
Weekend telah usai, kini tiba masanya lima hari kedepan akan menjadi hari sibuk bagi semua orang, pasalnya hari senin hingga jumat adalah waktunya bekerja pergi pagi pulang malam
Begitu juga dengan khanza, ia menjalani hari seperti biasanya, pagi membuat sarapan, berberes rumah, dan bersiap untuk kerja, tidak lupa ia pamit kepada orang tuanya terlebih dahulu
Khanza sudah menunggu di halte buss, ia menunggu lebih kurang 10 menit, ia menunggu sambil memainkan ponselnya, cukup lama ia memainkan ponselnya, ia tidk mempeehatikan orang orang disekitarnya
Tengah asik bermain ponsel tiba tiba ponsel khanza dirampas dan dibawa lari, khanza kaget namun tidak berkata kata, ia hanya melihat dengan tangan yang seolah olah hendak menggapai
"Copeeet" ucap khanza mengerutkan dahinya, ia baru sadar jika ia telah dicopet, tidak ada seorang pun yang membantunya mengejar pencopet itu, karena memang dihalte yang ia tempati tidak begitu ramai yang menunggu
Tak lama daniel pun sampai dihalte buss untuk menjemput kekasihnya, ia membunyikan klaksonnya dua kali dan khanza pun melihat kearah mobil yang berhenti tepat di depannya
Khanza memasuki mobil dengan wajah cemberut
"Jangan cemberut gitu donk, maaf aku telat sayang, macet soalnya" ucap daniel merasa merasa bersalah melihat kekasihnya cemberut, ia mulai menjalankan mobil
"Bukan itu yank, itu sih g apa apa aku ngerti" ucap khanza pelan
"Terus apa donk? Kenapa pagi pagi cemberut? Ntar cantiknya berkurang sayang, eh tapi g denk malah nambah" gombal daniel memotong ucapan khanza dan itu sukses membuat khanza tersenyum
"Iiiih jangan gombal deh pagi, aku lagi kesel ini, aku kecopetan yaaannk" ucap khanza merengut
"What?!! Dicopet? Terus kamu g apa apa? Ada yang luka?" tanya daniel panik
"Aku g apa apa sayang, cuma...."
"Beneran g apa apa?" daniel kembali memotong ucapan khanza ia benar benar panik melihat khanza
Khanza mengangguk tersenyum tipis kearah daniel, daniel mulai tenang dan ia mengusap kepala khanza
"Ya uda g usah dipikirin, ntar ada gantinya, sekarang kamu kerja yang baik ya" daniel kembali tersenyum melihat kekasihnya
Khanza kembali tersenyum kearah daniel
"Senyumnya yang bener donk sayang, kan cuma ponsel kamu yang hilang bukan aku" ucap daniel menggoda khanza agar khanza menjadi lebih baik
"Kalau aku yang hilang gimana? Kamu sedih g?" sambung daniel mengalihkan perhatian khanza
"Ya jauh lebih sedih lah sayang, tapi kan beda ponsel itu belinya susah loh, aku harus nabung dua bulan dulu" jawab khanza sedikit memanyunkan bibirnya, daniel tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya
"Itu bagus, dan masalah handphone kamu g usah pikirin ntar ada gantinya kok, sekarang nona ku g boleh sedih lagi, ok" ucap daniel mencubit gemas pipi khanza dan khanza menganggul setuju
__ADS_1
Tak lama kemudian daniel telah sampai mengantar khanza tepat didepan kantor tempat khanza bekerja, merekapun berpisah, dan khanza menaiki lift menuju keruangannya
Seperti biasa, yang pertama kali ia temui adalah aluna, ia ingin menceritakan apa yang ia alami pagi ini
"Mbak unaaaa aku dicopet mbak" ucap khanza mengadu
"Astagfirullah dek, kamu g apa apa?" aluna melihat kesekeliling tubuh khanza
"Aku g apa apa mbak, tapi ponsel ku hilang huhuhuhuuuu" khanza duduk melemas
"Ponsel aja?" tanya aluna santai
"Iya mbak tapikan belinya susah mbak, kudu nabung" jawab khanza merengek
"Hahahaa...nanti akan Allah ganti sama yang lebih bagus, udah g usah cengeng gitu, uda gede juga" aluna menggoda khanza
"Mbaaaaakkkk" ucap khanza merengek dan aluna hanya tertawa terkekeh
"Eh mbak gimana lamaran mas atthar kemaren?" sambung khanza yanh tiba tiba saja bertanya
"Cepet banget berubah moodnya" ucap aluna
"Penasaran mbak, pengen tau aja ta'aruf seperti apa? Sepertinya menyenangkan ta'aruf, apa aku masih bisa ta'aruf mbak? Hehee"
"Trus kapan mas atthar meridnya mbak?" .
