Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
45


__ADS_3

Keesokan harinya, khanza, ayah dan ibu tengah bersiap untuk kepondok pesantren untuk menjenguk abi, walaupun ayah belum mengenal abi tetapi ia sudah sangat mengenal bahkan menyukai anak anak abi yaitu atthar, baim dan aluna


"Ibu kita bawa ole ole apa ya bu untuk abi dan umi?" tanya khanza sedang menyiapkan sarapan


"Nanti kita beli kue dan buah dulu aja di supermarket yang g jauh dari pondok biar lebih fresh" jawab ibu


"Benar juga bu, ayo ibu ayah kita sarapan" khanza meminta kedua orang tuanya untuk sarapa


Setelah menyelesaikan sarapan mereka, mereka bergegas untuk memulai perjalanan mereka kepondok pesantren milik abi


Diperjalanan mereka disuguhkan dengan pemandangan yang sangay indah, apa lagi mereka pergi sangat pagi, sehingga mereka bisa melihat matahari yang baru muncul dari balik perbukita sawah yang sangat indah


Ayah dan ibu serta khanza dibuat takjub dengan keindahan yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta


"MasyaAllah indah banget ya yah pemandangannya, sudah lama kita tidak jalan jalan melihat yang indah indah seperti ini"


"Iya bu, bagus banget, apa ibu mau foto dulu sebagai kenang kenangan?" ledek ayah dan khanza terkekeh mendengar ledekan ayah


"Hmm ayah ini, kek ibu ini masih muda saja" ucap ibu, pandangannya tidak lepas dari melihat keindahan alam ciptaan Allah


"Kapan kapan jika ibu bosan dirumah kita jalan jalan kesini lagi aja bu" ucap khanza


"Iya bener, boleh donk sekali kali jalan bawa istri dan anaknya seperti sekarang" giliran ibu yang meledek ayah


Ayah tertawa mendengar ucapan ibu yang menyindirnya secara halus, begitu juga khanza dan ayah sadar akan hal itu


"Baiklaaaaah, nanti ayah akan bawakan ibu ketempat yang indah indah seperti waktu kita dulu" cerita ayah


"Jangan ngarang yah, waktu muda dulu kita sibuk bekerja, jalannya hanya sesekali terus ibu hamil ya sudah ibu disibukkan dengan anak ibu" jawab ibu sedikit sewot


Ayah kembali tertawa melihat tingkah istrinya yang manyun karena jarang sekali dibawa jalan oleh sang suami


"Ibu g boleh gitu, katanya harus bersyukur, kalau g sibuk kerja kita g punya mobil dan rumah bu untuk anak kita, kitakan bekerja untuk dia supaya dia senang nantinya" ucap ayah


"Astagfirullah....ibu hanya bercanda ayah, ibu sangat bersyukur walaupun jarang jalan jalan yang penting keluarga kita tetao bahagia, bahagia g diukur dengan bany2aknya duet dan banyaknya kota yang dikunjungi, bahagia itu ketika bersyukur" jawab ibu setelah sadar dengan tingkahnya


"Nah itu ibu tau" jawab khanza terkikik begitupun ayah, ibu hanya tersenyum malu dengan tingkahnya yang seperti anak perawan


Tak lama kemudian setelah melalui perjalan lebih kurang 3 jaman, akhirnya ibu dan ayah serta khanza memasuki kawasan pesantren, tidak lupa pula mereka membawa sedikit buah tangan untuk keluarga abi dan umi

__ADS_1


"MasyaAllah besar banget pesantrennya ya nak, luas kawasannya" ucap ayah berdecak kagum


"Iya ayah, dan nanti ga jauh dari ada bukit ayah, pemandangannya bagus yah, kemaren khanza diajak naik sama mas atthar dan khalisa" ucao khanza menambah kekaguman ayah


"Pokoknya suasananya enak banget yah, hijau hijau semua bikin adem mata" sambung khanza


"Nah itu rumah abi yah, parkirin disana aja yah tuh deketan sama mobilnya mas atthar" ucap khanza lagi memberi petunjuk kepada ayah


