Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
80


__ADS_3

"Mas....khanza minta maaf, maaf jika sudah menangisi orang lain didepan calon suami" ucap khanza menunduk, ia benar benar menyesali perbuatannya


Atthar tersenyum melihat calon istrinya, ia senang jika khanza menyadari kesalahannya


"Dek...." panggil atthar


Khanza menegakkan kepalanya menatap atthar, atthar menyambutnya dengan tersenyum


"Tidak apa apa, mas mengerti, dan terimakasih sudah menepati janji untuk mengenalkan mas sebagai calon suamimu padanya" ucap atthar lembut


"Mas pamit dulu, jaga diri baik baik dan jika daniel menghubungi lagi jangan dihiraukan, jika kamu membalasnya maka daniel akan lebih berharap padamu, kasian dia" sambung atthar dan khanza mengangguk tersenyum


"Iya mas, mas hati hati pulangnya" ucap khanza


Atthar mengangguk tersenyum, iapun masuk kemobil dan tak lama kemudian berlalu meninggalkan rumah khanza


Setelah keluarga atthar pulang dari rumahnya, khanza memeluk ibunya dan menangis, ibu dan ayah terkejut melihat anaknya menangis, mereka pikir khanza menangis dikarenakan daniel namun ternyata mereka salah


“Kenapa nak? Kenapa menangis?” tanya ibu panik


“Dibawa masuk dulu aja buk” ucap ayah


Ibu dan ayah membawa khanza masuk kerumah menenangkan khanza, ibu mengelus bahu anaknya, ia membiarkan khanza melepaskannya dengan tangisan


“Ada apa nak? Coba cerita sama ibu” ibu bertanya lagi


Sementara ayah juga masih berada disamping khanza, ia menunggu khanza bercerita, ia juga ingin tahu kenapa khanza tiba tiba menangis


“Sudah lah nak, jangan menangis lagi, kamu dan daniel memang tidak bukan berjodoh, ikhlaskan, dan mulailah menerima atthar sebagai suamimu” ucap ayah


“Iya nak, atthar anak yang baik, hidup ini tidak melulu soal cinta sayang, ada kehidupan lainnya yang harus kita pikirkan, kita menjalani kehidupan kita sekarang adalah untuk menyiapkan bekal kita dikehidupan lain nanti” timpal ibu yang masih memeluk anaknya


Khanza menggelengkan kepalanya, ia menegakkan tubuhnya dan melepaskan pelukannya pada ibunya ia juga menghapus air matanya, ia menoleh kearah ayahnya sesaat


“Ibu....hiks..hiks...” ucap khanza yang masih menangis, namun sudah sedikit mereda


“Ini bukan soal daniel” ucap khanza lagi


“Lalu kenapa kamu menangis?” tanya ayah, khanza diapit oleh kedua orang tuanya, mereka menunggu jawaban dari anaknya, apa yang sebenarnya ditangisi khanza


“Apa khanza berdoa bu?” ia menjeda ucapannya


“Khanza menangisi daniel didepan calon suami khanza hiks..hiks” mendengar ucapan khanza ayah dan ibunya saling berpandangan, mereka tersenyum dan bersyukur ternyata apa yang pikirkan salah

__ADS_1


“Kemungkinan kamu melukai hatinya nak” ucap ibu tersenyum


“Sudahlah jangan menangis lagi, kamu cukup meminta maaf saja padanya dan InsyaAllah ia akan memaafkanmu” sambung ibu


“Sudah bu, tadi sebelum pulang khanza sudah meminta maaf sama mas atthar, tapi tetap saja khanza merasa tidak enak bu” ucap khanza lagi


“Tidak apa apa nak, sudahlah, kamu sudah menebusnya dengan mengakui dirinya didepan daniel, atthar anak yang baik, ayah pikir ia sudah benar benar memaafkanmu” timpal ayah


Khanza mengangguk mendengar ucapan ayah dan ibunya, mereka benar mas atthar anak yang baik dan menghormatinya sebagai perempuan, ia tidak seperti daniel, yang emosi dan jika marah akan lepas kendali, dan itu membuat dirinya takut pikir khanza


Beberapa hari berlalu. . .


