
Khanza menarik tangan suaminya untuk masuk kedalam rumah mereka, atthar sedikit heran namun ia mengikutinya
Khanza membawa atthar untuk duduk diruang tamu mereka, atthar kembali bertanya
"Ada apa sih dek? Jangan buat mas degdegan donk" ucap atthar cemas
Khanza bingung mau bicara apa, ia masih malu untuk mengatakan jika ia sudah siap memberikan hak suaminya, namun ia harus mengatakannya, ia tidak mau menjadi istri durhaka yang terus berbuat dosa
Bunyinya sangat sepele, ia belum siap karena butuh pendekatan terlebih dahulu, tetapi Allah tidak mengenal itu, jika seseorang telah berstatus istri atau suami, maka wajib bagi mereka memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri ataupun sebagai suami
"Deek....kenapa?" atthar semakin cemas melihat istrinya yang hanya diam
"Khanza......." khanz menjeda ucapannya, ia masih bingung mengatakannya
"Apa dek? jangan bikin mas takut please" ucap atthar lagi
Tiba tiba khanza terpikirkan aluna yang sedang hamil, lantas ia mengatakannya kepada suaminya
"Khanza..khanza ingin kita juga punya anak mas" ucap khanza spontan
Atthar yang mendengar ucapan istrinya terkejut, ini bukan lagi soal ia sudah bisa mendapatkan haknya lalu ia menjadi bahagia, ucapan istrinya justru membuatnya menjadi takut, ia berpikir istrinya sangat mengharapkan buah hati sampai sampai ia langsung yang memintanya, padahal seperti yang tahu istrinya sangat pemalu
Atthar menggenggam tangan istrinya, ia tersenyum dan mencoba untuk menjelaskannya jika ingin mempunyai anak tidaklah semudah mengucapkannya
"Dek.....kamu yakin?" tanya atthar dan kanza mengangguk senang
Atthar menanggalkan niqab dan hijab istrinya, ia mengelus kepala istrinya, lalu ia mencium kening istrinya
"Mempunyai anak tidaklah semudah mengucapkannya, mas senang jika kamu sudah siap melakukannya, tapi jika Allah menundanya apakah kamu akan kecewa?" tanya atthar
Kini giliran khanza yang terkejut dengan pertanyaan suaminya, ternyata suaminya berpikir terlalu jauh, padahal itu hanya kata kiasan yang mengungkapkan jika ia sudah siap menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri
Khanza menggeleng, ia menunduk ia ingin menjelaskan apa yanhlg sebenarnya, atthar kembali hendak berbicara namun khanza melarangnya
"Mas, itu.....sebenarnya.....buan itu..." khanza malu menjelaskannya, ia tidak ingin suaminya terbeban karena kata kata pertamanya tadi, jadi ia mencari cara untuk bisa menjelaskan maksud sebenarnya
"Mas...maksud khanza...khanza....khanza sudah siap" khanza kembali menjeda omongannya
Atthar bingung karena khanza istrinya berbicara tidak sepenuhnya, atthar hanya menaikkan kedua alisnya menunggu kelanjutan dari obroan istrinya
"Khanza...khanza sudah siap menunaikan kewajiban khanza sebagai seorang istri" ucap khanza yang masih menuduk malu
Atthat ingin mengangkat dagu istrinya agar tidak lagi menuduk, atthar ingin menatap wajah istrinya, namun istrinya yag malu langsung memeluk suaminya atthar dan atthar tertawa renyah, ia membalas pelukan istrinya
"Beneran sudah siap?" tanya atthar dan khanza mengangguk dalam pelukannya
__ADS_1
"Mas g maksa ya dek...oya jadi beneran ingin punya anak?" tanya suaminya lagi, ia igin tahu seberapa besar keinginan khanza ingin memiliki momongan
"Setiap orang yang sudah menikah pasti ingin punya anak mas, tapi khanza tidak terlalu menuntut, khanza berserah kepada Allah SWT, dia Maha tahu waktu yang tepat untuk memberikan rezekiNya kepada hambaNya" khanza masih dalam pelukan suaminya
Atthar mengelus kepala dan punggung istrinya, ia beruntung istrinya mengerti dengan ketetapan Allah
"MasyaAllah istri mas makin pintar soleha" ucap atthar memanjakan istrinya
"Maaf ya mas jika mas harus menuggu lama" ucap khanza
Atthar tersenyum lembut
"Mas g apa apa dek, menikah bukan hanya tentang itu dan kita menikah untuk waktu yang lama, mas akan menunggunya"
Khanza menggeleng, ia masih dalam pelukan suaminya
"Tapi khanza sudah siap mas, khanza g mau berdosa lebih lama lagi" ucap khanz yakin dan atthar tersenyum
"Alhamdulillah mas buka puasa" ucap atthar menggoda istrinya, khanza malu dan memukul dada suaminya pelan atthar tertawa renyah melihat tingkah istrinya
...****************...
