
Mereka berbaring bersama menghadap keatas langit langit kamarnya, atthar melihat kearah istrinya, ia memberanikan diri untuk meminta pada istrinya
"Dek, sini deh baring ditangan mas" ucap atthar
Atthar merentangkan tangannya, ia menepuk bahunya agar istrinya beralih berbaring dibahunya
Khanza dengan sedikit malu, ia bergerak perlahan untuk berpindah kebahu suaminya, khanza pun berbaringa dibahu suaminya, aroma wangi dari tubuh suaminya membuat ia merasa nyaman, seperti aroma terapi pengantar tidur
"Apakah nyaman?" ucap atthar
Khanza menangguk mengiyakan, rambut istrinya yang mengenai lehernya membuat atthar sedikit geli dan yaaa ia harus menahan hasratnya, ia mengalihkan pikirannya dengan mengobrol bersama istrinya
Mereka mengobrol seputar hobby dan tentang diri mereka masing masing, mereka ingin lebih lagi mengenal satu sama lainnya
Atthar memindahan tangan istrinya, yang semulanya tangan istrinya sedikit kaku yang berada disamping tubuhnya sendiri, kini atthar memindahkan tangan istrinya untuk berada diatas pinggangnya, sehingga khanza seperti memeluk suaminya
"Begini lebih nyaman bukan?" tanya atthar dan istrinya tersenyum malu
Mereka berbicang hingga khanza tertidur, attar tersenyum melihat istrinya yang tertidur dipelukannya, ia lebih mengeratkan pelukannya pada istrinya, ia juga mencium rambut istrinya yang wangi, wangi rambut istrinya menjadi candu bagi atthar, ia berulang kali mencium wangi rambut istrinya hingga ia pun tertidur
...****************...
Subuh harinya, khanza terbangun terlebih dahulu dikarenakan alarm pengingat yang terus berbunyi, ia ingin menggerakkan tubuhnya namun sulit, ternyata suaminya memeluk dirinya erat
Khanza tersenyum, ia mencium aroma tubuh suaminya yang sangat harum, ini kesempatan dirinya untuk menghirup lebih lama aroma tubuh suaminya, mumpung suaminya masih tertidur
"Hmmm wangi sekali aroma tubuhnya" ucap khanza pelan
"Bikin candu, dia pake wangi apa sih kok enak banget" khanza kembali berbicara
"Mas memakai wewangian *****, ada kok dimeja rias" jawab atthar dan sontak saja khanza terkejut, khanza memukul dada suaminya pelan
__ADS_1
"Mas ngagetin deh, ayo bangun, uda jam 3 loh" ucap khanza mengalihan pembicaraan sebenarnya ia sangat malu ketahuan sedang mencium bau aroma tubuh suaminya
"Tadi khaza uda bangun, tapi g bisa gerak karena ada seseorang yang memeluk khanza erat" cap khanza yang sudah berubah posisi dari baring ke duduk
Atthar tertawa melihat istrinya yang masih malu malu
"Lain kali jika ingin mencium wanginya cium saja, masa g masalah kok, mas malah senang, tapi setelahnya kamu harus tanggung jawab ya" atthar terkekeh ia mencolek dagu istrinya dan kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya
"Mas mandi duluan ya dek, mas harus mengguyurnya dengan air dingin agar ia tidur kembali" atthar mengernyitkan sebelah matanya pada istrinya
Ia terkekeh melihat wajah istrinya yang kebingungan, istrinya benar benar polos pikir atthar, khanza hanya terdiam duduk ditempat tidurnya, ia masih bingung dengan ucapan suaminya namun tidak bisa bertanya karena atthar telah menghilang dibalik pintu kamar mandi
Khanza menunggu suaminya sambil membereskan tempat tidurnya, setelah suaminya selesai mandi kini gilirannya yang membersihan diri
Setelah semuanya selesai mereka sholat berjamaah bersama, sambil menunggu adzan subur atthar mengisi waktunya dengan mengajarkan istrinya membaca Al Quran, ia juga memberian sedikit tausiah pada istrinya
...****************...
Sementara di dapur khanza membantu umi dan khalisa yang sedang membuat sarapan untuk dimakan nanti, sepertinya mereka akan sarapan pagi dirumah umi
"Sarapan disini aj ya nak, umi masak banyak nih" ucap umi
"Boleh umi, terimakasih" jawab khanza
"Tapi nanti siang makannya dirumah kita ya umi, abia ini khanza dan mas atthar akan belanja umi, mengajak keluarg makan bersama mumpung dihari libur dan mbak aluna akan tiba pagi ini" sambung khanza
"Hmmm syukuran keluarga ya mbak" jawab khalisa
Khanza terkekeh mendengar ucapan khalisa, ia mengangguk setuju
"Ya bisa dibilang gitu la dek" ucap khanza
__ADS_1
"Baiklah umi, khanza izin pamit ya umi, mau pergi belanja dulu um" ucap khanza yang kemudian ia berlalu pergi
Atthar sudah menunggunya di ruangan depan sambil mengobrol bersama abi, begitu ia meliat istrinya, ia pun pamit kepada abi dan membawa istrinya berbelanja
Atthar mulai melajukan mobilnya, mereka melaju hingga tak berapa lama kemudian mereka pun tiba ditujuan
Khanza turun dari mobilnya, ia hanya berdiei dipiggir jalan menunggu suaminya, setelah suaminya tepat dihadapannya ia pun melangkahkan kakinya, namun atthar menahannya, ia mengenggam tangan istri erat
"Kalau kepasar harus pegangan, ntar hilang" ucap suaminya asal dan itu membuatnya tertawa lepas
"Memangnya khanza anak kecil pake hilang segala" ucap khanza tersenyum
"Ya siapa tau kan, makanya mas jaga jaga biar istri ma yang cantik g kemana mana" atthar tersenyum mengedipkan sebelah matanya pada istrinya, atthar selalu membuat istrinya tersenyum
Mereka berbeeanjauntuk kebutuhan rumah sehari seharinya dan juga untuk kebutuhan memasak hari ini, setelah puas berkeliling dan berbelanja mereka pun segera pulang
"Rencananya akan masak apa dek?" tanya atthar pada istrinya
"Mmm macem macem mas, khanza mau masak banyak hari ini, kita akan makan satu keluarga" ucap istrinya
"Baiklaah, kita akan masak bersama oke, mas bantuin adek ya" ucap atthar dan khanz tersenyum mengangguk
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya
__ADS_1
Terimakasih