Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
61


__ADS_3

Sesampainya dipanti asuhan, para panitia acara amal bakti yang diadakan dipondok atthar menyiapkan acara untuk para anak anak panti disana


Sebelum memulai aktifitas mereka diacara amal bakti, panitia terlebih dahulu mengajak anak panti untuk berolahraga, mereka menghibur anak panti dengan berolahraga ringan yaitu bersenam


"Baiklah anak anak kita akan melakukan senam pagi dulu ya, dikarenakan kalian akan bermain sepuasnya hari ini, jadi sebaiknya kalian harus pemanasan terlebih dahulu supaya tidak ada yang cedera, setuju?'' ucap atthar menerangkan


"Setujuuuu" ucap para anak panti serentak


Khanza dan aina tersenyum melihat atthar yang bisa mendekatkan diri pada anak anak


"Baiklah kita akan memulai pemanasan, pemanasan kita akan dipimpin oleh ustadz dzaky, kepada ustadz dzaky dipersilahkan" ucap atthar tersenyum


Ustad dzaky adalah seorang guru olahraga dipondok pesantren milik atthar, ia mulai memimpin senam pagi ini dan anak anak sangat bersemangat mengikuti senam pagi


Setelah selesai senam pagi, khanza dan teamnya, mulai membagikan roti dan air minum kepada masing masing panitia dan anak panti


Disaat khanza memberikan roti dan air teh kepada atthar, atthar mengerutkan dahinya


"Roti dari mana?" tanya atthar


"Donatur yang memberikannya mas, Alhamdulillah" jawab khanza, atthar mengangguk dan khanza kembali membagikan roti kepada yang lainnya


Setelah melakukan pemanasan dan beristirahat, kini atthar dan beberapa panitia sibuk memasang playground yang akan jadi hiburan bagi anak panti, sementara aina dan yang lainnya mengisi acara didalam panti, mereka belajar sambil bermain, belajar berhitung, membaca dan menulis


Khanza serta teamnya, menyiapkan makanan ringan dan setelahnya ia akan menyiapkan makan siang juga pencuci mulut untuk anak panti dan panitia amal bakti, khanza lebih memilih memasak di outdoor dibandingkan indoor supaya bagi anak anak yang ingin belajar memasak khanza bisa mengajaknya memasak bersama


Atthar telah menyelesaikan pekerjaannya, kini ia hanya menunggu anak anak panti selesai belajar, atthar dan panitia lainnya duduk dihalaman panti yang teduh


Melihat atthar dan panitia lainnya duduk dibawah pohon yang ada dipanti, khanza mendatanginya dengan membawa air minum berwarna yang telah ia sediakan, khanza juga membawa makanan ringan yang ia buat


"Sudah selesai ya mas kerjanya, ini minum dulu, biar seger" ucap khanza meletekkan minuman dan cemilan


Atthar dan lainnya tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada khanza


"Kamu sudah makan" tanya atthar


"Bentar lagi aja mas khanza makan" jawab khanza


"Jangan terlalu sibuk sehingga lupa makan" pesan atthar


"Iya mas" ucap khanza tersenyum, begitu juga atthar, khanza pun berlalu meninggalkan atthar


Tanpa disadari mereka, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jarak yang tidak begitu jauh, siapa lagi kalau bukan aina


Aina hanya diam memperhatikan interaksi antara atthar dan khanza, sudah lama ia berdiri memperhatikan keduanya, ia melihat khanza dan atthar yang sama tersenyum

__ADS_1


Aina keluar karena sudah menyelesaikan pekerjaannya, tak lama kemudian anak anak menyerbu keluar melihat permainan yang telah disediakan


Selama anak anak bermain, atthar juga ikut menemani anak anak panti bermain, dan panitia lainnya juga mengawasi anak anak bermain


Sementara aina dan beberapa panitia lainnya, mengajak anak anak bermain kuis dan game yang berhadiahkan makanan ringan seperti coklat dan lainnya


Khanza tersenyum senang melihat anak anak panti bergembira, ia sesekali memperhatikan anak anak yang bermain riang sambil memasak


Khanza juga memperhatikan atthar yang berinteraksi dengan anak anak panti, atthar berbeda jika dihadapkan dengan anak anak, ia seperti bukan atthar yang tidak banyak bicara menurut khanza


