
"Kenapa tertawa? Mas beneran modus ya?" khanza memutar tubuhnya menghadap suaminya, ia memicingkan matanya
Ia kaget atthar hanya memakai celana sependek lutut, dan baju kaos oblong
"Mas pake baju dalem kok tapi kenapa mua nya juga disuruh keluar?" tanya khanza lagi
"Ya biar bisa berduan sama kamu" ucap atthar yang lagi lagi menggoda istrinya, ia berbicara sambil memakai baju pengantinnya
Khanza tersenyum digoda suaminya
"Ternyata aslinya suka becanda ya mas, g secuek yang dilihat diluaran" ucap khanza
"Becandanya sama istri aja, halal, kalau becandanya sama yang lain ntar ceweknya kebawa perasaan dan menduga jika mas menyukainya" ucap atthar dan khanza mengangguk
"Cewek itu lebih ke memakai hatinya dalam bertindak dan laki laki mendahulukan pikirannya" terang atthar, khanza mengangguk membenarkan
Atthar sudah memakai bajunya lengkap hanya tiinggal aksesorisnya saja yang belum terpasang
"Mas uda selesai make bajunya? Jika sudah khanza panggilin mua nya ya" ucap khanza
"Sudah dek, tapi nanti adek ya yang makein aksesoris dibaju mas, mas g nyaman deket deket yang lain" pinta atthar iba
"Hahaha...iya iya mas" khanza beranjak dari dudukannya dimeja rias, ia memanggil mbak mua untuk kembali masuk kekamar
"Mbak, suami saya apa sudah selesai? Atau masih ada aksesoris yang digunakan?" tanya khanza pada mua, atthar tersenyum mendengar khanza memanggilnya dengan sebutan suami, ia duduk menunggu dipinggiran tempat tidur
"Masih mbak, akan ada aksesoris lainnya" jawab salah satu mua
"Apa bisa saya yang memakainya? Karena suami saya kurang nyaman jika mbak yang memakainya" ucap khanza
Mua tersenyum dan memperbolehkan khanza memakai aksesoris untuk suaminya
"Tapi kita touch up dulu ya mbak khanza, jadi nanti tinggal ganti baju aja mbak, biar cepet" pinta mua
Khanza menyutujui permintaan mua, dikamar ia melepaskan burkanya, atthar terus memperhatikan istrinya yang sedang memperbaiki make upnya, ia melihat istrinya tanpa berkedip dari balik kaca
Khanza yang sesekali melirik suaminya merasa grogi ditatap oleh suaminya, atthar menatap istrinya hingga istrinya selesai memperbaiki make upnya, jangan ditanya bagaimana perasaan khanza ditatap oleh suaminya, ia terus saja menghindari tatapan suaminya karena grogi
"Ini mbak yang harus dipakaikan kebaju suaminya, nanti pemasangan kain tenun saya bantuin ya mbak" ucap salah satu mua, khanza tersenyum dan bangun dari duduknya
__ADS_1
Khanza mulai memasang aksesoris seperti pin dipakaian suaminya, khanza melihat suaminya terdiam, ia grogi memasangkan bross dibaju suaminya dan atthar menaikkan alisnya bertanya kepada khanza
"Aku..... Aku pakein ya mas" ucap khanza, suaminya tersenyum lebar dan mengangguk, ia membentangkan kedua tangannya pasrah, mua terkekeh melihat tingkah sepasang pasangan halal ini
Khanza mulai mendekatkan wajahnya keleher atthar, ia mencoba memasangkan bross untuk baju suaminya, wajah mereka sangat dekat hingga nafas atthar berhembus diwajah istrinya
Jantung keduanya berdetak kencang, kedua merasa gugup, terlebih lagi atthar, ia yang semulanya senang menggoda istrinya kini ia lah yang menjadi salah tingkah
Atthar menunduk melihat kebawah, dan kepala mereka terbentur pelan, khanza kaget dan melihat suaminya
"Maaf maaf dek, mas g sengaja" atthar mengusap kepala istrinya, mua kembali terkekeh melihat keduanya
Khanza mengangguk dan juga mengusap kepalanya, ia kembali memasangkan aksesoris dibaju suaminya
"Mas liat keatas aja ya" ucap khanza dan atthar mengangguk
Setelah selesai mua membantu khanza untuk memakaikan kain tenun pada atthar, setelah semuanya selesai, mua meminta khanza untuk berganti baju, khanza melihat kearah atthar yang sedang duduk menunggunya dipinggiran tempat tidurnya
