Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
33


__ADS_3

Karena ponselnya telah hilang, ia tidak bisa menghubungi daniel malam ini, jadi khanza memilih untuk segera tidur namun ia tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang dikatakan oleh ibunya, bahwa tidak baik sering sering ketemu daniel, apa lagi setiap hari pergi dan pulang kerja bersama


Ia juga memikirkan soal ta'aruf yang dijelaskan aluna dan dijalani atthar


"Enak juga ta'aruf jauh dari dosa, g boleh ketemu setiap hari, jangankan ketemu berbicara ditelefon aja g boleh sering sering apa lagi ketemu" ucap khanza bermonolog


"Tapi aku uda terlanjur gimana donk, dengan ponsel ku hilang mungkin bisa mengurangi komunikasiku dengan daniel, hmmm ntahla, g ketemu rindu, ketemu dosa hhhffffttt" khanza menghela nafasnya


Lama ia memikirkannya sampai ia tertidur, malam ini ia melewatkan malamnya tanpa berbicara dengan kekasihnya


...****************...


Pagi harinya khanza bersiap seperti biasa, setelah sarapan dan berpamitan kepada orang tuanya, ia menunggu dihalte buss, daniel juga belum terlihat, biasanya dijam jam seperti ini daniel sudah datang menjemputnya


Dalam hati khanza bertanya


"Kemana daniel? Kenapa tidak lagi menjemputku? kemaren g jemput dikantor dan pagi ini juga g jemput"


Buss yang biasa khanza tumpangi sudah terlihat, khanza menghela nafasnya karena kekasihnya juga belum menampakkan diri, khanza menunggu buss yang hampir mendekat, setelah bussnya berhenti khanza penumpang terakhir yang akan menaiki buss


Namun disaat ia hendak menaiki bussnya terdengar bunyi klakson mobil yang sangat nyaring dari arah belakang buss, khanza menoleh dan tersenyum, ia tidak jadi menaiki buss yang ada dihadapannya, ia berjalan menuju mobil itu


"Hufftt untung ku datang tepat pada waktunya" ucap daniel dan khanza tertawa


"Aku kira kamu g dateng seperti semalam sore" ucap khanza yang tiba tiba manyun


"Siapa bilang aku tidak datang?" ucap daniel, ia mulai menjalankan mobilnya


"Beneran kamu datang?Jam berapa?" khanza memotong ucapan daniel


"Aku datang tapi kantormu sudah sepi dan aku g tau harus menghubungi siapa, im sorry honey" terang daniel


"Kemaren aku menghubungiku menggunakan ponsel mbak una, coba deg liat panggilan kemaren" ucap khanza


Daniel merogoh sakunya untung mengambil ponselnya dan ia menunjukkannya kepada khanza


"Nomer yang mana sayang?" tanya daniel


"Yank ini nih" khanza menunjukkan nomer aluna kepada daniel"


"Maaf sayang kemungkinan aku dijalan kemaren karena buru buru kekantor kamu, oya aku ada kejutan" daniel tersenyum mengingat kejutna yang akan ia berikan kepada kekasihnya

__ADS_1


"Kejutan apa? Dalam rangka apa? Aku kan g ulang tahun" jawab khanza penasaran


"Kejutan itu g perlu nunggu acara apa sayang, tutup mata dulu donk" khanza menuruti ucapan daniel untuk menutupi matanya


"Bentar ya" sambung daniel ia mengambil sesuatu dijok bangku belakang, ia mengemudi dengan hati hati


"Uda sayang? Lama banget" tanya khanza


"Aku hiyug sampe tiga ya baru buka mata kamu" ucap daniel, ia telah meletakkan hadiahnya tepat didepan mata khanza


"1........2........3......" daniel tersenyum menanti ekspresi kekasihnya


"Sayaaaaaaaannnggggg" khanza terharu melihat apa yang diberikan daniel padanya


"Diiihh jangan nangis donk sayang, aku kan ngasi kejutan bukan kesedihan" ucap daniel


