Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
62


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sholat dzuhur berjamaah yang dipimpin oleh atthar, atthar sedikit memberikan tausiah kepada anak anak panti agar mereka selalu kuat walaupun mereka tidak seperti anak yang lain yang tinggal bersama orang tuanya


"KIta sehat, kita bisa beraktifitas, kita bisa berkumpul dan bermain disini itu atas izin Allah SWT, dan kita harus bersyukur dengan nikmat yang Allah beri ini" ucap atthar


Salah seorang anak yang berusia tiga tahun, berdiri dan berjalan menuju atthar, ia duduk dipangkuan atthar, atthar tersenyum dan memeluk balita tersebut, balita itu sudah sangat dekat dengan atthar padahal hanya beberapa jam saja atthar menemaninya bermain dan makan siang


"Rasa syukur ini kita tandai dengan semangat, makin semangat sholatnya, makin rajin ngajinya, dan makin bersemangat dalam membantu ibu panti" sambung atthar


"Kalian tau tidak? Kalian itu adalah anak anak istimewa pilihan Allah SWT, dari tangan kalian kami bisa dekat dengan surga, dari mengelus kepala kalian kami pun bisa dekat dengan surga bahkan jika menyantuni kalian maka kami kalian membawa kami untuk dekat kepada nabi kita, nabi apa?" tanya atthar


"Nabi Muhammad SAW" jawab seluruh anak panti serentak, atthar dan panitian lainnya tersenyum melihat semangat anak anak panti


"Jadi bagi kakak kakak dan abang abang yang sudah besar dan sudah bisa merasakan sedih kenapa kalian tidak sama dengan yang lainnya, jangan berkecil hati, kalian adalah anak istimewa yang dipilih oleh Allah yang akan menjadi jembatan bagi orang orang seperti kami ini untuk menempuh surga Allah" jelas atthar


"Ada hadistnya loh 'orang orang yang memelihara anak yatim diantara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya kedalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni' (HR tirmidzi dari ibnu abbas)' "


"Tetapi kalian juga harus bersyukur dengan bersemangat beribadah dan mengejar ridho Allah SWT" lanjut atthar


"Iya ustad" jawab anak anak panti serentak


Atthar tersenyum, ia mengusap kepala anak yang duduk dipangkuannya


Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 wib, acara yang mereka adakan sudah selesai, kini saatnya atthar menemui ibu pengurus panti untuk menyerahkan sumbangan dari para donatur untuk keperluan panti


Diluar sumbangan yang akan diberikan, atthar juga sudah membelikan beberapa kasur untuk keperluan panti, kasur yang saat ini mereka gunakan sudah tidak layak pakai menurut atthar


Ibu pengurus sangat berterima kasih kepada atthar dan para donatur, ibu pengurus panti mendoakan para donatur dan yang lainnya agar diberi kesehatan dan dimudahkan segala urusan


Atthar juga berterima kasih kepada ibu pengurus atas doa yang ibu panjatkan uuntuknya dan rekannya


Ibu pengurus juga meminta anak anak panti mendoakan mereka yang datang membantu serta menghibur anak anak hari ini


Setelah acara berdoa bersama selesai, atthar dan yang lainnya berberes untuk segera pulang, anak anak terlihat sedih dengan kepulangan atthar dan rekan rekan


...****************...

__ADS_1


Atthat dan seluruh rekanannya telah kembali tiba dipondok pesantren, mereka kembali berkemas, mengembalikan segalanya ketempat masing masing seperti sediakala


Khanza dan teamnya juga berkemas dan tidak cukup sampai disitu khanza harus membersihkan sisa makanan yang tersisa juga piring piring kotor yang belum dicuci


Khanza dan teamnya segera mencuci piring kotor dirumah umi, mereka harus mengembalikan piring milik pondok yang mereka pinjam


Panitia lainnya sudah menyelesaikan pekerjaan mereka, mereka sudah diperbolehkan pulang oleh atthar, satu satu dari mereka berpamitan kepada pemimpin pondok pesantren yaitu atthar


