Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
74


__ADS_3

"Si...siapa bu? Tanya khanza kaget


Ayah dan ibu tersenyum mendengar keterkejutan khanza


"Mau g?" tanya ayah lagi


"Dia soleh, baik, tampan, bisa membimbing kamu untuk menjadi lebih baik" timpal ibu


"Siapa sih bu? Kenapa tiba tiba ada yang lamar khanza, kenal juga g bu" ucap khanza


"Itulah yang baik nak, cinta yang sesungguhnya itu ya ngajak nikah bukan ngajak pacaran" ucap ibu


"Iya sih bu, khanza tau tapikan khanza g kenal bu sama orangnya, g cinta juga bu" bantah khanza


"Cinta itu akan datang seiring jalannya waktu, percaya deh ucapan ibu, kamu pikir orang ta'aruf yang hanya kenal sebentar itu sudah cinta? Belum lo nak, mereka melakukan syariat agama, pacaran setelah menikah dan itu rasanya luar biasa" ucap ibu


Khanza terdiam setelah mendengar kata ta'aruf, ya dia memang menginginkan ta'aruf tetapi tidak tahu harus bagaimana


"Memangnya kapan dia melamar khanza bu?"


"Hmmmm kapan ya, ada deh, kamu g perlu tau kapannya, ibu mau tau jawaban kamu aja, rugi loh menolak calon suami soleh" ucap ibu


"Pikir pikir dulu deh, kalau kamu nerima dia dan setuju menikahinya, keluarganya akan berkunjung minggu ini" timpal ayah


"Tapi pikirnya jangan lama lama ya, ayah harus ngasi kabar keorang tuanya" sambung ayah


Meskipun ayah dan ibu sangat menginginkan atthar menjadi menantunya, mereka tidak mau mendesak anaknya khanza, mereka tidak ingin khanza merasa terpaksa menjalani rumah tangganya nanti dan akan berujung ke arah yang tidak baik


Merekka tetap memberikan khanza kebebasan untuk memilih, jika khanza menolak berarti mereka tidak berjodoh, begitula pikir kedua orang tua khanza


Khanza terdiam lama, mereka sudah sampai dikota dan sudah tidak jauh dari kerumah mereka


"Bu...siapa dulu? Kenapa dia melamar khanza? Dari mana dia mengenal khanza?" tanya khanza yang masih penasaran


Ayah dan ibu kembali tersenyum, tak lama mereka pun tiba dirumah, dan khanza masih penasaran dengan laki laki yang melamarnya


"Ibu.......siapa bu? Khanza hanya ingin tahu" ucap khanza

__ADS_1


"Kalian sudah saling mengenal kok, dia anak yang baik, soleh, tampan dan kenapa dia melamarmu? Ya karena dia menyukaimu" jawab ibu sambil membawa barang tentengannya masuk kedalam rumah


"Ayah dan ibu akan memberitahu siapa orangnya setelah kamu memberikan jawaban kamu" ucap ayah yang juga sambil berjalan masuk


"Loh g bisa gitu donk yah, khanza juga perlu tahu siapa orangnya, biar khanza bisa berpikir menerimanya atau menolaknya" khanza terus mengikuti ayah dan ibunya, ia sangat penasaran


"Nanti saja ibu beritahu ok, ibu mau istirhat ssebentar terus beres beres dan setelahnya kita berjamaah sholat maghrib" ibu masuk kekamar dan menutup pintunya


Khanza yang berada didepan pintunya hanya diam melemaskan bahunya, ayah tertawa melihat anaknya, rumahnya kembali riuh karena kepulangan anaknya


"Segitu penasarannya ya nak?" ucap ayah yang berada dibelakangnya, khanza mengangguk menghadap ayahnya


"Siapa yah? ayah dan ibu kenapa sih g mau kasi tau siapa orangnya?" khanza mulai kesal dengan orang tuanya


"Nanti kamu juga akan tau, sekarang kamu mandi, sholat dan berdoa meminta petunjuk dari Allah, apa kamu harus menerimanya atau menolaknya" ucap ayah


"Rugi sekali loh menolak laki laki soleh" sambung ayah dan ayah menghilang dibaliik pintu kamarnya


Khanza menghela nafasnya, ia kembali kekamarnya dan segera mandi dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 wib sebentar lagi akan masuk waktu maghrib


