Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
121


__ADS_3

Tangan khanza terangkat menyentuh inkubator perlahan, ia mengusap inkubator sambil menangis deras berharap besok lusa atau kedepannya ada keajaiban untuk kesembuhan bayinya


"Ya Allah sayang umma hiks...hiks..kamu yang kuat sayang" khanza terus menangis sambil mengusap kaca inkubator tersebut, seolah olah ia sedang mengusap tubuh mungil anaknya


"Umma dan ayah akan menemani kamu sayang hiks.. hiks..umma g akan ninggalin kamu sendirian, umma dan ayah sayang kamu nak hiks...hiks" sambung khanza


Atthar yang mendengar ucapan sendu itu pun turut menangis, ia tidak kuat melihat istrinya menangis dan anaknya yang kesakitan


"Mas apa boleh kita berikan asi ini pada anak kita?" Khanza bertanya pada suaminya


"Mas kurang tau dek, apa mas tanyakan saja pada perawatnya?" Ucap atthar dan khanza mengangguk menyetujuinya


Atthar meninggalkan istrinya untuk menemani anaknya, khanza tak kering air mata, setiap melihat buah hatinya ia terus menangis, ia tidak tega melihat anaknya seperti itu


Ia tahu jika selang selang itu sungguh menyakitkan buah hatinya, ingin rasanya ia menggantikan posisi anaknya, biarlah ia yang merasakan sakit asal jangan anaknya, namun itu semua sudah diatur oleh Allah SWT ia hanya bisa berdoa agar buah hatinya diberi kesembuhan oleh sang Maha Pemberi kesembuhan


Tak lama atthar kembali, ia tersenyum dan mengangguk


"Boleh ya mas?" Tanya khanza


"Alhamdulillah boleh dek, katanya malah bagus, karena asi antibody paling bagus untuk bayi sayang" ucap atthar dan khanza mengangguk


"Semoga dengan asi umma, anak umma cepat pulih ya hiks..hiks.. jangan lama lama disini ya sayang" khanza masih sesegukan melihat anaknya yang dipenuhi selang


"Umma pamit dulu ya nak, anak umma harus kuat agar kita segera ketemu ya sayang, umma menunggumu nak" khanza membelai buah hatinya dari balik kaca inkubator, air matanya enggan berhenti


Sakit sekali rasanya meninggalkan anaknya sendirian, ingin sekali khanza terus diruang NICU untuk menemani anaknya, namun ia juga harus beristirahat agar cepat pulih dari pasca operasinya


Atthar mendorong istrinya yang duduk dikursi roda, ia memegang bahu istrinya untuk menguatkan khanza, khanza menyambut pegangan suaminya, iapun menggenggam tangan suaminya yang berada dibahunya, mereka saling menguatkan

__ADS_1


Khanza juga tahu bukan hanya dirinya yang sakit melihat anaknya seperti itu, suaminya pasti juga sedih melihat anaknya yang harusnya bisa ia gendong namun Allah belum memberikan kesempatan itu


"Mas apakah anak kita sudah mas adzankan?" Tanya khanza


"Alhamdulillah sudah sayang" jawab atthar


"Apa mas sempat menggendongnya?" Tanya khanza lagi


"Tidak sayang, mas hanya mengadzankannya setelah anak kita diinkubator, alhamdulullah ia merespon dek saat mas adzankan, tubuhnya bergerak pelan" atthar bahagia sekali menceritakannya


"Alhamdulillah ya mas" air mata khanza kembali mengalir, ia hanya bisa menangis dan berdoa, walaupun Allah sudah memberikannya seorang bayi namun Allah belum memberikan kesempatan untuknya menggendong bayinya


"Kamu harus kuat khanza, hanya kamu dan suamimu yang kuat makanya Allah memberikan ujian yang berat ini, tenang saja sebentar lagi kamu akan naik level khanza, kuat khanza kuat, Allah beserta keluargamu ada untukmu khanza" khanza bermonolog dalam hati, ia menyemangati dirinya sendiri


Khanza telah kembali terbaring ditempat tidurnya, atthar memintanya untuk beristirahat, khanza mengangguk dan terus menggenggam tangan suaminya