"Oke oke sebentar ya, kita parkir dulu" ucap ayah


Ayah mengatur mobilnya diparkiran, agar mobilnya tidak mengganggu aktifitas anak anak pesantren, walaupun ayah tidak tahu ntah aktifitas apa yang akan dilakukan anak pondok disini


Setelah ayah memarkirkan mobilnya, ayah ibu dan khanza berjalan menuju rumah abi dan umi


"Assalamualaikum" ucap khanza


"Assalamualaikum" ucap ayah


Didalam rumah belum ada satupun yang menjawab salam dari ayah dan khanza, sedangkan pintu rumah abi terbuka lebar seperti biasa


"Assalamualaikum" ucap khanza lagi


Atthar menyalami ayah dan ibu, untuk khanza seperti biasa atthar hanya memberi salam dengan kedua tangannya didepan dada


Atthar senang melihat khanza berhijab, tapi mungkin itu hanya karena sedang berada dipondok pikir atthar, seperti kedatangan khanza pertama dulu, atthar tidak mengetahui jika khanza sudah benar benar menggunakan hijab


"Maaf pak mungkin umi sedang berada dibelakang jadi tidak mendengar salam dari bapak, mari pak buk masuk, mari dek khanza" ucap atthar sopan, dan attgar membawa tamunya untuk masuk kekediamannya


"Bapak dan ibu apa kabar?" ucap atthar


"Alhamdulillah kami baik nak, bagaimana keadaan abi kamu? Kami kesini untuk menjenguk abi kamu nak" tanya ayah


"Alhamdulillah terimakasih pak, maaf sudah merepotkan, abi alhamdulillah sudah keluar dari rumah sakit pak dan sekarang sudah membaik, meskipun harus sering terapi" ayah dan ibu mengangguk mendengar ucapan atthar


"Sebentar ya pak buk, saya panggilkan umi dan yang lainnya dulu" ucap atthar


"Baik baik silahkan nak, maaf kami menganggu aktifitasnya" ucap ibu


"Saya yang justru minta maaf buk" ucap atthar

__ADS_1


Atthar pun memanggil umi serta yang lainnya terutama aluna, karena disana ada khanza yang merupakan sahabat aluna


Setelah memanggil semuanya yang berada didapur atthar pergi kekamar untuk memanggil abi dan membantu abi untuk duduk diluar


"MasyaAllah nak khanza" ucap umi yang baru muncul dari dapur


"Umi......bagaimana kabar umi?" sambut khanza berdiri mendatangi dan menyalami umi, disana juga ada aluna, ia pun berpelukan dengan aluna sahabat yang ia rindukan


"Umi, ini kenalkan ayah dan ibu khanzs" ucap khanza


Aluna terlebih dulu, menyalami ayah dan ibu khanza, kemudian umi pun menyapa tamunya dengan senyuman hangat


Tak lama khalisa datang dengan membawakan air minum hangat untuk tamunya


"MasyaAllah kenapa g bilang sama mbak una dulu jika mau datang? Biar umi bisa bersiap siap" ucap umi


"Maaf ya buk pak, saya tadi didapur, jadi tidak mendengarkan salam ibu dan bapak" ucap umi meminta maaf setelah atthar menceritakan semuanya


"Mari mari pak buk diminum airnya dan cemilannya hanya ada ini saja, maaaaf sekali" ucap umi yang kembali meminta maaf


"Oya umi, ini ada ole ole sedikit umi untuk abi" ucap khanza memberikan buah tangannya kepada umi


"MasyaAllah Alhamdulillah, kenapa repot repot atuh buk" ucap umi pada ibu khanza


"Maaf umi g sempet bikin sendiri, jadinya beli semua, abisnya khanza ngajakin mendadak" ucap ibu pada umi


"MasyaAllah bu, g apa apa atuh bu, dibawain aja uda syukur" ucap umi, umi memberikan buah tangannya kepada anaknya khalisa untuk disajikan kepada tamu


Tak lama abi pun keluar dipapah oleh atthar, melihat atthar mepapah abi, ayay pun dengan sigap membantu atthar memapah abi untuk duduk dikursi khususnya yang dibelikan ole baim dan atthar


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dn hadiahnya...

__ADS_1


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2