khalisa membangunkan khanza, tapi tidak berhasil, mungkin karena khanza tidur terlalu larut sehingga ia susah untuk dibangunkan


"Mbak khanza...." ucap khalisa berulang, namun masih juga belum terbangun


Akhirnya khalisa meninggalkan khanza yang masih nyenyak tertidur, khalisa sholat tahajud sendirian karena ia takut akan masuk waktu subuh


Setelah khalisa selesai sholat tahajud ia mengisi waktu tunggunya dengan mengaji, setelah selesai mengaji khalisa kembali mencoba membangunkan khanza


"Mbak...bangun mbak, udah mau subuh" khalisa menggoyangkan tubuh khanza dan khanza mulai melenguh


"Eenngghh...ya bu..sebentar lagi khanza bangun" ucap khanza, sepertinya ia lupa jika ia sedang dipesantren


Khalisa tersenyum mendengar ucapan khanza

__ADS_1


"Mbak...ini aku khalisa..hehehe...bangun mbak uda mau adzan" ucap khalisa lagi dan seketika mata khanza terbuka


"Khalisa..." lama khanza mengedipkan matanya melihat khalisa


"Astagfirullahaladzim" ucap khanza memejamkan matanya, sepertinya ia sudah mulai sadar


"Udah jam berapa dek? Uda mau subuh ya?" tanya khanza dan khalisa mengangguk membenarkan


"Ya Allah dek, kenapa g bangunin mbak? Mbak kan mau tahajuuuudd" ucap khanza sedikit merengek


"Khalisa uda bangunin mbak kok, tapi mbaknya g kebangun ya uda khalisa sholat sendiri, khalisa bangunin mbak uda 3 kali" ucap khalisa, khanza hanya bisa menghela nafasnya, ia merasa gagal dihari pertamanya


Khalisa mengerti raut wajah kecewa khanza, ia pun mencoba menyemangati khanza


"Ya uda mbak g apa apa, masih ada hari besok kan, sekarang sebaiknya mbak bersiap bentar lagi adzan loh mbak" ucap khanza


Baru saja khalisa berbicara, adzan pun berkumandang, khalisa tersenyum melihat raut wajah khanza yang kaget karena adzan sudah berkumandang, khanza juga terburu buru menuju kamar mandi


"Khalisa kalau mau duluan, duluan aja g usah nungguin mbak" ucap khanza dari kamar mandi


"Kenapa tertawa nak?" tanya umi


"Itu umi, mbak khanza" ucap khalisa


Khalisapun menceritakan semuanya kepada umi, abi dan atthar, mereka tersenyum mendengar cerita khalisa


"G apa apa jangan diketawain, khanza hanya belum terbiasa saja, kita harus membimbingnya" ucap umi tersenyum dan menepuk bahu khalisa pelan


"Ya sudah ayo kita ke masjid, keburu telat sholat fajar" ucap abi dan umi serta yang lainnya mengangguk, mereka berjalan menuju ke masjid


Atthar mendorong kursi roda abi, saat mereka hendak keluarg dari pintu rumah, terdengar suara seperti orang yang sedang terburu buru, mereka saling pandang dan tersenyum, mereka kenal betul siapa yang membuat suara itu


"Khanza jangan buru buru nak, masih sempat kok" ucap umi sedikit berteriak


"Iya umi sebentar" jawab khanza yang sebenarnya ia tidak begitu mendengarkan ucapan umi, ia sedikit berlari menuju pintu keluar rumah untuk menemui umi

__ADS_1


"Belum pada pergi ya umi?" ucap khanza sedikit ngos ngosan mengatur nafasnya karena terburu buru


"Khanza pikir khanza sudah paling telat" sambung khanza, ia melihat khalisa tersenyum, ia memakai sendalnya dan menghampiri khalisa, ia berpura pura mencubit perut khalisa sambil tersenyum khakisa semakin terkekeh


Abi atthar dan umi melihatnya tersenyum, atthar mengunci pintu rumahnya dan kemudian mereka berjalan menuju masjid


Setelah menunaikan sholat subuh, kini mereka bersama sama mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh attar


"Ayat kursi adalah ayat yang terletak dalam surat Al Baqarah ayat 255, banyak sekali keutamaan dari ayah kursi, ayat kursi juga merupakan ayat yang paling agung dalam Al Quran" ucap atthar, attahr sesekali melirik kearah khanza


Sedangkan khanza hanya menunduk mendengar apa yang disampaikan atthar dalam tausiahnya, sesekali pandangan mereka bertemu namun dengan cepat keduanya mengalihkan pandangan


"Sebagaimana yang ada pada pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam kitabullah?” Ubay menjawab, “Ayat kursi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menepuk dada Ubay kemudian berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki.” (HR. Muslim).


"Ayat Kursi dikategorikan sebagai ayat yang paling agung karena di dalamnya terdapat nama Allah yang paling agung, yaitu Al Hayyu dan Al Qayyum. Namun ulama berselisih pendapat manakah nama Allah yang paling agung. Bahan lebih agung dari pada langit dan bumi


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya Ayat Kursi (karena di dalam ayat tersebut telah mencakup Nama dan Sifat Allah)”


"Jika membaca ayat kursi dan dilanjutkan dengan 3 ayat pertama surah al-Mu'min pada pagi hari, maka Allah SWT menjaga pembacanya sampai sore hari dan begitu sebaliknya, dan jika membacanya menjelang tidur maka Allah SWT menyertakan malaikat penjaga kepada pembacanya sehingga setan tidak dapat mendekatinya sampai pagi, dan yang paling istimewa jika membacanya sehabis sholat maka jarak antara pembacanya dan surga hanyalah kematian"


Itulah isi tausiah yang disampaikan oleh atthar, khanza mendengarnya dengan seksama, namun ada rasa malu didirinya, namun ia teringat jika tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan


Setelah selesai mereka pulang bersama untuk menyiapkan dan menyantap sarapan, hari ini merupakan hari pertama khanza bekerja dipondok pesantren yang dipimpin oleh pria tanpan nan soleh yaitu atthar


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...


...Terima kasih readers 🥰🙏...

__ADS_1


__ADS_2