
"Benar? Apa mas sudah sepenuhnya mengisi hati istri mas yang solehah ini? apa yang lalu benar benar sudah tersingkirkan?" tanya atthar, ia ingin meyakinkan hatinya dan hati istrinya jika mereka berdua sudah saling mencintai dan menyayangi
Disaat khanza hendk menjawabnya, mereka sudah tiba didepan pintu masjid dan khanz menunda jawabannya
"Kita sholat dulu ya mas" ucap khanza dan atthar mengangguk tersenyum
Atthar sempat berpikir jika istrinya masih memikirkn masa lalunya, karena ia tidak menjawab pertanyaan yang ia ajukan
Setelah selesai sholat, khanza menunggu suaminya, kali ini tidak begiti banyak santri atau santriwati yang menunggunya ntah karena apa
Atthar mengajak istrinya pulang, namun ada yang aneh dengan atthar, ia tidak menggandeng istrinya, khanza tersenyum karena ia berpikir suaminya ngambek dan berpikir jika ia masih mengingat daniel
Khanza menggandeng tangan suaminya, dan atthar tersenyum, khanza sengaja tidak menjelaskan apapun ada suaminya hingga mereka tiba dirumah
Saat sudah berada dirumah, khanza mengganti bajunya didepan suaminya, ia sudah tidak begitu malu seperti dulu lagi sejak ia menyerahkan seluruh miliknya dan kewajibannya pada suaminya
Khanza mendekati suaminya yang sedang sibuk membaca disandaran dipan tempat tidurnya, khanza duduk disamping suaminya, ia mengambil buku suaminya dan menutupnya
"Ada yang ngambek nih?" ucap khanza menggoda suaminya
"Kenapa ditutup sih dek? Kan mas mau baca" ucap atthar menatap istrinya
"Siapa yang ngambek?" sambung atthar tetap tenang
"Tuh kan beneran ngambek, yang pertama g manggil sayang, yang kedua g mau gandengan dan yang ketiga diam diam bae" ucap khanza yang semakin menggoda suaminya, ia mencolek dagu suaminya sehingga membuat atthar tersenyum
"Nah gitu senyum, itu baru suami aku yang ganteng" ucap khanza yang semakin membuat suaminya tersenyum
Atthar mendekatkan dirinya tepat dihadapan istrinya, jarak mereka hanya sekitar 5cm
"Trus kalau mas ngambek istri ini mas mau apa?" sekarang giliran atthar yang menggoda istrinya, khanza menjadi sedikit grogi, ia tersenyum malu
Khanza mencoba membernikan dirinya, ia mengalungkan kedua tangannya dileher suaminya
"Dihati aku ini sudah full ampe berlimpah dengan yang namanya atthar, jadi g ada nama lain lagi selagi atthar" khanza tersenyum menjelaskan apa yang masih menjadi tanda tanya bagi suaminya
__ADS_1
"Yang khanza dapati dari suami khanza sudah sangat cukup dan bahkan berlebih, cinta dan kasih sayang mas kepada khanza membuat khanza tidak mempunyai alasan untuk mengingat masa lalu" sambung khanza
Atthar tersenyum senang mendengarnya, ia menyatukan keningnya dan istrinya
"Terima kasih sayang, mas akan menjadikanmu bidadari mas didunia ini dan disurga nanti" ucap atthar dengan penuh kelembutan, ia membelai istrinya dengan penuh kasih sayang lalu menciumnya dan hal yang diinginkan pun terjadi
Atthar membuat istrinya mandi dua kali pagi ini, mandi wajib yang menyenangkan, keduanya sangat bahagia mereka sudah seperti sepasang suami istri yang sebenarnya
...****************...