Khanza tidak diizinkan pulang kepondok sementara ini sampai acara pinangan bahkan pernikahannya selesai, ayah dan abi mengatakan jika khanza tetaplah dirumah sampai semua acaranya selesai barulah khanza diboyong oleh atthar untuk pulang kepondok


Selama menunggu pinangan resmi dari keluarga atthar, atthar dan khanza cukup sering berhubungan melalui ponsel, mereka saling bertanya kabar dan bertanya tentang segala persiapan lamaran mereka


“Assalamualaikum” ucap atthar menghubungi khanza melaluinya ponselnya, ia hanya ingin bertanya kabar pada calon istrinya


“Waalaikumussalam mas” jawab khanza


“Ada apa mas? Apa mas sudah tiba dirumah mbak una?” tanya khanza lagi


"Iya dek, Alhamdulillah sudah, keluarga adek apa sudah sampai dirumah?" tanya atthar basa basi


"Memangnya apa yang ia bicarakan?" tanya atthar


"Ia tidak rela jika khanza menikah, seperti biasa mas, ia memohon untuk kembali dan khanza hanya membacanya saja" ucap khanza


"Bacanya sambil nangis g?" atthar mencoba menggoda calon istrinya


"Iiih mas atthar..." khanza tersenyum lebar


"Kan uda mau jadi istri orang masak nangisin mantan lagi" sambung khanza yang juga menggoda atthar


"Hahahahaaa...nah itu tau, jangan tangisin lelaki manapun lagi ya" atthar tertawa renyah


"Iya mas atthar thahir, uda ih mas istirahat dulu, pasti capekkan? Sampai ketemu besok ya" ucap khanza tersenyum, dari nadanya atthar tahu jika khanza benar benar tidak memperdulikan daniel lagi


"Baiklah calon istri, jaga diri baik baik, jangan pernah keluar sendirian, karena daniel masih terus mengintaimu" ucap atthar tersenyum, dari nadabicaranya seperti ia menggoda khanza


"Hahahaa..." khanza hanya tertawa mendengar ucapan atthar


"Malah ketawa, mas beneran tau dek, mas g mau kamu kenapa napa" ucap atthar yang ternyata serius dengan ucapannya

__ADS_1


"Hehehee...iya mas, ayah dan ibu juga g ngebolehin khanza keluar sendirian, katanya calon pengantin harus dipingit" ucap khanza


"Bener itu, harus diam dirumah, sampai ia menikah dan hanya boleh keluar rumah seizin suami dan bersama suami" ucap atthar tersenyum


"Iya pak ustad atthar, InsyaAllah saya akan menjadi istri yang betah dirumah dan selalu menempel pada suami, sunnahnya begitu kan?" khanza tertawa ringan


"MasyaAllah sudah banyak ilmunya ya" jawab atthar kagum


"Alhamdulillah, ilmunya dari calon suami, dari buku yang mas kasi kemaren" mereka tersenyum malu seperti orang yang sedang kasmaran


Begitu cepat atthar meluluhkan hati khanza, dengan kelembutan dan kesolehannya atthar berhasil membuat khanza luluh ya walaupun jika didepan atthar, khanza masih malu malu untuk berkomunikasi, berbeda jika berkomunikasi melalui ponsel, kedua tampak tidak canggung


"Alhamdulillah bukunya bermanfaat"


"Iya mas..." jawab khanza dan mereka terdiam beberapa saat


"Baiklah, mas beristirahatlah, salam umi dan semuanya ya mas" ucap khanza ingin mengakhiri panggilannya, tidak enak jika berlama lama mengobrol


"Baiklah dek, kamu juga salam sama ayah dan ibu, assalamualaikum" ucap atthar


Khanza membalas salam dari calon suaminya dan ia menutup panggilan dari atthar


...****************...


Besok merupakan hari dimana keluarga atthar akan melamar khanza secara resmi, dan hari ini ibu dan sekeluarga besarnya sibuk menyiapkan persiapan mulai dari makanan dan dekorasi untuk mempercantik ruangan


Ibu mengundang sanak saudaranya dan juga sanak saudara ayah untuk menghadiri acara yang akan digelarkan, namun yang bisa menghadiri tidak begitu ramai, ibu dan ayah memaklumi kesibukan para keluarga yang tidak bisa hadir, ibu dan ayah berharap mereka bisa hadir dipernikahan khanza nanti


Sementara abi dan umi juga mempersiapkannya segala hantaran yang akan diserahkan kepada pihak perempuan, keluarga besar abi sudah berada dikota dan mereka menginap dirumah baim, suara riuh gembira mengisi kesibukan dirumah keduanya, mereka ikut bergembira atas lamaran atthar dan khanza, mereka pun ikut mendoakan agar acara atthar dan khanza lancar H


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadianya...


...Maaf semalam g up karena mati lampu dan jaringan down parah, dan hari ini doain double up ya karen masih susah nih,lampu masih sering mati dan lama...


...Terimakasih readers setia ...

__ADS_1


__ADS_2