
"Apa kami sudah boleh membawanya pulang?" Atthar bertanya kepada salah seorang perawat
"Iya sudah boleh pak, semoga ibu dan bapak tabah dan ikhlas" ucap perawat turut berbela sungkawa
Atthar mengangguk dan mengucapkan terimakasih, tak lupa ia juga menjumpai dokter yang telah merawat anaknya untuk juga mengucapkan terima kasih
Mereka pulang kerumah dan orang yang dirumah belum tau apa apa, atthar dan khanza bahkan memberi kabar kepada orang orang dirumah
Diperjalanan khanza merekam moment ia bersama buah hatinya dan suaminya, meskipun dipenuhi dengan tangisannya, banyak sekali foto anaknya yang ia ambil dengan ponselnya, ia akan melihat anak surganya kapan pun ia mau
Melihat istrinya yang menangis dan tak hentinya mengambil foto anaknya atthar merasa sangat sakit
"Sayang sudah ya fotonya, kamu sudah mengambil gambar yang banyak sedari tadi" ucap atthar lembut
"Khanza ingin mengenangnya mas, khanza takut suatu hari khanza lupa akan wajahnya, setiap hari khanza mengingat wajah manis ini mas" khanza masih menangis walaupun sudah tidak sekeras sebelumnya
"Umma memelukmu sayang, hiks..hiks ini kali pertama hiks..hiks dan terakhir umma memelukmu hiks..hiks" tangis khanza kembali pecah
"Ya Allah hiks..hiks kenapa sangat sulit untuk melepasnya hiks..hiks" khanza meratap sambil memandang kearah langit dikaca jendela
Mendengar istrinya berbicara yang sangat menyayat hati atthar pun menangis, ia merasakan hal yang sama hanya saja ia tidak terlalu pandai untuk mengekspresikan perasaannya
Tak lama kemudian mereka pun tiba digerbang utama pesantren, atthar menghubungi khalisa meminta untuk membukakan pintu rumah umi, ya malam ini mereka akan dirumah ummi
Khalisa sedikit terkejut ketika ia membuka pintu ia melihat mas dan mbaknya baru saja tiba dirumah, khalisa mendatangi mobil masnya
"Dek tolong panggilkan ibu dan ayah dirumah mas ya, bilangin anak mas sudah pulang dan dirumah umi" ucap atthar pada khalisa dan khalisa mengangguk kemudian bergegas pergi
Khanza yang baru saja turun dari mobilnya menangis memanggil ummi, khalisa yang belum jauh terheran dan melihat kearah belakang melihat mbaknya
"Ummi hiks..hiks ummiiiiiii hiks..hiks" teriak khanza
Ummi terbangun mendengar khanza memanggil dirinya, dengan wajah yang kusut layaknya orang bangun tidur ummi keluar dari kamanya begitupun abi
"Ada apa nak?" Tanya ummi dan seketika ummi tersenyum melihat khanza menggendong bayi sambil menangis
Khanza terdiam melihat ummi yang tersenyum, namun sebelum ummi mengucapkan kata selanjutnya khanza terlebih dahulu berbicara
"Ummi anak khanza pergi ummiiii hiks..hiks dia ninggalin khanza ummi hiks hiks.. sakiiit sekali rasanya ummi hiks hiks" tangis khanza kembali pecah dan ummi tentu saja terkejut
__ADS_1
Tak lama ibu dan ayah serta khalisapun tiba dirumah ummi, atthar hanya berdiam diri melihat istrinya yang begitu terpukul
"Assalamualaikum" ucap ibu dan ayah
"Ibuuuuuu hiks hiks.. anak khanza meninggal bu hiks..hiks sakit bu sakit banget bu hiks..hiks" khanza kembali mengadu kepada ibunya
"Innalillahi wainailaihi roji'un" ucap penghuni rumah serentak
Melihat khanza yang sangat terpukul atthar kembali menangis, ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi masnya
"Assalamualaikum mas" ucap atthar dengan suara paraunya
"Waalaikumussalam dek, ada apa dek?" Jawab baim
"Mas...anakku meninggal mas baru saja" atthar berucap dengan terbata, ia memandangi wajah istrinya yang terus menatap dan memeluk anaknya
"Innalillahiwainailaihi roji'un, ya Allah,,kamu dan khanza yang tabah ya dek, semoga kalian diberi keikhlasan, mas dan mbak mu akan pulang malam ini" ucap baim
"Makasi mas, besok subuh aj mas, udah malam bahaya" ucap atthar yang juga mengkhawatirkan masnya
