Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
112


__ADS_3

Daniel melihat tangan atthar dan khanza yang saling bertaut, dan atthar pun melihat itu, ia melihat jika daniel benar benar memperhatikan ia dan istrinya terutama istrinya, sepertinya daniel belum move on dari istrinya, begitulah pemikiran atthar


"Bareng aja yuk kita juga mau keapotek ngambilan obatnya kenzo, kenzo lagi batuk pilek dan demam makanya saya bawa kesini" ucap len istri daniel dan daniel hanya mengangguk


Khanza melihat atthar dan atthar sedikit mengangguk menyetujui permintaan lena, mereka pun pergi bersama menuju apotek


Sesampainya diapotek khanza dan malena menyerahkan sebuah kertas kepada petugas apotek dan mereka diminta untuk menunggu sebentar


Khanza dan malena duduk dikursi depan dan sementara atthar sengaja memilih untuk duduk disamping daniel bersama dengan kenzo


Awalnya mereka hanya berdiam diri, tetapi sedetik kemudian atthar memulai percakapan


"Selamat sudah memiliki pendamping dan seorang anak yang lucu" ucap atthar dan daniel hanya menanggapinya dengan senyuman


"Usia berapa kenzo?" Tanya atthar lagi


"Kenzo berusia 10 bulan, tidak lama kalian menikah aku menikah dengan lena karena orang tuaku dan anak ini, aku tidak sadar jika aku melakukannya dengan lena" ucap daniel yang terkesan curhat


"Maksudnya?" Atthar sedikit bingung


"Aku tidak mencintai lena dan anak ini aku tidak sadar kapan aku membuatnya, aku rasa disaat aku mabuk, ntahlah" daniel berucap santai dan tanpa sengaja atthar beristigfar pelan


"Pantas saja dia masih melihat khanza" ucap atthar bermonolog


"Dan sekarang?" Tanya atthar penasaran


"Sekarang aku lebih menerima takdir, kenzo membuat aku sadar jika ia benar anakku karena ia sangat mirip denganku bukan?" Ucap daniel


"Ya...kalian sangat mirip, jadi awal kenzo lahir kamu tidak mengakui jika dia anakmu?" Tanya atthar dan daniel mengangguk


"Tuhan menunjukkan padamu jika ia benar anakmu, tidak ada satu celahpun dari kenzo yang tidak sama sepertimu, mata hidung bahkan bibir" atthar tersenyum memperhatikan wajah kenzo, ia batu sadar jika kenzo memang foto copyan daniel

__ADS_1


Daniel ikut tersenyum melihat atthar yang benar benar memperhatikan kenzo


"Kamu beruntung, Tuhanmu mempersatukanmu dengan istrimu melalui anak, dari tidak mencintai menjadi mencintai, ya itu tergantung padamu, jika kamu memupuknya maka cinta itu akan semakin tumbuh, jangan biarkan anakmu merasakan keluarga yang tidak utuh hanya karena obsesi ayahnya pada wanita lain, atau karena ayahnya tidak bisa melupakan masa lalunya, kasian kenzo daniel, lahir dari orang tua yang tidak saling mencintai, bagaimana jika itu terjadi padamu pasti berat bukan?, hidup di keluarga yang tidak harmonis, tidak saling mencintai dan rumah seakan seperti neraka, ayahmu tidak memperlakukan ibuku dengan baik, bagaimana menurutmu?" Ucap atthar panjang lebar


Daniel terpana dan terdiam mendengar ucapan atthar yang seolah menamparnya


"Apapun yang Tuhanmu berikan padamu baik itu yang baik atau buruk nyatanya itula yang terbaik bagimu menurut-Nya, seperti aku dan khanza, kami telah saling mencintai tapi untuk menguatkan cinta kami lagi Allah beri kami ujian yaitu belum hadirnya seorang anak dan benar saja itu membuatku semakin cinta padanya dan begitu pula sebaliknya, kami saling menguatkan dan saling berusaha lebih lagi" lanjut atthar


