
Tanpa mereka sadari, mereka telah sampai didepan kantor khanza, khanza hendak berpamitan dengan daniel, namun daniel menahan tangan khanza
"Sayang tunggu" ya danil mulai membiasakan dirinya memanggil khanza dengan sebutan sayang, bukan nona lagi
Khanza melihat tangan daniel yang memegang tangannya "Ada apa daniel?"
Daniel mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, ia menunjukkannya dihadapan khanza
"Will you marry me? Maaf hanya di dalam mobil, tapi aku janji nanti aku akan membuat acara lamar kita menjadi acara paling romantis yang pernah ada" ucap daniel tulus dari hati
Khanza tersenyum, ia terharu dengan perlakuan daniel padanya, namun ia menolak cincin pemberian daniel
"Aku terima lamaran kamu daniel, aku sudah bila aku tidak memaksamu untuk berlaku romantis, aku hanya perlu tanggung jawabmu dihadapan keluargaku"
"Itu pasti sayang, aku akan segera bertemu ayahmu untuk meminta restu" khanza tersenyum mendengar ucapan daniel
"Tapi maaf aku tidak bisa menerima cincin ini, nanti jika kau sudah menghadap ayahku, aku akan terima cincin ini, ok sayang" balas khanza lembut dengan tatapan penuh cinta
Daniel mengerti akan hal itu, menurutnya khanza merupakan wanita baik baik yang sangat menomor satukan keluarga, khanza berpamitan untuk kedua kalinya pada daniel
"Baiklah aku masuk dulu ya, kamu hati hati, terimakasih untuk rasa yang luar biasa ini" ucap khanza tersenyum dan daniel mengangguk membalas senyum khanza
Khanza melihat daniel melajukan mobilnya, setelah daniel menghilang ia pun memasuki kantornya, hari ini ia sangat bahagia sekali dilamar oleh daniel
Khanza tersenyum disepanjang jalan menuju ruangannya, ia menjadi sangat dan sangat ramah hari ini, sesampainya diruangan khanza menyapa aluna
"Assalamualaikum mbak una" ucap khanza tersenyum
"Waalaikumsalam, uda sarapan dek?" tanya aluna
"Uda mvak tadi sarapan dirumah, mbak mau aku temenin sarapan g? Ada breaking news mbak"
"MasyaAllah pagi pagi uda ada berita aja, berita apa?"
Khanza mendekat kemeja aluna, ia duduk bersebelahan dengan aluna
"Mbak, barusan dimobil daniel melamar aku mbak"
"MasyaAllah, pulang pulang liburan langsung dilamar hehehee, alhamdulillah donk dek"
"Iya mbak, alhamdulillah dan dia secepatnya akan bertemu ayah mbak"
__ADS_1
"Alhamdulillah dek, bagus itu hal yang baik harus disegerakan" ucap aluna ikut senang
"Selamat ya dek, semoga semuanya lancar ya" aluna memeluk khanza
"Makasi ya mbak doanya" khanza membalas pelukan aluna
...*****...