"InsyaAllah g apa apa, g jauh juga kan, ya sudah mas siap siap dulu assalamualaikum" baik bersikeras ingin pulang malam ini
Khalisa serta yang lainnya turut menangis melihat keadaan khanza yang sangat terpuruk, khanza tertuduk dengan masih menggendong bayinya
"Lihat ibu ummi khanza ini kali pertama khanza menggendongnya hiks..hiks dan ini juga hiks..hiks kali terakhirnya buuu hiks hiks" khanza kembali berkeluh, melihat khanza yang seperti itu umi dan ibu langsung memeluk anak mereka
"Sudah nak, sudah sayang, ini yang terbaik untuknya nak, ia sudah tidak sakit lagi" ucap ibu yang juga ikut menangis
"Iya nak, kamu harus ikhlas dan tabah, pelan pelan ya nak meskipun sulit" sambung ummi pelan
Khanza terdiam, ia seperti memikirkan sesuatu, ia menghapus air matanya, tiba tiba ia beranjak dari dudukannya yang diapait oleh ibu dan umi, ia berjalan menuju suaminya
"Khalisa tolong fotoin mbak sama masmu donk" ucap khanza tiba tiba
Ibu dan ummi saling pandang, ia takut khanza akan mengalami hal yang tidak diinginkan
"Baik mbak" jawab khalisa,khalisa mengambil gambar keluarga kecil itu sambil menangis menutup mulutnya, ia sangat sedih melihat sikap khanza
"Ayo ayah ibu ummi dan abi kita foto bersama, besok ia sudah tidak dipelukan khanza lagi hiks..hiks" khanza kembali menangis dan berulang kali mencium bayinya
__ADS_1
Keluarga khanza dan atthar menuruti permintaan khanza, mereka berfoto bersama, dan tak lama terdengar suara pengumuman dari masjid pesantren yang mengumumkan jika bayi dari atthar dan khanza sudah meninggal dunia
Mendengar berperitahuan itu khanza kembali lemas, ia terduduk sambil menggendong bayinya, sementara ibu dan umi mempersiapkan keperluan yang lainnya seperti tempat tidur dan sebagainya untuk cucunya karena sebentar lagi kemungkinan akan ramai orang yang berkunjung untuk melayat
Khanza meletakkan bayi mungilnya diatas tempat tidur yang ia beli beberapa bulan yang lalu, ia tak henti hentinya menangis, hal yang dulunya selalu ia semogakan ternyata masih belum menjadi miliknya seutuhnya
Waktu menunjukkan pukul 00.45 wib, terdengar bunyi suara deruan mobil dan itu ternyata itu mas baim dan aluna serta anak mereka
Setibanya dirumah ummi aluna langsung bergegas meneluk khanza dan mereka menangis bersama
"Yang sabar ya dek, kamu harus ikhlas dan tabah, mbak tau ini berat, tapi Allah memberikan ujian ini melainkan karena hanya kalian yang sanggup menghadapinya" ucap aluna menenangkan khanza
Khanza hanya menangis tanpa menjawab ucapan aluna, ia kembali menangis kencang dipelukan aluna, setelah memeluk khanza dan menenangkannya, ia mencium bayi mungilnyang lahir premature tersebut
Baik juga melihatnya bersama uwais, uwais memeluk khanza sebentar meskipun mereka tidak sering bertemu namun mereka cukup dekat karena khanza sering sekali melakukan panggilan video bersama uwais melalui ponsel aluna
"Adiknya kenapa onty? Adiknya tidur ya?" Tanya uwais dengan polos dan cadlenya
"Kenapa onty menangis?" Sambung uwais
Khanza tak bisa berkata kata, ia hanya mengangguk sambil menangis kemudian ia memeluk uwais erat, uwais yang masih kecil terlihat kebingungan dengan sikat khanza yang menangis
Khanza memangku uwais sambil melafadzkan surat yasin untuk putrinya, ia juga sempat mengambil gambar uwais dan bayinya, ponselnya kini dipenuhi foto anaknya yang telah tiada
Para pentakziah dari pesantren yang belum tidur, datang kerjmah ummi untuk melihat bayi mungil yang sudah tidak bernyawa tersebut, abi dan ayah yang mengyambut para pentakziah yang tidak begitu ramai dikarenakan sudah tengah malam, kemungkinan para pentakziah sudah tertidur
.
.
.
...Bersambung...
...up 2 episode ya bonus...
...soon akan up lagi...
...terimakasih readers π₯°π«Άπ»...
__ADS_1