Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
89


__ADS_3

"Beneran?" tanya khanza tdak percaya


"Looh bener donk" atthar menjawabnya sambil tertawa


Atthar terus menggenggan tangan istrinya, ia tersenyum sepanjang jalan, ia akan pelan pelan mengambil dan meluluhkan hati istrinya, sementara khanza tersenyum malu, ia tidak pernab digandeng laki laki seperti ini sebelumnya


"Dek..." panggil atthar dan mereka sama sama menoleh dan bertemu pandang


"Hari ini kita mau kemana?" tanya atthar lagi


"Hmmmm...mas mau kemana memangnya?" khanza balik bertanya


"Mas mau jalan berdua sama kamu" atthar kembali melihat istrinya dan khanza tersenyum


"Hmm kita nonton aja yuk mas" ajak khanza


"Oke setuju, kita pergi ke pusat perbelanjaan aja ya, kita makan nonton dan belanja" ucap atthar


"Belanja apa mas?" tanya khanza heran


"Belanja apa saja untuk istri mas" atthar mengeratkan genggaman tangannya pada istrinya


Khanza tersenyum menunduk, kemudian ia melihat ke arah suaminya, ia sangat merasa senang, sebagai seorang istri ia merasa sangat disayangi


"Sekalian kita belanja untuk rumah kita" sambung atthar tersenyum


Khanza mengangguk setuju, atthar semakin senang dan makin mempererat genggaman tangannya, ia tersenyum meneruskan perjalanannya hingga mereka kembali lagi kerumah


...****************...


Sore harinya, atthar dan khanza akan bersiap untuk perjalanan mereka, atthar benar benar memanfaatkan waktunya bersama khanza, jika sudah kembali kepondok pesantren, ia sadar akan banyak sekali kesibukan yang akan ia lakukan


Setelah melaksanakan ibadah sholat ashar, atthar membersihkan dirinya, sementara khanza ia menunggu suaminya sambil membaca ayat Al Quran, ia mengulangi apa yang suaminya ajarkan


Setelah atthar selesai membersihkan diri kini giliran khanza yang membersihkan dirinya, namun sebelum membersihkan dirinya, khanza ingin menyiapkan baju apa yang akan dikenakan oleh suaminya


"Mas mau baju yang mana?" ucap khanza, atthar masih belum terbiasa memperlihatkan tubuhnya kepada istrinya, ia masih mengenakan celana pendek dan baju kaosnya jika keluar dari kamar mandi, dan begitu juga dengan khanza


"Baju kaos aja dek, nanti celananya mas ambil sendiri saja" jawab atthar suaminya


"Kaos yang mana mas" tanya khanza lagi melihat kearah suaminya


"Terserah istri mas saja" atthar mengedipkan sebelah matanya pada istrinya dan itu membuat khanza tersenyum malu


Khanza pun mengambilkan baju kaos untuk suaminya, ia memilih warna yang tidak begitu cerah dan juga tidak begitu gelap, ia memilih baju warna navy untuk suaminya


"Ini aja boleh mas?'' tanya khanza


"Boleh, makasi istri" ucap atthar menggoda istrinya, khanza hanya bisa tersenyum mendengar ucapan suaminya yang selalu menyenangkan hatinya


Khanza berlalu menuju kekamar mandi, sementara suaminya sudah siap dengan baju kaos navy dan celana levis biru yang ia kenakan, atthar terlihat sangat modis dengan perpaduan warna celana biru dan baju navy nya, ia sangat terlihat tampan

__ADS_1


Khanza yang telah selesai membersihkan dirinya terpana melihat suaminya, ia terus memperhatikan suaminya, ia tidak menyadari jika suaminya juga memperhatikannya


Atthar mendekat kearah khanza yang masih berada didepan pintu kamar mandinya, khanza menggunakan handuk kimono yang panjang


"Kenapa melihat mas seperti itu?" tanya atthar yang sudah berada tepat dihadapan khanza


Khanza yang kaget hanya bisa mengedipkan matanya, ia malu ketahuan diam diam memperhatikan suaminya


Khanza menggelengkan kepalanya


"Tidak ada mas, khanza hanya..."