Khanza terkekeh, ia tidak jadi menangis karena kelakuan kekasihnya


"Aku terharuuu sayang, makasi sayang, tapi apa aku harus nerima ini?" tanya khanza


"Harus donk, aku g mau penolakan dari kamu, aku kemaren telat jemput kamu karena beli ini, harusnya kemaren aku ngasinya pas pylang kerja eh tau taunya kamu uda pulang" ucap daniel


"Maaf ya sayang kemaren aku pulang bareng mbak una, aku uda nungguin kamu sama mbak una sampe buss yang biasa kita tumpangi itu dateng, trus pas aku mau pulang naik buss mbak una dan mas atthar mau nganterin aku karena uda kemaleman katanya gitu" khanza bercerita sambil melihat hadiah dari kekasihnya


"Kenapa kamu baik banget sih sayang, sampai beliin aku yang beginian, yang biasa aja udah cukup kok, makasi banget sayang" khanza memegang tangan daniel sebentar


"Iya sayang sama sama, aku g bisa g nelfon kamu sebelum tidur, kamu tau tadi malam ingin rasajya aku kerumahmu untuk mengantarkan ponsel ini, agar kita bisa telfonan" terang daniel


Khanza tertawa mendengar cerita daniel


"Hahhaaa...dasar bucin" ucpa khanza


"Iya emang, aku bucin banget sama khanza shaqeena"


"Gombal bangeeeetttt" khanza mencubit gemesh pipi daniel dan daniel tertawa


"Sini kita foto dulu, tapi kamu hati hati ya nyetirnya" sambung khanza, dan ia mengambil gambar dirinya dengan kekasihnya


"Baguuss, ini foto pertama kita" ucap khanza senang


"Siapa bilang itu foto pertama kita?" ucap daniel

__ADS_1


"Ya ini kan memang foto pertama kita berdua"


"Coba deh kamu buka galeri" pinta daniel dan khanza menuruti daniel, ia membuka galeri diponsel barunya dan ia terkejut ternyata banyak sekali foto dirinya yang diambil daniep secara diam diam ntah kapan itu khanza sendiri pun tidak tahu


"Dasar sayang aku penguntit" khanza tersenyum malu melihat banyak foto dengan banyak gaya diponselnya


"Dan foto itu juga ada diponselku sejak lama, kalau aku kangen aku selalu melihatnya"


"G adil donk, foto kamu mana? Aku juga mau donk sebagai pengobat rindu" ucap khanza


"Baiklah nanti akan aku kirimkan yang keren keren, biar kamu g tidur malam dan kalau tidur mimpiin aku" daniel terkekeh


Khanza tertawa mendengar ocehan daniel, ia mengotak atik ponsel barunya dan tanpa sengaja ia melihat nama "Calon suamiku" diponsel barunya, sontak ia tertawa


"Cie calon suamiku, siapa yang bikin ini hahahaa" khanza menggoda daniel dan daniel juga ikut tertawa


"Memangnya salah? kan bener aku calon suami kamu" ucap daniel santai dan khanza hanya tertawa


Tak lama kemudian, mereka telah sampai didepan kantor khanza, daniel menurunkan khanza didepan lobby kantor


"Sayang sekali lagi makasi ya, kamu hati hati nyetirnya, i love you" ucap khanza tersenyum memegang tangan daniel


"Iya sayang sama sama, i love you too, ntar sore tungguin ya, aku jemput kita makan diluar udah lama g makan diluar" ucap daniel


"Oke sayang, ya uda aku turun dulu ya, daa" khanza turun dan melambaikan tangannya pada kekasihnya, ia menunggu hingga daniel menghilang dari pandangan


Khanza memasuki kantornya dan lagi lagi orang pertama yang ingin ia temui yaitu aluna sahabat sekaligus temennya, ia ingin bercerita tentang semuanya kepada aluna, ya khanza memang selalu berbagi cerita apapun pada aluna


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...


...Terimakasih readers 🥰🙏...


...Jangan lupa baca juga novel aku lainnya...

__ADS_1


..."Menunggu cinta" dan "Ameera"...


__ADS_2