"Mas..." aina mendatangi dan menyapa atthar, ia juga berniat ingin berpamitan


"Iya aina" jawab atthar


"Aina mau izin pamit dulu mas, sudah sore dan semua pekerjaan sudah selesai" ucap aina


"Baiklah aina, terimakasih untuk hari ini dan tolong sampaikan kepada teman teman donatur kamu, terimakasih atas sumbangan yang mereka berikan, hanya Allah yang dapat memblalasnya" ucap atthar tersenyum


"InsyaAllah mas, nanti aina sampaikan, oya mas apa umi dan abi ada dirumah, aina mau pamit" ucap aina yang tersenyum lembut


"Ada kok, mari mas anterin" atthar menuntut aina untuk kerumahnya bertemu abi dan umi


AIna berpamitan kepada abi, ia juga sempat mengobrol sebentar dengan abi dan juga mas baim


"Umi ini ada aina, aina ingin pamit pulang" ucap atthar


Aina menyapa umi dan aluna, ia berpamitan mencium tangan umi dan juga aluna, aina juga berpamitan dengan khanza dan team khanza yang masih mencuci piring kotor


"Ternyata khanza sudah sangat dekat dengan keluarga umi" ucap aina, rasa khawatir aina dan cemburunya kian membesar setelah melihat bagaimana hubungan khanza dan umi atthar


Aina memberikan salam kepada keluarga umi dan ia berlalu pamit, atthar mengantarkan aina hingga kedepan pintu gerbang pesantren


Hampir satu jam khanza dan teamnya mencuci piring kotor, dikarenakan sudah dan hanya tinggal sedikit khanza mengizinkan teamnya untuk pulang terlebih dahulu, khanza kasihan dengan teamnya jika harus pulang terlalu sore, sudah dari pagi mereka meninggalkan keluarga mereka untuk acara ini


Team khanza yang berjumlah empat orang mengucapkan terimakasih kepada khanza, mereka pun berpamitan kepada umi, dan aluna


Setelah mengantar aina, atthar kembali kedapur untuk melihat pekerjaan khanza, dan ternyata atthar melihat hanya khanza seorang yang menyelesaikan pekerjaannya

__ADS_1


"Loh yang lainnya kemana? Bukankah belum selesai? Kenapa sudah pulang?'' tanya atthar


"Khanza mengizinkan mereka pulang nak, kasian sudah hampir sore" jawab umi yang masih membantu khanza mengeringkan piring


"Iya mas, tidak apa apa hanya tinggal sedikit" saut khanza


Atthar menghela nafasnya, ia melipat celananya dan duduk membantu khanza mencuci piring


"Eh mas mau ngapain?" tanya khanza terkejut


"Ya mau bantuin kamu, masih lumayan banyak loh ini" ucap atthar yang membantu khanza membilas piring yang sudah disabun oleh khanza


Umi dan aluna memperhatikan atthar, umi tahu persis anaknya, tidak biasanya atthar seperti itu, umi dan aluna saling berpandangan


"Khanza bisa sendiri kok mas, sudah biasa" ucap khanza yang masih menolak, khanza melihat kearah umi dan aluna, ia juga tidak enak hati pada umi, khanza tidak mau umi salah beranggapan


"Ya sudah nak, tidak apa apa, biarkan atthar membantumu, agar cepat selesai" ucap umi, umi seperti mengerti tatapan khanza yang tidak enak hati


Khanza juga menatap aluna dan aluna tersenyum mengangguk, khanza sedikit tenang karna umi sudah mengizinkannya


"Apa semuanya sudah pulang mas?'' tanya khanza pada atthar


"Sudah, semuanya sudah selesai beres beres" jawab atthar, mereka memang berbicara tetapi tidak saling melihat


Tak lama khalisa datang, ia baru saja menyelesaikan tugasnya dipondok, khalisa ikut bergabung bersama umi dan aluna membantu umi dan aluna mengeringkan piring


Khalisa tersenyum melihat masnya membantu khanza, lalu ia pun membuat laporan kepada umi, khalisa menceritakan sikap atthar yang berbeda kepada khanza, khalisa sedikit berbisik agar atthar dan khanza tidak mendengarnya


.


.


.


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...


...Maaf g bisa double up, insyaAllah besok double up...


__ADS_2