Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
64


__ADS_3

Khanza membantu umi dan aluna yang sedang memasak untuk makan siang mereka nanti, sore ini aluna dan baim akankembali pulang kekota seperti biasa


"Khanza apa umi boleh bertanya?" tanya umi, mengingat atthar anaknya yang meyukai khanza, umi jadi ingin tahu apa isi hati khanza, terutama terhadap mantan calon suaminya


"Iya umi, umi mau nanya apa?" jawab khanza


"Bagaimana kamu dengan calon suami kamu kemaren? Umi dengar kemaren kamu mau menikah" tanya umi lembut


Ya, khanza memang tidak menceritakannya kepada siapapun dirumah itu, selain pada alusa, sedangkan khalisa dan atthar baru mengetahuinya baru baru ini


"Hmmmm...khanza tidak berjodoh umi dengannya" jawab khanza


Umi hanya tahu khanza batal menikah, namun alasan dibalik batalnya khanza menikah umi sama sekali tidak mengetahuinya


"Apa umi boleh tahu nak alasannya?" ucap umi memandang khanza dan khanza mengangguk, sementara aluna hanya mendengarkan permbicaraan umi dan khanza


"Khanza dan daniel berbeda keyakinan umi" jawab khanza lirih, umi spontan langsung melihat kearah khanza


"Jadi apa itu alasannya kamu kesini?" tanya umi


"Awalnya iya umi, khanza kesini berniat untuk menjauhinya, khanza mencoba untuk tetap waras umi, melihatnya setiap hari yang seolah membujuk khanza untuk kembali melanjutkan hubungan dengannya, membuat khanza takut akan terbujuk umi, iman khanza masih rapuh umi, dia cinta pertama khanza" jelas khanza


"Khanza seperti orang buta, yang khanza lihat hanya dirinya, tapi khanza mencoba untuk membuka mata dan hati umi, untung saja khanza punya teman sekaligus kakak disamping khanza umi" khanza melihat aluna dan aluna tersenyum


"Mbak una yang selalu meyadarkan khanza akan hal agama, dia selalu ada mengikutikhanza umi, khanza takut dengan rasa iba khanza untuknya lama kelamaan khanza akan terbujuk dan khanza akan melakukan hal yang paling dibenci Allah" sambung khanza, umi dan aluna faham arah pembicaraan khanza


"Na'uzubillah nak, Alhamdulillah Allah masih sayang kamu nak, dan Alhamdulillahk hidayah menghampirimu tepat pada waktunya" ucap umi tersenyum lembut


"Iya umi Alhamdulillah, khanza dikeliling orang baik dan mengerti agama" jawab khanza


"Jadi apa sekarang sudah bisa melupakannya?" tanya umi lagi


"Khanza lagi berusaha umi, jika khanza sibuk khanza sama sekali tidak mengingatnya, hanya terkadang pada saat hendak tidur saja umi khanza masih mengingatnya" ucap khanza


"Tapi khanza yakin lama kelamaan khanza akan melupakannya" sambung khanza


"Dan kamu akan dapat penggantinya, yang lebih baik yang sudah Allah siapkan" umi memegang tangan khanza


"Percayalah nak, jika kita kehilangan sesuatu Allah akan ganti dengan yang lebih baik, yakinlah akan hal itu" sambung umi, dan khanza mengangguk sambil menimpali tangan umi yang masih memegang tangannya

__ADS_1


"Terimakasih umi, terimakasih mbak una" ucap khanza


"Apa g niat cari jodoh disini dek? ta'aruf gitu?'' ucap aluna menggoda khanza


"Hehehee...ntar aja deh mbak" jawab khanza tersenyum malu, mendengar jawaban khanza aluna dan umi saling pandang


"Khanza mau menjadi lebih baik dulu mbak, agar mendapat jodoh yang baik juga mbak, bukankah begitu umi?'' umi lega mendengar jawaban khanza, ia tersenyum


"MasyaAllah nak, kamu benar sekali, kejarlah ridho Allah nak, maka Allah akan menyayangimu, jika Allah menyayangimu, apapun yang kamu inginkan Allah akan berikan, seperti seorang ibu yang sayang pada anaknya, apapun keinginan anaknya akan ia penuhi, betul?" jelas umi dan khanza mengangguk tersenyum


...****************...