Keesokan harinya, atthar dan khanza sudah menjalani harinya seperti biasa, mereka bekerja seperti semula, khanza dan suaminya bangun disubuh hari untuk melaksanakan kewajibannya, sholat sunnah tahajud, dan sholat subuh
Setelah smua kewajiban terlaksana, khanza menyiapkan sarapan paginya dan ia juga memasak untuk makan siang nanti, seperti biasa atthar selalu membantunya, atthar sangat mengerti bagaimana cara memuliakan seorang istri dan memanjakannya
Kanza merasa bersyukur karena Allah SWT menentukan takdir yang sangat indah untuk dirinya, sehingga ia berpikir tidak ada lagi yang akan ia minta kepada Allah karena segalanya telah Allah penuhi bahkan tanpa ia memintanya, seperti yang kita tahu Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan dan apa yg terbaik untuk kita, sehingga tidak memintapun Allah akan memberinya
Namun, meskipum seperti itu, tentu kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, sehingga tidak meminta apapun kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat senang jika mendengar hambanya berdoa dan meminta
"Mas ayo sarapan, ntar telat loh" ajak khanza
Masih sama seperti permintaannya yang lalu, jika atthar ingin setiap kali makan ia akan makan sepiring berdua dan menyuapi istrinya, dan khanza bahagia akan hal itu
Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka pergi utuk bekerja, diperjalanan kekantor yang tidak begitu jauh dari rumah, atthar tetap menggandeng tangan istrinya, ia tidak segan segan dilihat oleh seluruh penghuni santri, khanza yang merasa jadi pusat perhatian tersenyum menunduk malu
"Mas diliatin banyak orang loh" ucap khanza
"Ya g apa apa donk sayang, kita kan pasangan halal, orang yang belum halal aja banyak yang pamer kok, kita halal g perlu malu donk" atthar berucap yakin
"Iya tau masku sayang, tapi ini kawasan pesantren mas, g enak donk diliatin" khanza masih memberikan alasnnya
"G apa apa sayang, mas mau nunjukin kalau mas sudah menikah dan ini istri mas yang paling solehah dan cantik, siapa tahu ada penghuni pesantren yang belum tau jika kita udah menikah" atthar memandang istrinya dan mengedipkan sebelah matanya
Khanza kehabisan alasan untuk menyangkalnya, ia hanya tersenyum dan malu karena pagi ini benar benar surprise, ia menjadi pusat perhatian satu santri, baik itu santri laki laki atau pun santri perempuan
"Dasar pak ustad tukang pamer" ucap khanza bercanda dan itu membuat atthar tertawa, para santriwati yang melihat atthar tertawa terpana, jika diam saja atthar sudah begitu tampan, apa lagi jika tertawa
__ADS_1
Para santri memandang khanza iri, mereka sangat mengagumi ustadz atthar, ustad tertampan di pesantren
Atthar mengantarkan istrinya keruangannya, disana sudah ada ziyan dan anisa, khanza melihat anisa yang menatap suaminya, khanza memiliki ide, ia akan menjahili anisa
"Mas...ini kan staf mas, kenalin dulu donk" ucap khanza istrinya, ya setau khanza mereka tidak pernah berhubungan langsung pada atthar, mereja melewati beberapa tahap jika ingin mengajukan berbagai macam ajuan pekerjaan ataupun cuti
Atthar tersenyum dan mengangguk, ia masuk sebentar menyapa staf sekaligus teman dari istrinya
"Assaamualaikum" ucap atthar tangannya masih menggenggam tangan istrinya
Khanza memegang lengan suaminya dengan tangan yang satunya
"Ini sahabat khanza disini mas, mereka sangat baik, dan oya anisa termasuk salah satu fans mas, fans berat" ucap khanza tanpa merasa bersalah
Anisa yang mendengarnya sangat malu sekaligus marah, ia mengerutkan dahinya
"Asslamualaikum anisa, salam kenal" ucap atthar sedikit mengangguk
"Waalaikumsalam pak ustad, khanza hanya bercanda pak ustad" sementara khanza hanya tersenyum mendengar kegugupan anisa
"Nah yang ini ziyan mas" ucap khanza seraya memperkenalkan temannya
Ziyan yang kalem hanya tersenyum seadanya, mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya
"Baikla sayang mas kerja dulu ok, anisa dan ziyan tolong liatin istri saya ya" ucap atthar lembut BBM
Ziyan dan anisa menganggu setuju
.
.
.
...Bersambung...
__ADS_1
...Terimakasih readers🥰...