"Jangan sia sia kan seseorang yang rela meninggalkan keluarganya dan mengabdi padamu yang mungkin dia juga enggan untuk hidup bersamamu" atthar semakin membuat daniel sadar


"Cintailah istrimu dan ibu dari anak anakmu, karena jika kamu hanya mencintai anakmu, kelak jika dirimu sudah renta belum tentu anakmu akan menjagamu, ia juga akan punya kehidupan sendiri, sementara kamu jika bukan istri yang menjagamu lalu siapa?" Atthar tersenyum dengan ucapannya, ia melihat daniel yang terdiam terpaku melihat istrinya yang sedang ngobrol bersama khanza


"Lupakan istriku" ucap atthar, dan daniel langsung menoleh kearah atthar


"Pandanganmu terhadap istriku sungguh aku tidak menyukainya" lanjut atthar lagi


Setelah atthar berbicara inti dari apa yang ingin ia sampaikan, ia pun berdiri dan berpamitan kepada daniel


Atthar kembali kepada istrinya dan kebetulan istrinya sudah menyelesaikan pengambilan obat, mereka pun pergi untuk pulang kerumah kedua orang khanza


"Ngobrol apa aja sama istrinya daniel?" Tanya atthar kepo


"G ada mas, hanya ngobrol biasa, memangnya kenapa?" Tanya khanza


"G ada apa apa sayang" ucap atthar lega


"Cemburu ya? Iya ya?" Khanza menggoda suaminya


"Yaaa siapa tau aja kalian saling berbicara soal daniel" atthar benar benar menunjukkan kecemburuannya


"Hahahaa suamiku cemburu" khanza tertawa sembari menggadeng suaminya manja

__ADS_1


...********************...


Malam harinya atthar dan khanza menginap dirumah kedua orang tuanya, khanza pun bercerita segala keluh kesahnya ada ibunya, dan sebagai seorang ibu dan wanita ia paham ia paham betul apa yang dirasakan oleh anaknya


Ibupun menasehati khanza untuk bersabar dan berserah kepada Sang Pencipta, ibu meminta anaknya untuk menerima segala ketentuan dari Allah dengan ikhlas, Allah tahu mana yang terbaik bagi umatnya


Khanza menerima segala nasehat ibunya dan ibu bersyukur dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh khanza bahwa anaknya baik baik saja, tidak ada masalah yang serius pada khanza hanya saja khanza dan atthar harus sabar menunggu waktu itu tiba


Pagi harinya khanza dan atthar bersiap untuk pulang kepondok pesantren, atthar tidak enak hati meninggalkan pekerjaannya terlalu lama


"Bu pagi ini kami akan pulang, mas atthar harus kembali bekerja bu" ucap khanza disaat mereka sedang menyantap sarapan bersama


"Baiklah nak tidak apa apa, kasian abah jika atthar tidak ada disana" jawab ibu tersenyum


"Ibu harap kalian lebih bersabar lagi untuk menanti seorang anak, jangan terlalu dipikirkan dan memaksa, terutama kamu nak, jangan sampai kamu membuat suamimu susah hanya karena Allah belum memberimu rezeki seorang anak, akan tiba masanya jika Allah sudah berkehendak, percayakan saja semua pada-Nya" sambung ibu kembali menasehati anaknya


"Iya bu, khanza minta maaf, khanza tidak akan melakukannya lagi


"Dan kamu nak atthar jangan dijadikan beban apapun yang khanza keluhkan" kini giliran ayah pupa yang bicara


"Iya yah, InsaAllah selagi saya mampu memenuhi keinginannya akan saya berikan apapun yang dibutuhkan dan diinginkannya, namun jika tentang zuriat saya menyerah yah, itu bukan kehendak kita" ucap atthar syahdu sedangkan khanza merenung,ia berpikir betapa dirinya selalu membuat atthar kesulitan, sedangkan suaminya begitu perduli dan menjaganya


.


.


.


...Bersambung...


...tungguin besok ya reader ku sayang...

__ADS_1


__ADS_2