Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
56


__ADS_3

Waktu dzuhur tiba, khanza dan yang lainnya diwajibkan untuk melaksanakan sholat berjamaah, begitu juga para santri dan santriwati


Sholat dzuhur kali ini diimami oleh ustadz atthar, panggilan untuk atthar dipondok pesantren, suaranya yang merdu dan wajahnya yang tampan mampu menghipnotis para wanita yang ada dipesantren


Setelah melaksanakan sholat dzuhur, khanza, ziyan dan anisa hendak kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya, namun atthar memanggilnya


"Khanza..." ucap atthar, atthar mendatangi khanza


Sementara ziyan dan anisa sedikit menjauh dari khanza dan atthar


"Ya mas..eh maaf ya pak ustadz" khanza membenarkan panggilannya


Atthar tersenyum mendengar khanza membenarkan panggilannya, mereka tidak saling menatap, khanza dan atthar lebih sering menunduk saat berbicara berdua


"G apa apa senyamannya kamu aja" ucap atthar


Khanza tersenyum sedikit mengangguk


"Ada apa mas manggilin khanza?" tanya khanza


"Oh iya, kamu sudah makan belum?"


"Sudah mas, tadi dikantin sama ziyan dan nisa" Mata khanza menangkap ziyan dan nisa yang sedang memperhatikannya, khanza pun tersenyum mengingat nisa yang menyukai atthar


"Oh ya sudah, tadi umi nanyain, katanya kalau ketemu kamu disuruh pulang untuk makan siang, lain kali kalau mau makan siang dirumah boleh pulang kok sebentar" jelas atthar


"Iya mas, lain kali khanza makan siang dirumah" ucap khanza


"Baiklah saya permisi, assalamualaikum" atthar tersenyum mengucap salam dan ia pun berlalu pergi


Setelah kepergian atthar, ziyan dan anisa menghampiri khanza, anisa langsung menanyakan appa yang dikatakan atthar kepada khanza


"Ngomong apa sih? Bikin aku cemburu deh" ucap anisa


Khanza dan ziyan langsung tertawa spontan


"G ngomong ngomong apa apa kok, ustadz atthar hanya nanyain uda makan siang apa belum" khanza sengaja menggoda anisa


"Ya Allah beruntung banget jadi khanza, ditanyain uda makan apa belum, itu dipondok ya, gimana dirumah coba, hmm makan berrsama kali ya" ziyan semakin menggoda anisa


Anisa menghela nafasnya


"Aku cemburu loh, baiklah akan aku tikung disepertiga malam, biiar lebih afdhol, aamiin ya Allah" ucap anisa dan khanza serta ziyan semakin tertawa mendengar ucapan nisa


Mereka pun kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaan yang belum mereka selesaikan


...****************...

__ADS_1


Sore menjelang, pekerjaan khanza juga karyawan pondok lainnya sudah hampir selesai, setelah melaksanakan sholat ashar semua pekerja dipondok pesantren dipersilahkan untuk pulang


Ada yang pulang kerumah yang diluar pondok pesantren dan ada juga yang memang tinggal dipondok pesantren


Khanza berjalan pulang kerumah sendirian, ia berjalan sambil mengucapkan asma Allah, sesampainya khanza dirumah ternyata dirumah kedatangan tamu yaitu ustad hasyim


"Assalamualaikum" ucap khanza mengucapkan salam


"Wa'alaikumsalam" jawab abi dan atthar begitu juga ustad hasyim


Khanza sedikit mengangguk dan berlalu menuju dapur untuk melihat umi


"Assalamu'alaikum umi" ucap khanza


"Wa'alaikumussalam" jawab umi sambil mengaduk kopi


"Ada tamu ya umi? Apa yang bisa khanza bantu umi?" tanya khanza


"Iya ada ustad hasyim didepan, dia yang mengurusi ta'aruf atthar dan aina" jawab umi


"Oh jadi namanya aina" khanza bermonolog didalam hati sambil mengangguk


"Kapan nikahannya umi?' tanya khanza ingin tahu, ia akan menyampaikannya kepada anisa besok


"Belum tahu nak, doakan saja ya semoga dipermudahkan" ucap umi tersenyum


Khanza pun kembali keruang tamu untuk mengantarkan air yang sudah dibuatkan oleh umi dan ada juga beberapa cemilan yang umi sediakan


