
Abi mengucapkan terimakasih kepada ayah khanza karena telah membantunya, mereka berkenalan dan bersalaman, begitu juga ibu dan khanza, ibu hanya menyalami abi dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya, begitupun khanza
Mereka saling mengobrol dan saling mengenal, melihat para orang tua mengobrol, aluna melambaikan tangannya pada khanza, ia mengajak khanza kedapur dan khanza pun mengikuti aluna
"Kenapa g ngabarin sih dek kalau mau dateng?"
"Sengaja mbak ku sayang, ntar kalau dikabarin mbak sama umi pasti sibuk bikinin yang macem macem" jawab khanza
"Mbak juga lupa sih hubungi kamu nanyain jadi apa g nya dateng" ucap aluna
"Adik cantik kamu apa kabar?" kini khanza menyapa khalisa yang sedari tadi mendengarkan khanza bicara
"Aku baik mbak, alhamdulillah, mbak apa kabar? cantik banget ibu hijaber" ledek khalisa
"Eh dek mbak khanza uda serius lo hijaban terus, uda setiap hari mbak khanza pake hijab, Alhamdulillah" ucap aluna memberi informasi pada khanza
"MasyaAlllah Tabarakallah, ikut senang khalisa dengernya mbak, semoga istiqomah ya mbak cantik" khalisa memeluk khanza dengan senyum manisnya
"Aamiin aamiin, ini berkat mbak una jga sih, yang terus nasehatin dan ngasi contoh yang baik ke mbak, jadinya mbak ngikutin" khanza terkekeh begitupun khalisa dan aluna
Khanza, khalisa dan aluna melanjutkan perbincangan mereka sambil memasak, hari ini aluna dan khalisa akan masak banyak, karena khanza dan kedua orang tuanya akan makan bersama dirumah abi
Berbeda dengan para wanita muda yang sedang sibuk memasak didapur, para orang tua juga sibuk berbincang, mereka saling mengenal satu sama lain, ayah sangat senang berbincang dengan abi, karena apa dibicarakan abi adalah sebuah pelajaran bagi ayah, bagaimana abi bersabar dengan ujian Allah atas sakitnya dan juga abi bersyukur dengan sakitnya ia menambah teman bahkan keluarga baru yaitu ayah dan ibu khanza
...****************...
Siang menjelang, keluarga abi dan keluarga ayah makan bersama, abi dan umi senang menyambut keluarga khanza, setelah makan siang mereka melanjutkan sholat dzuhur berjamaah yang diimami oleh atthar
Suara atthar yang merdu kembali menyentuh ayah dan ibu, betapa beruntungnya abi memiliki anak anak seperti atthar, baim dan khalisa, abi dan umi sukses mendidik anak anaknya, bukan hanya dunia saja yang mereka kejar namun akhiratlah yang diutamakan mereka
Dalam hati ayah dan ibu kembali melafadzkan doa yang ntah keberapa kalinya, mereka menginginkan khanza anaknya mendapatkan pendamping hidup yang soleh dab berakhlak baik agar bisa membimbing khanza menuju ridho dan surga Allah SWT
Setelah melaksanakan sholat dzuhur, mereka kembali berbincang
"MasyaAllah abi, bagaimana caranya mendidik anak agar menjadi seperti anak anak abi?" tanya ayah dan khanza mendengar pertanyaan ayahnya karena mereka semua berkumpul disana
"Hahahaa....saya mendidiknya seperti biasa pak, tidak ada yang khusus, hanya dititipkan kepada Allah melalui pesantren ini" ucap abi merendah
__ADS_1
"MasyaAllah sangat beruntung sekali abi, dunia akhirat diraub, oya saya dengar atthar sudah ta'aruf, apakah benar?" tanya ayah beralih pada atthar
"Alhamdulillah pak benar" jawab atthar tersenyum, ia seakan lupa jika ia berta'aruf, pikirannya bercabang mendengar abi yang sakit dan ia harus mengundurkan diri secepatnya namun ia tetap berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tidak banyak lagi
"Alhamdulillah, semoga lancar ya nak" doa ayah
"InsyaAllah pak, aamiin" jawab atthar
