
"Apa khanza tidak salah dengar? Jika tadi abi mengatakan bahwa mas dan mbak aina belum berjodoh?" tanya khanza
"Memangnya kenapa?" atthar sengaja balik bertanya
"Apa mau menggantikan posisi aina?" ucap atthar tersenyum menggoda khanza
Belum sempat khanza menjawab, atthar dipanggil oleh petugas terapi untuk memberitahu keadaan abi saat ini
Atthar pun meninggalkan khanza yang terdiam tercengang mendengar ucapan atthar
"Ternyata pak ustad juga bisa bercanda" ucap khanza pelan namun ia tersenyum malu
Atthar kembali duduk disebelah khanza, atthar mengambil jarak dengan mengosongkan satu kursi diantara ia dan khanza
Lama khanza terdiam, ia malu untuk memulai percakapan, dan akhirnya atthar yang memulai percakapan
"Alhamdulillah abi berangsur baik, harus sering berlatih berjalan dirumah" ucap atthar tiba tiba
"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu" jawab khanza
Mereka kembali terdiam, setelah beberapa menit saling berdiam diri, atthar kembali memulai percakapan
"Apa sudah bisa melupakan masa lalu?" tanya atthar memberanikan diri
"Maksudnya mas?" tanya khanza
"Kamu...apakah sudah bisa mengikhlaskan kekecewaan yang terjadi kemaren? Soal daniel" atthar memperjelas pertanyaannya
Ia ingin mengetahui hati khanza, setelah ia menyelesaikan masalahnya dengan aina, ia akan berusaha mengisi hati khanza perlahan, namun menurutnya ia perlu tahu bagaimana hubungan khanza dengan mantan kekasihnya
"Ooohh daniel, ya begitulah mas, khanza masih berusaha untuk melupakannya" jawab khanza menunduk memainkan tangannya
"Mintalah kepada Sang Pemilik hati, yang Maha membolak balikkan hati" ucap atthar
"Iya mas, InsyaAllah khanza akan bisa melupakan daniel secepatnya"
"Aamiin" ucap atthar pelan
Setelah atthar bertanya tentang masa lalunya, kini khanza memberanikan diri untuk kembali bertanya soal atthar dan aina, ia sebegitu penasaran dengan yang diucapkan abi
"Mas...." panggil khanza
Atthar yang menunduk melihat kearah khanza sebentar
"Ada apa?" jawab atthar dan ia kembali menunduk memainkan kunci mobil ditangannya
"Kenapa abi berkata jika mas dan mbak aina belum berjodoh?" khanza menjeda ucapannya
Atthar tersenyum lebar mendengar pertanyaan khanza, kenapa ia begitu ingin tahu pikir atthar
"Apa orang yang sudah ta'aruf bisa batal mas?" Sambung khanza
__ADS_1
"Bisa saja dibatalkan dengan alasan alasan tertentu, misalnya kedua calon merasa tidak ada ketertarikan, atau hal lainnya, dan mas membatalkan ta'aruf ini bukan asal membatalkan'' jawab atthar
"Kenapa mas membatalkannya? Mbak aina kan cantik, dan soleha" ucap khanza dan atthar kembali tersenyum
"Kamu benar, aina cantik dan soleha tapi mas tidak mau menyakitinya karena suatu hal" ucap atthar
"Mas sudah melakukan sholat istikharah berulang kali, mas dihadapkan dengan dua pilihan, alhamdulillah mas mendapatkan jawabannya dan itu bukan aina" sambung atthar, ia tersenyum lembut
Khanza mengangguk mendengar penjelasan atthar, atthar sengaja menceritakannya kepada khanza, agar jika suatu hari mereka benar berjodoh khanza akan tahu jika diantara dua pilihan itu adalah dirinya
Abi yang telah selesai terapi melihat atthar dan khanza yang sedang menunggunya, benar saja sepertinya anaknya memang menyukai khanza, karena atthar sangat banyak bicara jika bersama khanza dan atthar juga sesekali tersenyum
"Kenapa mas bisa dihadapkan dengan dua pilihan? jika ada pilihan kedua kenapa harus mengingat janji kepada mbak aina? Kasian mbak aina donk mas" khanza mencerca atthar dengan beberapa pertanyaan
"Itulah rencana Allah, Allah memberikan mas dan aina ujian" belum sempat atthar menyelesaikan ucapannya, abi sudah telebih dahulu memanggil atthar
"Atthar..." ucap abi yang duduk dikursi roda dan didorong oleh petugas terapi, dan atthar menoleh kearah abi, ia dan khanza berdiri menghampiri abi