"Kenapa liatin mas begitu" tanya atthar
"Khanza mau ganti baju mas, mas liat kesana dulu ya, jangan ngintip" ucapan khanza membuat atthar terkekeh
Khanza selesai memakai baju resepsinya, ia hanya akan menambahkan burkanya saja, atthar tersenyum melihat istrinya yang begitu cantik dan kecantikannya hanya ia yang bisa melihatnya
Tak lama mereka pun keluar untuk menemui para undangan yang hadir, acara sudah dimulai, diacara pernikahan khanza dan atthar tidak ada musik yang dibunyikan, yang ada hanyalah shalawat
Keluarga ustad bahar terlihat menghadiri acara khanza dan athar dan aina juga turut hadir, khanza melihat aina yang sedang makan di tenda undangan
"Mas, ada mbak aina, khanza jadi g enak mas" khanza berbisik pada atthar
"Tidak apa apa, aina sudah tau sejak awal kok, mas tidak berjodoh sama aina, jodohnya sama kamu" ucap atthar melihat istrinya
"Tapi mas...." belum selesai khanza berbicara, atthar memotong ucapan khanza
"G apa apa dek, semua sudah diatur sama Allah bukan? Jika bukan jodohmu sekeras apapun kau berusaha ia tetap tidak akan menjadi milikmu dan sebaliknya, jika sudah berjodoh sejauh apapun akan tetap menjadi milik kita" terang atthar
"Seperti kamu yang tiba tiba datang untuk tinggal dipondok dan seperti mas juga yang berhenti dari pekerjaan mas dikota, kita dipertemukan Allah melalui masalah kita masing masing hingga kita berakhir disini" sambung atthar
Khanza menatap suaminya tersenyum, yang suaminya ucapkan benar, ia dengan masalahnya besama daniel dan atthar menetap dipondok karena ingin menjaga abi
__ADS_1
Khanza tersenyum memikirkan betapa dengan mudahnya Allah mengatur sesuatu yang Ia kehendaki, ia juga membayangkan dirinya yang dulu yang belum berhijab, dan Allah dengan mudahnya membolak balikkan hatinya hingga ia berpenampilan seperti sekarang ini berhijab dan memakai niqab
Para undangan satu persatu naik kepelaminan untuk memberikan doa restu kepada pengantin, dan tibalah keluarga ustad bahar yang akan memberikan doa restunya
"Selamat atthar dan khanza, saya doakan kalian akan menjadi keluarga yang sakinnah, mawaddah, dan warahmah, bahagia hingga kesyurganya Allah" ucap ustad bahar
"Aamiin terimakasih ustad doanya" jawab atthar
Aina sedikit terkejut melihat perubahan khanza yang memakai niqab, ia kagum dengan khanza yang dengan mantap dan yakin merubah dirinya jauh menjadi lebih baik, terlebih lagi mendapatkan suami yang paham tentang agama sehingga bisa membimbing dirinya menuju ridho Allah
"Selamat ya khanza, doa yang terbaik untuk kamu dan suamimu" ucap aina, ia melihat atthar sejenak, lalu kembali melihat khanza
"Kamu cantik sekali dengan niqab mu, saya jadi merasa malu dengan diri saya sendiri, sudah lama ingin berniqab namun masih menundanya" ucap aina
"Aamiin terimakasih mbak, jangan malu begitu mbak, justru khanza yang malu ilmu agama khanza belum sebanyak mbak" ucap khanza tersenyum
"Kalau soal ilmu kamu bisa belajar kepada suamimu yang paham tentang banyak hal agama, sementara untuk berniqab harus dengan niat dan keyakinan yang mantap, kamu hebat khanza, mbak doakan kamu istiqomah" sambung aina
"Aamiin mbak terimakasih" ucap khanza dan mereka berpelukan
Aina juga mengucapkan selamat pada atthar dan atthar menanggapinya dengan dengan kata terimakasih dan sedikit senyuman serta anggukan kepala
Jika diluar atau bersama keluarganya atthar kembali menjadi atthar yang pendiam dan terkesan dingin dan cuek, ia tidak begitu banyak bicara
Berbeda jika ia hanya berdua saja bersama khanza, khanza memperhatikan hal itu dan ia tersenyum namun sedikit heran, kenapa suaminya bisa menjadi dua kepribadian seperti itu pikir khanza
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya...
...Maaf upnya kemaleman...
...Terimakasih readers...
__ADS_1