Khanza terpana melihatnya, atthar benar benar bisa menyesuaikan dirinya dengan anak anak, ia bermain dan bahkan menggendong anak anak panti untuk menghiburnya


Lagi lagi khanza kagum dengan sikap atthar, dibalik diamnya atthar ternyata ada jiwa yang sangat lembut pikir khanza, khanza terpesona untuk yang kedua kalinya


Khanza kembali melanjutkan pekerjaannya setelah puas memperhatikan anak anak panti yang bermain gembira


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 wib, khanza sudah siap menghidangkan makanan yang ia masak diteras dan juga didalam panti, khanza dan teamnya akan menyiapkan semuanya sehingga anak anak panitia dan panitia bisa langsung makan setelah bermain dan tidak lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu


Melihat khanza yang kerepotan membentang karpet yang besar, atthar mendatangi dan membantu khanza, lagi lagi aina melihat itu, sehingga aina tidak fokus dengan permainan yang ia adakan


"Sini mas saja yang melakukannya" ucap atthar, atthar memanggil seorang ustad untuk membantunya


"Terimakasih mas, khanza ambil makanannya dulu untuk dihidangkan" ucap khanza dan atthar mengangguk


Semuanya sudah selesai, kini waktunya anak anak dan para panitia makan bersama, merekapun makan bersama


Khanza melihat ibu panti yang kerepotan menyuapi lima anak panti sekaligus, khanza berinisiatif untuk membantunya


"Assalamualaikum" ucap khanza tersenyum


"Waalaikusalam ustadzah" jawab ibu panti


"Panggil khanza saja bu, jangan ustadzah" ucap khanza


"Apa ibu sudah makan?" tanya khanza


"Ibu nanti saja khanza, tidak apa apa"


"Hmmm apa boleh khanza yang menyuapi mereka bu? Ibu makan saja dulu" ucap khanza menawarkan bantuan


"Nak khanza apa sudah makan?'' tanya ibu panti


"Saya masih kenyang bu, saya bantuin suapin anak anak ya bu, ibu silahkan makan saja" khanza tersenyuum lembut dan ibu panti mengangguk

__ADS_1


Tak jauh dari tempat khanza menyuapi anak anak panti rupanya ada sepasang mata yang melihatnya, yaitu atthar, ia tersenyum melihat khanza bersedia membantu ibu panti, ia tidak mementingkan dirinya yang sama sekali belum terlihat memakan sesuatu


Atthar mendekati khanza dan membantunya


"Assalamualikum anak anak" ucap atthar


"Waalaikuumussalam ustadz" ucap khanza membimbing anak anak menjawab salam atthar dan atthar tersenyum memandangi khanza


"Apa ustad boleh bergabung?" tanya atthar basa basi


"Boleh ustadz" jawab salah seorang anak yang berusia 4 tahun


"Terimakasih" ucap atthar ramah, lagi lagi tidak seperti atthar yang biasanya yang cool dan tidak banyak bicara


Atthar memangku salah seorang dari 5 anak panti, ia memangku anak yang paling kecil dan ia juga memberikan beberapa kue kepada anak anak itu


Khanza kembali menyuapi anak anak itu hingga makanannya habis, sesekali atthar membuat suapan makanan mereka seperti pesawat terbang dan anak anak tertawa riang termasuk khanza, mereka sudah terlihat seperti sepasang suami istri dengan 5 orang anak


Setelah selesai menyuapi anak anak panti makan, atthar kembali meminta khanza untuk makan sebelum datang waktu dzuhur


"Apa kamu sudah makan? Mas g pernah liat kamu makan selama disini, bahkan dari rumah tadi" ucap atthar lembut


Khanza hanya tersenyum menunjukkan gigi putihnya


"Khanza makan sebentar lagi mas" jawab khanza


"Makanlah sekarang sebelum masuk waktu dzuhur, agar bisa berjamaah" ucap atthar tanpa melihat jam ditangannya


Belum lama atthar mengatakannya, adzan dzuhurpun berkumandang


Khanza dan atthar terdiam, mereka saling pandang sesaat dan kemudian keduanya tertawa renyah, khanza menundukkan kepalanya sebagai tanda pamit dan ia berlalu untuk antrian wudhu


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...


...Terimakasih readers...


...Baca juga novelku yang lainnya ya...

__ADS_1


...Dijamin g kalah seru sama cerita khanza...


__ADS_2