"Diusahakan secepatnya kemaren atthar meminta waktu dua bulan, tapi dia usahain secepatnya, semoga aja bulan depan uda kelar kerjaan atthar jadi bisa langsung nikah" doa aluna
"Aamiin, semoga ya mbak, aku jadi pengen ta'aruf hehehee...trus trus mbak gimana calon mas atthar?" tanya khanza lagi
"Cantik dek, sama kayak kamu, dia berhijab dulunya alumni pondok abi, dan ayahnya temen dekat abi, alhamdulillah masih dapat yang kenalan"
"Alhamdulillah ya mbak, semoga dimudahkan segalanya" doa khanza
"Kamu gimana sama daniel?"
"Ntahla mbak, orang tuanya masih belum pulang dari luar kota kerumah saudaranya gitu ada acara jadi belum bisa kerumah, aku maunya secepatnya mbak, g nambah dosa ketemu tiap hari, tapinya gimana" khanza berucap murung
"Sabar aja mbak doakan secepatnya ya" ucap aluna, khanza mengangguk setuju
Sore harinya khanza dan aluna terlihat sedang menaiki lift, mereka sudah menyelesaikan pekerjaan mereka dan terlihat seseorang sedang menunggu aluna didepan lobby, merekapun berjalan menuju lobby
__ADS_1
"Kenapa mbak dijemput mas atthar?" tanya khanza
"Oh iya atthar yang jemput, mas baim kemana ya?" aluna mengeluarkan ponselnya, ia ingin melihat apakah ada pesan dari suaminya baim yang absen menjemputnya hari ini
"Mas baim ada meeting ternyata, kasian si atthar uda sibuk masih aja direpotin masnya" sambung aluna
"Baik banget mas atthar nurut ama mas baim ya mbak"
"Itula mereka dek, saling menghormati dan menyayangi, mbak aja salut, hebat didikan abi dan umi" jawab aluna dan khanza mengangguk tersenyum
"Oya mbak weekend ini kalau g kemana mana temenin aku ya ke pusat perbelanjaan"
"Iya ya dek, maaf ya kemaren g bisa, minggu ini mbak usahain bisa, keknya mbak g ada kemana kemana deh"
"Makasi mbakku" khanza merangkul aluna dan itu membuat aluna tersenyum
Mereka sampai di lobby dan menemui atthar
"G sibuk thar jemputin mbak?" tanya aluna dan khanza hanya mendengarkan, ia hanya tersenyum tipis kepada atthar sebagai tanda ia menyapa atthar
"G lah mbak, hari ini kebetulan g lembur" jawab atthar, atthar melihat khanza sekilas
"Ya sudah yuk, kamu mau bareng dek?" tanya aluna pada khanza
"Hmmm g deh mbak takutnya daniel jemput bentar lagi, ntar kasian dia" jawab khanza
"Atau g pastiin aja dulu, hubungi danielnya bisa jemput g? Ni pake ponsel mbak aja, hafal nomernya kan? Hafal donk" ucap aluna menggod khanza
Khanza tersenyum dan mengambil ponsel dari tangan aluna
"Bentar ya mbak" khanza sedikit menjauh menghubungi daniel
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa vote, like dan koment...
__ADS_1
...Maaf uda lama g upload lagi sibuk pindahan alhamdulillah sudah selesai 🥰🙏...