"Hanya apa?" atthar semakin menngoda istrinya, ia semakin mendekatkan dirinya pada khanza


Khanza mundur perlahan hingga ia bersandar di pintu kamar mandi, atthar tersenyum jahil, khanza terlihat gugup jantungnya berdetak kencang


"Hanya apa hm? Mas kenapa?" atthar mengulangi pertanyaannya, ia meletakkan kedua tangannnya di dinding pintu kamar mandi, seolah olah sedang mengunci istrinya agar tidak kabur


Khanza menatap atthar yang sedang menatapnya, mata mereka bertemu dengan waktu yang cukup lama, jantung mereka berdetak kencang, seperti ada desiran aneh yang mereka rasakan


Khanza tidak menjawab pertanyaan suaminya, ia malu jikamengatakan suaminya terlihat tampan jika memakai pakaian seperti itu


Atthar menelan ludahnya, sebagai laki laki normal, ia tentu saja tergoda dengan apa yang ia lihat didepan matanya, apa lagi yang ada didepannya halal bagi dirinya


Namun ia mencoba untuk menahannya, ia tersenyum lembut, ia memberanikan diri untuk mencium dahi istrinya


Cup...


"Pakailah pakaianmu dek, nanti kita kesorean, jangan lupa membawa mukena ya" ucap atthar yang sudah berdiri didepan cermin, ia benar benar menahan hasratnya


Khanza hanya mengangguk dan kembali kekamar mandi setelah ia mengambil baju yang akan ia kenakan


Setelah selesai, giliran khanza yang bersiap dan sementara atthar menunggu istrinya sambil sesekali memperhatikannya


Khanza melihat atthar yang ketampanan bertambah dua kali lipat, ia melihatnya dari balik kaca


"Mas" panggil khanza


Atthar menegakkan kepalanya dan melihat kearah istrinya


"Mas terlihat tampan memakai pakaian seperti itu" ucap khanza memberanikan diri


"Mungkin karena khanza jarang melihat mas berpakaian seperti itu" ucap khanza lagi


Suaminya tersenyum dan mendatanginya


"Kenapa tadi tidak mengatakannya?" tanya atthar yang berdiri dibelakang istrinya, mereka sama melihat dari balik kaca


Khanza hanya terdiam dan tersenyum malu, ia memakai hijab dan niqabnya dan merapikannya


"Istri mas juga sangat cantik, mas berpakaian seperti ini karen kita akan ke jalan jalan, kalau dipesantren mas berpakaian seperti ini rasanya aneh sekali" ucap atthar

__ADS_1


Khanza tertawwa mendengar ucapan atthar, tentu saja aneh, dipesantren kan harus memakai pakaian muslim pikir khanza


Khanza berdiri dari dudukannya, ia sudah bersiap duntuk pergi


"Sudah selesai" tanya atthar


"Sudah mas, yuk kita jalan" jawab khanza bersemanga, ia sudah lama sekali tidak mengunjungi pusat perbelanjaan


Khanza dan atthar berpamitan kepada ayah dan ibu, dan tak lama kemudian atthar melajukan mobilnya


Diperjalanan khanza menghubungi sahabat sekaligus iparnya, rencananya ia akan berkunjung kerumah sahabatnya


"Assalamualaikum mbak una" ucap khanza


"......."


"Kangen tauuuu mbak, mbak dimana? Apa uda pulang kerja?" tanya khanza


"......."


"Aku lagi dijalan mbak, sama mas atthar, kita mau kepusat perbelanjaan, mbak mau ikut g?"


"......"


"Ooh gitu mbak, ya sudah tidak apa apa, mbak hati hati pulangnya, ntar kita mampir deh, aku belum pernah kerumah mbak una soalnya" ucap khanza


"......."


"Baik mbak, assalamualaikum" khanza mengakhiri panggilannya


"Mbak una g bisa mas, dia lelah katanya, dia lagi nungguin mas baim jemput, ntar kita mampir ya mas" ucap khanza pada suaminya


"Iya boleh, ntar kita mampir ya" ucap atthar melihat istrinya dengan tersenyum


Diperjalanan mereka berbincang banyak, khanza mulai menanyakan apa saja makanan kesukaan suaminya, dan apa saja yang tidak disukai suaminya, ia menanyakannya bertujuan agar ia mengetahui apa saja yang bisa ia sajikan nanti untuk suaminya


Atthar juga menanyakan hal sama, mereka ingin lebih mengenal satu sama lain, mereka terlihat santai dan sesekali tertawa dalam obrolannya


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...


...Terimakasih...


...Untuk sekarang upnya 1 dulu ya lagi sibuk ngurus izin sesuatu soalnya..maaf ya readers...

__ADS_1


__ADS_2