"Silahkan diminum ustad hasyim" ucap umi yang turut duduk bersebelahan dengan abi


"Jadi gimana ustad hasyim?" tanya umi


Setelah mengantarkan air untuk para tamu, khanza kembali keruang makan, ia duduk dan mendengarkan pembicaraan keluarga abi disana, ia sangat ingin tahu dengan kelanjutan ta'aruf atthar dan aina


"Ustad bahar mananyakan kepada saya, kapan pak kiyai kembali berkunjung, ia sudah mendengar jika atthar sudah berhenti dari kerjanya dan menetap disini" ucap ustad hasyim


Abi dan umi melihat kearah atthar, atthar hanya menganggguk anggukan kepalanya


"Bukannya kemaren saya meminta waktu 2 bulan ustad?" ucap atthar


"Dan sekarang belum masuk dua bulan ustad, saya akan fokus untuk pengurusan pesantren yang sedang jauh tertinggal ustad karena abi sakit sakitan, setelah saya menyelesaikan semuanya saya akan melaksanakan tugas saya terhadap aina" sambung atthar


"Baikla nak atthar akan saya sampaikan kepada ustaad bahar nanti" jawab ustad hasyim


"Tolong sampaikan juga kepada aina jika akhir minggu ini kami akan mengadakan amal bakti untuk panti asuhan yang tidak jauh dari pesantren ini, ini brosurnya ustad" ucap atthar


"Baikla nak atthar akan saya sampaikan" ucap ustad hasyim

__ADS_1


"Terimakasih ustad" ucap atthar


Mereka melanjutkan obrolan mereka mengenai amal bakti yang akan atthar adakan, ia akan menggalang dana untuk panti asuhan tersebut, ia sudah melaksanakan sebagian dari penggalangan dana, sisanya akan dilanjutkan dengan panitia yang sudah ia tunjukkan


Khanza yang baru saja bekerja hari ini, sama sekali tidak mengetahui akan adanya acara amal bakti yang akan diadakan


Mendengar adanya amal bakti ia juga ingin bergabung dan ingin ikut untuk mengumpulkan penggalangan dana


Setelah ustad hasyim pulang dari rumah abi, khanza memberanikan diri mendatangi atthar, ia ingin menanyakan dan ikut serta dengan amal bakti dipanti asuhan nanti


"Mas atthar...." khanza memanggil atthar yang berada didepan pintu rumahnya, ia dan umi baru saja mengantar ustad hasyim sampai didepan pintu


"Ya" jawab atthar, sementara umi kembali duduk didekat abi yang jarakk diantara atthar dan khanza tidak begitu jauh sehingga abi dan umi bisa mendengar apa yang mereka bicarakan


"Maaf khanza tadi mendengar pembicaraan mas atthar dan ustad hasyim, hmmm soal amal bakti" ucap khanza sungkan


"Tidak apa apa, bicaranya duduk saja" pinta atthar dan mereka pun duduk diruang tamu, disana juga ada umi dan abi


"Apa boleh khanza mengikuti acara amal baktinya mas?" tanya khanza


"Tentu saja boleh nak, siapapun booleh mengikuti acara amal bakti tersebut, kenapa harus bertanya" jawab umi


"Umi benar, kamu boleh mengikutinya, apa kamu tidak tahu soal ini?'' tanya atthar


Khanza menggelengkan kepalanya


"Khanza tidak tahu jika tidak mendengar pembicaraan mas atthar dan ustad hasyim" jawab khanza


"Baikla mulai besok kamu akan menjadi panitia, kamu akan membantu penggalangan dana untuk panti" ucap atthar


"Oh iya khanza kan pintar sekali memasak, kenapa khanza tidak memasak saja untuk anak panti? Umi yakin seratus persen pasti anak anak panti akan senang sekali" ucap umi


"Benarkah umi? khanza boleh ikut memasak? Memasaknya dirumah apa dipanti umi?" tanya khanza dengan wajah sumringah


"Biasanya kita akan memasak dipanti, biar anak anak dan pengurus panti memakan masakan yang fresh" jawab atthar


"Apa boleh khanza dibagian konsumsi mas?" tanya khanza menatap atthar, mata mereka bertemu namun dengan cepat atthar mengalihkan pandangannya begitu juga khanza


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


Terima kasih readers


__ADS_2