Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
34


__ADS_3

"Cie cie handphone baruuuu....Baik banget calon suaminya" aluna tersenyum menggoda khanza setelah melihat dan mendengar cerita dari khanza jika daniel membelikan ponsel untuknya


Khanza tersenyum tersipu malu, ia memegang erat ponsel yang diberikan daniel dan ia letakkan didadanya


"Jadi kemaren dia telat jemput dek? Karena beliin kamu ponsel baru ini?" tanya aluna


"Iya mbak tadi dia cerita, aku aja kaget dan tadi pagi aku juga hampir naik buss mbak, kirain aku daniel g dateng jemput eh ternyata pas aku mau naik buss dia muncul klakson klaksonin aku, kek difilm film itu mbak" khanza bercerita dengan semangat


"MasyaAllah cinta banget ya dia sama kamu" ucap aluna


"Aku juga cinta banget mbak sama dia heheheee" balas khanza


"Bagus kalau saling mencintai tapi lebih bagus lagi mencintainya karena Allah" aluna mencolek hidung khanza yang sudah seperti sahabat rasa adik baginya


"Uda ah mbak mau kerja dulu" aluna mulai beranjak dari dudukannya dan ingin berpindah kemejanya


"Eh tunggu dulu mbak, maksudnya apa mbak, Mencintai karena Allah?"


"Cinta karena Allah itu adalah mencintai hamba Allah karena keimanannya kepada Allah dan ketaatannya kepada Allah SWT dan hanya mengharapkan ridho Allah semata, ada ungkapan dari Imam Nawawi 'Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kamu hilangkan agamamu dalam dirimu, maka hilangla juga cintaku ' " jelas aluna


"Paham adik kecil? Mbak kerja dulu ya" khanza terda mengangguk, dan aluna pergi menuju mejanya


...****************...


Sore menjelang, hari ini khanza tidak banyak bicara setelah mendengar ucapan dari aluna tadi pagi, ia menunggu daniel sendirian di halte buss, sementara aluna sudah pulang terlebih dulu bersama suaminya


Ucapan aluna tentang mencintai karena Allah terngiang ngiang ditelinga khanza, ia mulai memikirkannya hingga kekasihnya daniel tiba tepat didepannya, dniel membunyikan klakson mobilnya dan itu membuat khanza terkejut dan tersadar, ia pun tersenyum dan berjalan menuju mobil suaminya


"Ngelamun apa sih sayang? Sampe diklaksonin baru sadar" tanya d8aniel saat khanza sudah duduk didalam mobil


"Hmmm?? G ada sayang, uda lama kamu nungguin? Maaf ya sayang"


"G lama juga sih, heran aja liat kamu kayak ada yang dipikirkan"


"G ada sayang" khanza tersenyum tipis, ucapan aluna masih saja berseliweran dikepalanya, ia melihat daniel sejenak, seperti ingin berbicara sesuatu


"Sayang kamu uda sholat ashar belum?" tanya khanza sengaja, sejujurnya ia akui jika keluar bersama daniel ia selalu melewatkan sholatnya dan ia juga tidak menyalahi daniel karena memang ia yang lalai

__ADS_1


Daniel terhenyak dan terdiam mendengar pertanyaan kekasihnya, sudah lama ia tidak memikirkan masalah perbedaan keyakinannya, ia hanya mencoba untuk menjalaninya saja ntah sampai kapan


"Eheemm..." daniel berdehem karena ia tidak tahu jawabann


"A..aku..aku su..sudah sayang, me..mangnya kenapa?" jawab daniel gugup


Khanza tersenyum melihat kekasihnya, ia senang daniel ternyata melaksanakan sholat pikirnya


"G ada sayang, aku kepikiran aja, kalau kita keluar, jalan selalu ninggalin sholat, kata mbak una mencinta seseorang karena Allah itu lebih baik, cinta karena agama dan ketaatannya" jelas khanza tersenyum dan daniel hanya mengangguk tersenyum masam


"Kita jadi makan kan sayang?" tanya daniel mengalihkan pembicaraan


"Hayuuk makan dimana?" tanya khanza


"Kamu mau makan apa? Aku terserah kamu aja" ucap daniel tersenyum membelai kepala kekasihnya, khanza tersenyum manis