"Apa bapak ingin melihat lihat sekitaran pondok?" tawar baim yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan abi dan ayah
"MasyaAllah apakah boleh?" tanya ayah
"Tentu saja boleh, atthar bawalah keluarga khanza untuk melihat lihat sekitaran pesantren" ucap abi
"Baik abi" jawab atthar
"Baikla abi, saya izin dulu untuk melihat lihat pondok, abi beristirahatlah" ucap ayah khanza
Ayah khanza memanggil abi dengan sebutan abi karena bingung mau memanggil abi dengan sebutan apa dan abi juga tidak keberatan dengan panggilan ayah khanza
"Baik silahkan silahkan" ucap abi mempersilahkan
Khanza tersentuh dengan suasana pesantren yang sangat asri, walaupun sudah kedua kalinya ia menginjak kakinya dipesantren namun ia tetap dibuat takjub dengan pemandangan dan suasana pesantren yang sangat sejuk dan menenangkan
Selama ia di pesantren ia sama sekali tidak mengingat masalahnya, ia tidak mengingat daniel sama sekali, sampai sampai ia pun lupa untuk bercerita semua masalahnya kepada aluna
"Menenangkan sekali ya bu" ucap khanza
"Iya nak, sangat menyejukkan hati, nyaman rasanya tinggal disini" ucap ibu
"Tinggal disini?" tanya khanza heran
"Iya nak, sangat nyaman apabila tinggal disini, bisa banyak belajar, ibadah juga lebih fokus, bisa setiap hari kemasjid dan berjamaah" ucap ibu tersenyum
"Bisa memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik, bisa belajar dengan ustad ustad yang sudah banyak ilmunya, hidup ini untuk mengejar akhirat karena disanalah kita kekal" sambung ibu
Khanza mengangguk mengerti, ia merenungi ucapan ibunya, mereka berbincang sambil berjalan mengikuti ayah dan atthar
__ADS_1
"Kalau khanza ingin tinggal disini? Apa boleh bu?" tanya khanza tiba tiba
Ibu mengerutkan dahinya melihat kearah anaknya, seperti tidak yakin dengan ucapan khanza
"Kamu?? Mau tinggal dipesantren? serius?" tanya ibu
Khanza hanya tersenyum menampakkan giginya, ia sedikit mengangguk mengangkat alisnya, belum terlalu yakin dengan ucapannya
"Kamu aja seperti tidak yakin gitu untuk tinggal disini, mantapkan hatimu dulu jika ingin belajar dipesantren, ibu sangat senang jika ucapanmu benar, kamu harapan satu satunya ibu untuk mencapai jannah- Nya, karena hanya doa anak yang soleh/solehah yang membawa ibu ke surganya Allah" ucap ibu
"Kalau khanza tinggal disini trus ibu sama ayah gimana? Kerjaan khanza gimana? Masak khanza hanya menumpang disini kan g enak bu" ucap khanza
"Ayah dan ibu jangan kamu pikirkan kami bisa berkunjung setiap minggu, apa lagi sebentar lagi ayah dan ibu sudah pensiunan dari pekerjaan kami"
"Kalau kamu mau tinggal dipesantren belajar agama ya ngomong dulu sama umi gimana caranya, bisa g belajar sambil bekerja disini, kan lebih bagus, penting tujuan utama belajar agama dan memperbaiki diri itu dapat, ibu juga akan bantu kok"
"Yang penting kamunya betah dulu, jangan ntar sebulan tinggal disini, belajar disini terus minta pulang" sambung ibu mengejek khanza
"Iiih ibuk, memangnya khanza masih anak anak apa, disinikan ada khalisa juga, ada temannya dan ntar mbak una juga setiap minggu pulang liatin abi" jawab khanza
"Ya bagus donk kalau gitu, pikir dulu mateng mateng, sholat dulu istikharah biar tambah yakin" jawab ibu
"Eh iya nak, kalau kamu tinggal disini gimana daniel? katanya mau kerumah" sambung ibu
Deg. . . .
Khanza langsung terdiam mendengar pertanyaan dari ibunya, ia tidak tahu bagaimana memulai ceritanya
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
...Maaf telat up ya readers 🥰🙏...