Sore harinya aluna dan baim pamit pulang kembali kekota, karena besok harus kembali bekerja


"Aluna pulang dulu ya umi, abi, umi dan abi jaga kesehatan jangan terlalu capek" pesan aluna, ia mencyalami dan mencium tangan umi dan abi


"Iya kamu juga jaga kesehatan, jangan terlalu lelah bekerja" ucap umi


Aluna mengangguk dan memeluk umi, baim juga berpamitan kepada umi dan abi serta adiknya


Aluna beralih pamit kepada khanza dan khalisa, ia ingin menggodda khanza


"Mbak pulang dulu ya, sekolah yang bener" ucap aluna


"Dan kamu..." aluna tersenyum menggoda khanza


"Selamat belajar ya, belajar menjadi lebih baik, belajar lupain daniel dan belajar membuka hati, kalau uda siap untuk ta'aruf kabari mbak ya, mbak ada calon untuk kamu" ucap aluna yang masih saja menggoda khanza, aluna melirik sebentar kearah atthar yang juga melihat aluna dengan salah tingkah


"Apaan sih mbak" jawab khanza malu


"Beneran tau..hihihii, ya udah mbak pulang dulu ya" ucap aluna dan khanza mengangguk memeluk aluna


"Hati hati ya mbak, mas baim juga hati hati" ucap khanza


Aluna dan baim melajukan mobilnya meninggalkan pondok pesantren yang sekaligus rumah kedua orang tuanya


...****************...


Sudah empat hari ini atthar melakukan sholat istikharah, ia seperti sudah mendapatkan jawaban dari Allah SWT namun, ia akan tetap melaksanakannya, ia ingin benar benar yakin dengan pilihan Allah

__ADS_1


Pagi ini tepatnya hari kamis, atthar akan membawa abi kerumah sakit untuk terapi bersama khalisa, sebelum pergi mereka terlebih dahulu menyantap sarapan yang telah dibuat oleh umi dan khanza serta khalisa


"Dek hari ini kita bawa abi terapi ya" ucap atthar


Abi melakukan terapi setiap dua kali dalam seminggu, setiap senin dan kamis, tetapi jika salah satu dihari itu berhalangan mereka bisa menggantikan harinya dengan hari yang lain


"Hari ini ya mas, yaaah, khanza ada ulangan lo mas, g bisa izin, gimana donk" jaawab khalisa


Atthar terdiam berpikir


"Ya sudah sama umi saja" jawab umi menawarkan diri


"Ehem...hmmm..khanza bisa kok umi menemani mas atthar membawa api kerumah sakit, jika khanza diizinkan izin masuk kantor, umi sebaiknya dirumah saja kasian umi kecapean" khanza menawarkan diri


"Khalisa setuju dengan mbak khanza, lama lo umi antrian dirumah sakit, khalisa g mau ntar abi seembuh eh malah umi yang sakit" ucap khanza


"Hhuusss doain orang itu doa yang baik, ucapan adalah doa" ucap atthar menegur khalisa


"Maaf mas, maaf umi, bukan khalisa doain umi sakit, tapi khalisa g mau umi capek" khalisa meminta maaf kepada umi dan umi mengangguk


"Ya sudah kalau begitu atthar sama khanza saja umi, apa boleh umi abi?'' atthar meminta izin kepada umi dan abi, karena atthar tidak mau umi dan abi beranggapan jika ia senang ditemani oleh khanza


Abi tersenyum dan mengangguk, begitu juga umi, umi dan abi berpikir atthar dan khanza tidak hanya berduaan saja namun ada abi diantara mereka


Bukannya umi dan abi tidak senang jika atthar anaknya berjodoh dengan khanza, mereka malah senang sekali, khanza merupakan gadis yang baik, yang mau belajar mendalami ilmu agama, itulah yang menunjukkan jika khanza bukanlah orang yang sombong, karena masih mau belajar


Hanya saja, abi dan umi ingin atthar menyelesaikan apa yang harus ia selesaikan terlebih dahulu, yaitu mengenai masalah aina yang sudah terlanjur ia janjikan


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...


...Like sebanyak banyaknya ya......

__ADS_1


...Terimakasih readers...


...Baca juga novel aku lainnya yang pastinya seru abis, g kalah seru sama atthar dan khanza...


__ADS_2