Khanza memilih makanan korea untuk makan malamnya, mereka menyantap makan malam mereka dengan suka ria


Maghrib telah tiba, daniel khawatir jika khanza mengajakmya untuk beribadah sholat maghrib, saat mendengar adzan ia meminta izin kepada khanza untuk ketoilet, lama daniel ke toilet lebih kurang 15 menit


Setelah kembali dari toilet daniel kembali duduk bersama khanza


"Iya ini mau sholat sayang nungguin kamu balik dari toilet, kamu uda sholat?" tanya khanza


"Su..sudah sayang barusan" ucap daniel tidak melihat khanza, ia bmkembali berbohong


"Mushollanya dimananya sayang? Ada mukena g ya disana?" tanya khanza


"Coba tanya kepelayan resto itu sayang" jawab daniel dan khanza pun mengangguk, ia beranjak untuk pergi ke musholla yang ada diresto


Tak terasa waktu sudah menjukkan pukul 19.30 wib, mereka segera pulang karena hari sudah malam, khanza takut ibu dan ayahnya khawatir


Daniel mulai melajukan mobilnya untuk mengantar khanza, dan tak lama kemudian mereka pun tiba dirumah khanza, daniel mengantarkan khanza tepat didepan pintu pagar rumah khanza


"Ngapain didepan sini sih sayang, ntar keliatan ayah sama ibu loh" ucap khanza


"G apa apa sayang, uda malam ini, g mungkin aku ninggalin kamu di halte, ada ada aja" jawab daniel

__ADS_1


"Oya sayang kemaren ayah dan ibu nanyain kapan kamu berkunjung lagi" khanza kembali membahas agar daniel segera membawa orang tuanya untuk menjumpai ayah dan ibu


"Sabar ya sayang, semoga secepatnya, aku juga bingung mereka belum pulang pulang" daniel kembali berbohong


"Baiklah sayang ya sudah aku pamit ntar lama lama ketauan ayah beneran, daa hati hati dijalan ya" khanza turun dan melambaikan tangannya kepada kekasihnya


Setelag mobil daniel tidak lagi terlihat, khanza segera masuk dan benar saja ia disambut oleh ayah dan ibu didepan pintu dan itu membuat khanza terkejut


"Pulang sama siapa nak?" tanya ayah lembut dan ayah menepuk kursi yang kosong disebelahnya, mengisyaratkan agar khanza ikut duduk bersamanya, khanza menurut ia duduk bersebelahan dengan ayah


"Hmmm..sa.. sama daniel ayah, daniel mengajak khanza untuk membeli ponsel ini dan kami makan sekalian malam" khanza mencari alasan yang tepat agar ayah dan ibu tidak memarahinya


"Kenapa tidak memberi kabar? Ayah dan ibu khawatir nak" ibu masih saja lembut walaupun sedang kesal


"Iya ibu maaf, maaf ayah" ucap khanza menunduk


"Kenapa daniel membelikan kamu ponsel? Jangan bergantung pada orang nak, terlebih lagi laki laki, jangan berhutang budi, kamu dan daniel belum sah menjadi suami istri dan satu lagi pesan ayah jangan terlalu sering ketemu, itu tidak baik, kamu tahukan agama kita melarang berdua duaan apa lagi dalam hubungan pacaran" ayah berceramah panjang lebar, namun tetap dengan nada yang sangat lembut, khanza hanya menunduk mendengarkan


"Yang ayah katakan benar nak, agama kita sangat melarang itu, jika ia menginginkanmu mintalah ia segera menikahimu, itu lebih baik dari pada dia membawamu kesana kemari tanpa ikatan yang jelas, usia kalian sudah sama sama matang bukan, lalu menunggu apa lagi" jelas ibu


"Iya ayah ibu, daniel menunggu kedua orang tuanya pulang dari luar kota bu, kedua orang tuanya belum pulang dari tempat saudaranya" jelas khanza


"Baikla nak kalau begitu tapi ingat pesan ibu dan ayah jangan sering bertemu itu tidak baik" ucap ibu


"Baik bu" ucap khanza


"Ya sudah kami bersih bersih dulu sana, lalu sholat" ucap ibu dan khanza menganggul mengerti, ia pun pergi menuju kekamarnya untuk membersihkan diri


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa vote, like, koment dan hadiahnya...

__ADS_1


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2