Sore harinya
Daniel kembali menjemput khanza dan mereka akan pergi untuk makan malam sebelum pulang, diperjalanan mereka saling berbincang, daniel menanyai makanan kesukaan khanza dan hal hal dasar
Begitupun khanza, ia menanyai tentang hal hal dasar yang ada pada daniel, tentang keluarga dan lainnya, daniel menceritakan segala hal dasar tentang keluarga, seperti pekerjaan mama dan papanya, ia berasal dari mana, dan juga daniel bercerita tentang masa sekolahnya
Mereka singgah disebuah restoran jepang, mereka makan malam bersama dengan saling bercerita, setelah selesai makan malam, mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang mengantar khanza
Perjalanan sore itu sangat seru sekali menurut pasangan yang sedang dimabuk cinta, mereka menjadi lebih mengenal satu sama lain
"Sayang aku berpikir aku akan menemui ayahmu weekend ini" ucap daniel
"Beneran? Cepat banget, g jadi jalan kita minggu ini?" tanya khanza
Khanza terbuai dengan kata kata manis daniel, daniel memang sangay mencintai khanza, ia tertarik hanya dengan melihat wajah khanza pertama kalinya, lalu semakin mengenal khanza ia semakin dibuat jatuh hati oleh khanza dan sikapnya yang lembut namun tidak manja
"Kamu pinter banget ngegombal ya, apa semua cewe cewe kamu gombalin seperti ini hmm?" tanya khanza menaikan kedua alisnya
"Kalau yang barusan aku beneran, aku g ngegombal, aku beneran cinta sama kamu dan aku g mau kehilangan kamu" daniel menggenggam erat tangan khanza
Khanza melihat daniel dan begitupun daniel, mereka saling menatap
"Percaya sama aku" ucap daniel serius
"Iya aku percaya, ya uda liat kedepan aja iih, fokus nyeterinnya, ntar ketabrak lo" khanza meminta daniel untuk fokus menyetir, daniel tersenyum manis
Kali ini daniel memberanikan diri untuk mengantar khanza pulang tepat didepan pagar rumah khanza, khanza sudah menolaknya namun daniel bersikukuh, ia khawatir dengan khanza karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.10 wib, sebentar lagi akan masuk waktu sholat isya
Khanza melewati ibadah shilat maghribnya, sanking asiknya berpacaran dan mengobrol bersama daniel ia benar benar tidak mengingat waktu sholatnya
"Daniel jangan didepan rumah donk"
"No sayang, hari uda malem g baik cewe jalan sendiri, ntar kalau ayah nanyain bilangin aja temen tadi makan rame rame" ajar daniel
__ADS_1
"Bohong donk akunya" ucap khanza lemas
"Kita makan berdua sayang tapi kan titempat makan rame, ya sama aja donk kita makan rame rame" daniel tersenyum, ia sengaja mengerjai khanza agar khanza tidak panik
"Iya juga ya, ya uda deh" ucap khanza seketika itu tawa daniel pecah, ia lucu sekali melihat eksperesi khanza
"Hahahahaaa....lucu banget sih calon istri aku ini" daniel memainkan pipi khanza gemas, khanza benar benar polos pikir daniel
Khanza tersenyum, namun sedetik kemudian ia kembai kewajah yang serius
"Ya uda aku turun dulu ya, doain aku g ditanyain macem macem, bye sayang" ucap khanza dan mashk kedalam rumah, daniel pun menancapkan gas mobilnya untuk pulang kerumahnya
"Assalamualaikum" ucap khanza
"Walakumussala nak, kok lama banget pulangnya" tanya ibu
Baru saja khanza hendak menjawab adzan isya pun terdengar, khanza terpaku terdiam mendengar adzan isya
"Astagfirullah aku lupa sholat maghrib, ya Allah ampuni aku ya Allah, aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap khanza dalam hati
"Ya sudah, sudah adzan isya itu, kamu bersih bersih sana, setelah itu sholat" ucap ibu yang juga beranjak dari menonton televisi
Khanza memasuki kamarnya, ia merasa selamat karena tidak ditanyai macam macam oleh sang ibu, dan ia juga berdoa semoga ayah juga begitu, tidak menanyakan hal yang membuatnya berbohong
Khanza segera membersihkan dirinya, ia melaksanakan sholat isya dan ia berdoa memohon ampun kepada Sang Pecipta-Nya karena ia lalai, ia tidak melaksakan kewajibannya sebagai umat muslim, ia terus saja beristigfar
Setelah sholat isya, ibu mengajak khanza untuk makan malam, namun khanza menolaknya ia sudah merasa sangat kenyang, ia hanya menyiapkan makan malam untuk kedua orang tuanya, setelahnya ua memilih untuk beristirahat dikamarnya, ayah dan ibu memaklumi anak gadis mereka yang lelah setelah selesai bekerja
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Jangan lewatkan keseruan yang dinanti...
...Terimakasih readers 🥰🙏...
__ADS_1