Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
76


__ADS_3

"Assalamualaikum mas atthar, ini khanza mas, apa mas sibuk? Apa khanza boleh bertanya sesuatu?" tulis khanza


"Wa'alaikumussalam khanza, Alhamdulillah mas tidak sibuk, mau bertanya apa?" balas atthar tersenyum


Khanza melihat ponselnya yang berdenting petanda ada pesan yang masuk diponselnya, ia diam memikirkan bahasa yang baik untuk membalas pesan dari mas atthar


"Apa benar apa yang mas bicarakan kepada kedua orang tua khanza? Mereka sudah menyampaikannya pada khanza" tanya khanza ragu


"Kenapa? Apa kamu tidak mempercayai ayah dan ibu?" Atthar tersenyum membaca pesan dari khanza


"Bukan begitu mas, khanza hanya ingin meyakinkan diri khanza saja" Balas khanza lagi


"Lusa mas akan datang kerumahmu bersama abi dan umi, mari kita bicarakan bersama keluarga kita" tulis atthar


Jantung khanza berdegup kencang, ia tidak menyangka jika atthar akan bertindak cepat, ia berdiri dan mondan mandir memikirkan balasan pesan untuk atthar


"Kenapa secepat itu mas" tanya khanza lagi


"Jika bisa dipercepat kenapa harus berlama lama? Bukankah hal yang baik harus disegerakan?'' balas atthar tersenyum


"Baiklah kalau begitu" ucap khanza pasrah


Atthar dengan senang hati membaca pesan khanza yang seolah pasrah dengan keadaan, ia tersenyum lebar


"Baiklah, sampaikan kepada ayah dan ibu jika mas dan keluarga akan berkunjung lusa, assalamualaikum" atthar mengakhiri berbalas dengan calon istrinya, ia tersenyum lebar


Ia berjalan menuju keruang tengah dimana umi dan abi sedang bercengkrama berdua


"Umi, abi, apa bisa kita lusa kerumah khanza?" tanya atthar


"Memangnya sudah dapat kabar dari aorang tua khanza?" tanya umi


"Khanza mengirim pesan kepada atthar umi, ia tidak percaya jika atthar melamarnya, kedua orang tua khanza sudah membicarakannya pada khanza" ucap atthar lagi


"Lalu tanggapan khanza bagaimana? Apa dia setuju?" tanya abi


"Atthar belum tau abi, tapi jika dilihat dari pesan yang ia kirim ia tidak ada penolakan darinya, ia hanya tidak percaya saja jika atthar telah melamarnya" ucap atthar tersenyum mengingat pesan dari khanza


"Jika benar khanza menerimamu, Alhamdulillah nak, kita harus mensegerakannya, jangan lagi berlama lama" umi menasehati anaknya


"Baik umi, jadi apa bisa kita lusa kesana? Atthar sudah terlanjur mengatakannya kepada khanza"


"Baiklah nak, lusa kita akan kesana" ucap abi

__ADS_1


"Baik abi, umi terimakasih" atthar tersenyum kembali memasuki kamarnya


...****************...


Berbeda dengan atthar yang tersenyum senang akan berkunjung kerumah calon istrinya, khanza justru panik mendengar jika lusa mas atthar dan keluarganya akan berkunjung kerumahnya


Ia membuka pintu kamarnya dengan sedikit keras sehingga ayah dan ibu sedikit terkejut, ia terburu buru berjalan menuju keruang keluarga tempat kedua orang tuanya bersantai


"Ibu....ayah.....mas atthar...." ucap khanza duduk disebelah ibu


"Kenapa dengan atthar nak?" ucap ibu panik, ibu sudah berpikir yang bukan bukan melihat kepanikan anaknya


"Mas atthar mau kesini buk lusa, sama abi dan umi, gimana donk buuuu" khanza masih saja panik


"Loh memangnya kenapa? Dari mana kamu tahu nak?'' tanya ayah


"Bagus donk jika atthar dan kelurganya disini, toh kamu juga sudah setuju kahn, jadi lebih cepat lebih baik" sambung ibu


"Tadi khanza berbalas pesan dengan mas atthar, khanza hanya bertanya saja eh tiba tiba dia mau kesini lusa" jawab khanza


Ayah dan ibu tertawa melihat kepanikan anaknya, khanza terlihat seperti seseorang yang sedang grogi