Setelah menyelesaikan kewajibannya, khanza dan ayah serta ibunya menyantap makan malam mereka, setelah selesai makan khanza kembali bertanya


"Hahahaha...kasi tau saja bu, kasian loh anaknya" ucap ayah sambil berjalan menuju keruang keluarga untuk menonton televisi, khanza tersenyum ayah berada dipihaknya


"Apa kamu siap mendengarnya?" ibu tersenyum menggoda khanza


"Ya bu, khanza siap" khanza melipat tangannya didepan ibunya


"Hmmmm pindah dulu yuk di didepan tv, g enak ngomong dimeja makan" ucap ibu dan khanza mengangguk mengikuti ibu


Ibu berjalan menuju keruang keluarga bergabung bersama ayah, sementara khanza berberes dulu dimeja makan setelahnya ia pun bergabung bersama ayah dan ibunya


"Jadi siapa bu?" tanya khanza yang sudah duduk disebelah ibunya, ibu tersenyum melihat anaknya


Ayah mematikan televisi yang menyala dan ia ingin memberikan anaknya sedikit pandangan tentang jodoh


"Akan ayah beritahu" ucap ayah tersenyum

__ADS_1


"Ayah dan ibu tidak memaksa kamu untuk menerimanya, ayah dan ibu tetap memberikan kuasa 100% padamu untuk menentukan pilihanmu" ucap ayah


"Ayah dan ibu hanya akan memberikan pandangan kepadamu tentang sebaik baiknya laki laki untuk dijadikan suami menurut pandangan islam" sambung ayah


"Menurut islam, jika ada yang melamar anakmu, lihat lah dari dua aspek, yaitu baik agamanya dan baik akhlaknya, jika laki laki yang melamar memenuhi kedua aspek tersebut maka wali boleh menikahkan anaknya segera dengan laki laki itu"


"Yang ayah lihat saat ini, laki laki yang melamarmu sangat baik dalam kedua hal tersebut, agamanya bagus dan akhlaknya juga baik, ayah dan ibu sangat berharap jika kamu menerima laki laki ini"


"Ayah tak selamanya bisa mendampingimu nak, begitu juga ibu, ayah dan ibu akan merasa tenang melepaskanmu bersamanya karena ayah mengenalnya dengan baik dan ayah juga mengenal keluarganya" ucap ayah haru


Ibu mengusap punggung anaknya, ibu tersenyum mengangguk, apa yang diucapkan ayah memang benar menurut ibu


"Jika kamu bersamanya InsyaAllah ia akan membimbingmu menuju ke surganya Allah, dan kamu juga bisa membawa ayah dan ibu bersamamu kesurga Allah, doa anak soleh soleha lah yang menyelematkan kedua orang tuanya kelak" ayah tersenyum mengusap kepala khanza


"Dengan kamu berhijab seperti ini dan dengan kamu yang nyaman tinggal dipondoknya abi, ayah semakin tenang nak, ayah semakin yakin jika kamu akan bahagia disana" sambung ayah


"Ibu juga setuju nak dengan apa yang diucapkan ayah, doa ibu selama ini dikabulkan oleh Allah, ibu meminta jodoh seorang laki laki soleh yang bisa membimbing anak ibu kearah kebaikan, dan Alhamdulillah Allah menjawab doa ibu hari ini"


"Ibu dan ayah sudah mensetujui lamaran mereka, namun ibu juga tidak memaksamu untuk menuruti apa yang ayah dan ibu inginkan, ibu terserah padamu saja, ibu dan ayah hanya memberikan pandangan padamu" ucap ibu tersenyum lembut


Khanza mengangguk pelan, ia mendengarkan dan memikirkan setiap ucapan ayah dan ibunya


"Jadi siapa laki laki itu bu?" tanya khanza


"Jika ayah dan ibu memberitahumu siapa laki laki tersebut, ayah mohon pikirkan baik baik, ayah tidak meminta jawabanmu malam ini juga, ayah akan berikan kamu waktu untuk berpikir dan meminta petunjuk pada Allah" ucap Allah dan khanza mengangguk menyetujui ucapan ayah


"Laki laki itu adalah Atthar nak" ucap ayah


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...

__ADS_1


...Terimakasih readers...


__ADS_2