"Iya sayang, Allah sayang kita dan ingatlah selalu ayat ini 'Allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya diluar batas kemampuan hambaNya' ingat itu ya sayang" atthar mencium tangan istrinya


"Jika kita diberikan ujian yang berat yang menurut kita, kita g akan sanggup, tapi kita harus ingat 1 hal sayang, Allah akan memampukan kita dalam menghadapinya sayang" sambung atthar


"Seperti sekarang ini, adek pasti g kuat bukan melihat anak kita seperti itu? Mas juga sayang, jangan lupakan mas yang lebih sakit melihat istri mas yang terus bersedih dan juga melihat anak mas yang sedang kesakitan, mas kuat karena mas berpegang padaNya, mas mengadu padaNya dan mas terus berdoa" air mata atthar tumpah, ia sebisa mungkin untuk tidak menangis didepan istrinya namun ia tidak lagi bisa menahannya


Khanza terkejut merasakan tangan yang digenggam suaminya basah, ia melihat suaminya menunduk namun bahu suaminya bergoncang, ia pun turut mengeluarkan air mata


"Maafkan khanza mas, khanza pikir khanza lah yang paling tersakiti disini, rupanya khanza masih saja egois, tidak terpikirkan sama sekali oleh khanza ternyata suami khanza lebih sakit melihat khanza dan anaknya seperti ini, maafkan adek mas" ucap khanza, ia menegakkan kepala sang suami, ia melihat suaminya yang banjir air mata, ia pun menghapus air mata suaminya


"Kita kuat sama sama ya mas, sekali lagi maafkan khanza mas, kita sama sama berdoa ya mas agar kita kuat dan anak kita cepat sembuh" khanza berusaha tersenyum


"Sini peluk dulu" ucap khanza lagi

__ADS_1


Atthar tersenyum dan langsung memeluk istrinya, ia sudah sedikit tegar karena istrinya menguatkannya


...**********...


Malam harinya keluarga khanza dan atthar berkumpul, ibu ayah ummi abi khalisa serta aluna dan baim juga hadir menemani khanza dan atthar, mereka telah bergantian melihat bayi khanza dan atthar, semua turut sedih dan iba, melihat bayi mungil tanpa dosa dipenuhi selang untuk makan dan bernafas


Namun, kesedihan mereka tidak diperlihatkan didepan khanza dan atthar, mereka tidak mau menambah beban pikiran khanza dan atthar, keluarganya hanya turut mendoakan yang terbaik bagi mereka


Waktu menunjukkan pukul 19.30 wib, keluarga atthar dan khanza baru saja selesai melaksanakan shilat isya berjamaah dikamar rawatan khanza, meskipun khanza tidak melaksanakan sholat namun khanza ikut dalam mendoakan bayinya


Tak lama selang mereka menyelesaikan sholatnya, dokter spesialis kandungan kembali mengunjungi khanza, ia memeriksa khanza dan memberikan terapi untuk khanza agar semakin membaik dan kabar gembiranya Alhamdulillah khanza suah diperbolehkan pulang besok pagi dan dokter mengijinkan khanza untuk menjenguk anaknya asalkan khanza tetap berhati hati dan mementingkan kesehatannya


Khanza dan atthar serta keluarga mereka sangat berterimakasih kepada sang dokter, meskipun mereka senang khanza diizinkan pulang namun mereka tidak cukup gembira dikarenakan bayi khanza dan atthar tetap harus tinggal dirumah sakit untuk sementara waktu hingga kondisinya benar benar membaik


Khanza dan keluarga besarnya harus legowo, itu semua untuk kebaikan anaknya, khanza dan atthar ikhlas meninggalkan anaknya sementara dirumah sakit ini, mereka berharap anaknya lekas membaik dan sehat seperti anak lainnya


Memang tidak ada jaminan untuk bayi khanza dan atthar akan sembuh setelah beberapa hari di inkubator, namun mereka tetap berharap kepada Pemilik Alam semesta yaitu Allah SWT


.


.


.


...Bersambung...


...jangan lupa like, koment dan vote...


...makasii readersku 🫢🏻...

__ADS_1


__ADS_2