Malam harinya khanza dan atthar berkunjung kerumah umi setelah melaksanakan sholat isya berjamaah di masjid, mereka berbicang dan makan malam bersama
"Mbak una, aku uda ngomong lo ke mas atthar" ucap kanza saat membuat kopi didapur berdua dengan aluna
"Trus?" tanya aluna lagi
"Trus apa mbak? Ya uda sih gitu aja" ucap khanza
"Jadi uda buka puasa nih?" aluna penasaran
"Ya belum lah mbak, udah ah yuk mbak" khanza yang malu mengajak aluna untuk mengantarkan kopi, aluna mencolek dagu khanza, menggoda iparnya yang malu
Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 wib, khanza dan atthar pamit pulang kerumahnya, diperjalanan atthar menggenggam tangan istrinya, mereka berjalan bergandeng tangan sepanjang jalan menuju rumah
Setelah apa yang mereka perbincangkan tadi siang khanza terlihat sedikit malu ada suaminya, ia masih agak canggung namun mencoba untuk terbiasa
Dikamar khanza ingin mengganti baju dengan pakaian tidurnya, ia berdiri tepat di depan kaca lemari pakaiannya, disana juga ada suaminya yang sedang membaca buku kecilnya mungkin saja buku doa doa atau semacamnya
Pertama khanza menanggalkan niqabnya dan hijabnya, sesekali ia melirik suaminya yang sedang duduk bersandar di tempat tidur, ia berpikir suaminya sedang fokus membaca buku, khanza pun hanya diam saja
Ternyata khanza salah, atthar memperhatikannya diam diam, ia tersenyum dan ia tahu betul sebenarnya istrinya malu namun ia ingin mencobanya, atthar bangun dari dudukannya dan mendekati istrinya
Ia memegang kedua bahu istrinya dari belakang, ia menatap istrinya melalui kaca besar yang ada dihadapan mereka
__ADS_1
"Jika masih belum terbiasa jangan dipaksa dek, mas mengerti, gantilah bajumu mas akan kluar sebentar" atthar berkata lembut dan tersenyum
Disaat atthar hendak meninggalkannya, khanza menahan tangan suaminya dan menggelengkan kepalanya
"Bantuin khanza untuk melepaskan kancing belakang baju khanza mas" ucap khanza menunduk malu
Atthar menatap istrinya dari balik kaca, atthar tersenyum, ia senang istrinya tetap berusaha dan ia menghargai itu
"Mas bantu ya" ucap atthar ia menarik nafanya panjang, sebenarnya ia juga deg degan dengan apa yang akan dilihatnya
Khanza mengangguk menuduk memejamkan matanya, jantung keduanya berdebar kencang, mereka sama sama gugup, atthar mengedipkan matanya berkali kali dan tak jarang juga ia menelan salivanya, ia mengatur nafasnya dan memulai untuk membantu istrinya untuk membuka kancing belakang gamisnya
Perlahan atthar menurunkan resleting yang ada dibaju istrinya, denyut jantung atthar semakin kencang melihat punggung istrinya yang putih dan mulus
Sementara khanza semakin memejamkan matanya, jantungnya juga berpacu, sesekali ia melihat suaminya dari balik kaca
Atthar menurunkan resleting yang ada dibaju istrinya hinga kepinggang istrinya, lalu ia berhenti dan bertanya
"Apakah cukup?" tanya atthar dan istrinya mengangguk pelan
Disaat khanza hendak beranjak mengambil bajunya yang ada dilemari sebelahnya, atthar menahan tangan istrinya, karena istrinya sudah memberikan lampu hijau padanya, maka ia harus maju dan mencoba memintanya
Atthar menunduk memejamkan matanya, ia memberanikan diri untuk meminta haknya
"Bolehkah?" atthar menatap istrinya, begitu pun dengan khanza yang juga menatapnya
Khanza tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya pelan, atthar tersenyum bahagia dan sontak memeluk istrinya
Sebelum menunaikan ibadah mereka sebagai sepasang suami istri, atthar terlebih dulu mengajak istrinya untuk sholat sunnah, mereka memohon agar apa yang mereka lakukan ini menjadi pahala dan diridhoi Allah SWT
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan baper ya mak mak hihihihiii...
...Maaf sekarang lagi sibuk banget persiapan lahiran...
...Doain author lancar ya 🥰🙏...
...Lagi nunggu launching nih ...
__ADS_1
...Makasi readers...