"Baiklah ayah akan menghubungi abi dulu kalau begitu" ucap ayah


Ayah beranjak dari dudukannya mengambil ponselnya dikamar, lama ayah berada dikamar, sedangkan khanza masih terlihat panik dan hanya diam saja


"Kenapa harus malu? Memangnya kamu bicara apa tadi sama atthar sampai malu begitu" tanya ibu


Khanza pun menceritakannya kepada ibunya


"Hahahaaa...bagus donk, itu baru namanya laki laki, gentleman, jika perempuannya tidak percaya dan tidak yakin, ia langsung datang kerumah dan membicarakannya" bela ibu


Terlihat ayah yang sedang berjalan keluar dari kamarnya untuk kembali bergabung bersama ibu dan khanza


"Alhamdulillah lusa abi dan keluarga beneran kesini bu, kita harus bersiap siap besok" ucap ayah yang baru saja menghubungi abi


"Baikah, besok kita belanja yah untuk tamu kita lusa, dan kamu jangan kemana mana, jika ingin bertemu daniel untuk menyelesaikan masalahmu sebelum menikah dengan atthar, mintalah atthar menemanimu, ia calon suamimu dan ia berhak untuk tahu" ucap ibu menasehati anaknya dan khanza mengangguk


"Iya nak, sebaiknya kamu bertemu daniel bersama atthar, kamu harus menyelesaikan masa lalu mu dan terbuka pada calon suamimu, agar tidak ada masalah dikemudian hari nanti" ucap ayah


"Iya ayah, khanza akan melakukannya, ucap khanza berdiri danberjalan menuju kekemarnya


...****************...

__ADS_1


Tibalah harinya dimana keluarga atthar akan mengunjungi keluarga khanza, sejak pagi ayah dan ibu sibuk menyiapkan berbagai hidangan, khanza juga membantu ibu membuat makanan dan beberapa macam kue


Ibu sangat senang menyambut keluarga atthar yang akan berkunjung, ini kali pertamanya abi dan umi berkunjung kerumah mereka, jadi ibu ingin benar benar menyambut kedatangan mereka


Waktu sudah menunjukkan 10.30 wib, ibu dan khanza sudah mneyelesaikan semua masakan mereka, mulai dari lauk pauk hingga ke berbagai macam kue mue yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri


Dan kini ibu ayah dan juga khanza sudah bersiap menyambut kedatangan mereka


Khanza menghubungi aluna menanyakan keberadaan mereka dan aluna mengatakan jika mereka akan tiba sebentar lagi


Tak lama kemudian terdengarlah suara deruan mobil yang berhenti tepat dihalaman rumah mereka


Ayah dan ibu serta khanza mendatangi tamunya diperkarangan rumah mereka


"Alhamdulillah akhirnya sampai dengan selamat" ucap ayah menyambut dan menyalami abi, lalu bergantian menyalami atthar dan juga baim


Ibu dan khanza juga menyambut umi, aluna dan khalisa, mereka bersalaman dan saling berpelukan


"Alhamdulillah, bagaimana kabarnya pak" tanya abi


"Alhamdulillah baik abi, mari mari silahkan masuk" ajak ayah


Disaat mereka hendak masuk kedalam rumah, khanza melihat kearah atthar, atthar terlihat tampan dengan memakai pakaian casual yang jarang ia gunakan jika sedang berada dipondok


"Kenapa jika ia memakai pakaian casual ketampanannya bertambah 2x lipat" ucap khanza dalam hati


Atthar yang merasa diperhatikan oleh khanza menoleh melihat kearah khanza, ia mengangkat kedua alisnya bertanya


Khanza menggelengkan kepalanya tersenyum tipis, khanza pun berlalu mendahului atthar, ia terlihat malu malu kali ini, tidak seperti biasanya


Didalam rumah, khanza menghidangkan para tamunya cemilan dan air yang telah ia siapkan, mereka membuka obrolan yang ringan sebelum masuk keinti pembicaraan


Kedatangan keluarga atthar kali ini, belum melamar khanza secara resmi, atthar hanya memastikan jika khanza benar benar menerimanya, jika ia sudah mendapatkan kepastian barulah atthar dan keluarganya akan melamar khanza secara resmi


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...

__ADS_1


...Terimakasih readers...


...See u soon ...


__ADS_2