"Sudah selesai ya mas?" tanya athar pada petugas terapi
"Sudah pak, dan bapak sudah boleh pulang, kembali lagi nanti diterapi berikutnya" ucap petugas terapi
"Baik mas, terimakasih" ucap atthar
Atthar mendorong abi keluar dari ruangan terapi, khanza pun mengikutinya
"Bagaimana terapinya abi? apa merasa enakan abi?" tanya khanza
"Alhamdulillah, nanti kita sering latihan dirumah ya abi" ucap atthar
"Iya nak, biar abi bisa berjalan kembali dan tidak merepotkan kalian" ucap abi tersenyum lembut
"Abi bicara apa, atthar senang dan ikhlas bisa merawat abi, abi ladang pahala bagi atthar, abi dan umi tidak pernah merepotkan atthar sama sekali, atthar yang masih merepotkan abi dan umi dengan masalah atthar" ucap atthar panjang
Khanza tertegun dan tersenyum dengan apa yang atthar bicarakan, mereka bisa saling mengungkap kasih sayang, tidak ada malu dan gengsi diantara keduanya
Khanza berusaha menghibur keduanya yang diliputi perasaan haru
"Apa abi lapar? Kita bisa makan disana abi, sepertinya enak, makan yang berkuah" ucap khanza dan benar saja abi dan atthar teralihkan dengan ajakan khanza
"Boleh saja nak, kebetulan abi juga lapar" ucap abi
Mereka pun pergi ketempat makan yang direkomendasikan khanza, dan makan bersama
...****************...
Setelah menemani abi kerumah sakit, khanza dan atthar kembali kepondok untuk bekerja, sesampainya khanza diruangan ia pun disambut oleh kedua temannya
"Enak banget pergi bareng sama ustad atthar" ucap anisa
"Nemenin abi kerumah sakit anisa, jangan cemburu gitu donk, eh aku ada kabar baik lo" ucap khanza, ia ingin menceritakan tentang atthar yang membatalkan ta'arufnya
__ADS_1
"Apa apa? kabar baik apa?" jawab anisa dan ziyan
Khanza terdiam sejenak, ia berpikir jika atthar belum menyelesaikan masalahnya dengan mbak aina, sehingga ia tidak berhak menceritakannya kepada siapapun
Khanza berpikir keras, hal apa yang akan ia katakan kepada temannya, ia sudah terlanjur mengatakan jika ada kabar baik
"Mmm kabarnya adalah" khanza mengulur waktu untuk memikirkan apa yang akan ia sampaikan
Kabarnya minggu ini orang tuaku akan menjengukku, yaaa...itulah kabarbaiknya" ucap khanza, tiba tiba saja ia terpikir akan hal itu
"Aku akan mengenalkan kedua orang tuaku kepada kalian, teman baruku" lanjut khanza
"Kirain soal ustad atthar" ucap anisa
"Hahahaa...ngarep banget kamu" ucap ziyan
"Iya nih dikit dikit ustad atthar, dikit dikit ustad atthar" sambung khanza
Mereka melanjutkan obrolan mereka dan tibalah saatnya adzan dzuhur berkumandang, khanza dan teman temannya bersiap untuk mengikuti sholat berjamaah dimasjid yang ada dipondok pesantren
Setelah melaksanakan sholat berjamaah dimasjid yang diimami oleh atthar, khanza dan teman temannya lanjut kekantin untuk makan siang, disaat khanza hendak beranjak menuju kantin atthar yang baru saja keluar dari masjid melihat khanza dan ia memanggilnya
"Khanza...." ucap atthar
"Ya mas, eh... ya pak ustad" ucap khanza, ia membenarkan panggilannya karena tidak enak didengar oleh yang lainnya, atthar hanya tersenyum
"Kalian duluan saja tidak apa apa" ucap khanza kepada temannya yang menunggu dan mereka mengangguk kemudian berlalu meninggalkan khanza
"Ada apa mas?" tanya khanza
"Apa kamu tidak pulang makan siang?" tanya atthar
"Boleh mas, apa mas juga pulang untuk makan siang?" tanya khanza
"Iya, mas akan pulang makan siang, umi sudah masak banyak" ucap atthar
"Baiklah mas" jawab khanza dan mereka berjalan menuju kerumah
Seperti biasa, dikarenakan mereka hanya jalan berdua saja, atthar meminta khanza untuk berjalan didepan dan ia mengikuti khanza dari belakang
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Nantikan lagi besok ya readers...
__ADS_1
...Terimakasih ...