
Ibu juga memaksa nak aluna dan suaminya untuk makan malam bersama, aluna dan baim tidak dapat menolak ajakan ayah dan ibu, mereka pun menyetujui ajakan ayah dan ibu
Khanza berpamitan untuk menyiapkan makan malam mereka nanti, khanza juga memasak sayuran dan sedikit gorengan untuk para tamunya
Adzan pun berkumandang, ayah mengajak para tamunya untuk sholat berjamaah, dan baim sebagai imamnya, ayah juga kagum mendengar suara merdu baim, itu mengingatkan ayah kepada atthar, mereka sama sama mempunyai suara yang merdu dan fasih dalam melafazkan ayat ayat suci Allah SWT
Ayah kembali berdoa dan terus berdoa, ia meminta kepada Sang Maha pembolak balik hati dan Sang Maha berkehendak agar anaknya mendapatkan pendamping serta pembimbing yang soleh dan bisa membimbing anaknya untuk menjadi ahli surga
Sholat maghrib berjamaah sudah selesai, ayah dan ibu mengajak para tamunya untuk makan malam, aluna melihat khanza sedang menyiapkan segala sesuatu dimeja makan dan ia barniat ingin membantunya
"Sudah mbak, g usah bantuin aku mbak, mbak duduk aja dulu sama mas baim" ucap khanza
"G apa apa dek, g enak lo sama ibu kalau mbak duduk aja"
"Iih apaan sih mbak, tamu itu harus nurut yang sama yang punya rumah, udah mbak duduk aja ya"
"Hahahaa...gitu ya aturannya tamu harus nurut sama tuan rumah" jawan aluna tertawa dan khanza juga ikut tertawa
Tak lama kemudian mereka mulai menikmati makan malam dirumah khanza, mereka makan sambul mengobrol ringan, soal pekerjaan dan sebagainya, setelah makan aluna kembali ingin membantu khanza untuk berberes namun khanza dan ibu melarangnya, mereka kembali duduk, dan kemudian mereka pamit untuk pulang
...*****...
Keesokan harinya
Kembali ke rutinitas biasa, khanza akan memulai harinya dengan menyiapkan sarapan untuk dirinya juga untuk kedua orang tuanya, ia sudah tidak sabar menunggu dihalte bus, menunggu pujaan hati menjemputnya untuk mengantarkannya ketempat kerja
Khanza sudah bersiap dan akan berpamitan kepada ayah dan ibunya, kemudian ia berjalan kaki menuju halye bus, sesampai dihalte bus ternyata sudah ada mobil yang terparkir tidak jauh dari halte bus, khanza tersenyum melihatnya
"***...." khanza ingin mengucapkan salam namun dipatahkan oleh daniel yang lebih dulu menyapanya
"Hai nona, i miss u so much, yuk masuk" ucap daniel dan khanza tersenyum disapa kekasih hatinya sedemikian rupa
"I miss u too daniel" balas khanza dengan senyum manisnya seraya memasuki mobil
Tanpa aba aba daniel langsung memeluk khanza dari samping, khanza kaget namun ia hanya bisa diam saja, seperti ada perasaan aneh yang menggelitik tubuhnya, sesaat kemudian ia berusaha melepaskan pelukan daniel
__ADS_1
"Daniel stop, malu dilihat orang" jantung khanza berdegup kencang, ia berdebar sejadi jadinya, ia tidak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya
Ya khanza hampir tidak pernah bersentuhan terlalu dekat dengan laki laki, walaupun ilmu agama khanza masih belum sempurna namun ia merupakan wanita yang sangat tahu batasan dalam berhubungan, selain bersentuhan dengan yang bukan muhrim merupakan suatu tindakan yang dapat menimbulkan dosa, perempuan juga harus bisa menjaga dirinya dan kehormatannya
Seperti pesan kedua orang tuanya
" Nak, j**aga harga dirimu dan kehormatanmu, karena didalam dirimu, ada kehormatan dan harga diri KELUARGAmu, dan karena didalam dirimu ada kehormatan dan harga diri AGAMAmu" ucap ibu menasehati anak semata wayangnya
"*Iya ibu, khanza akan selalu menjaganya, khanza juga g akan membuat ibu dan ayah malu"
"Jika ingin menjaga itu semua dengan mudah jauhi yang namanya pacaran, cukuplah sebatas berteman saja, jaga harga dirimu dengan tidak pacaran karena banyak yang pacaran akhirnya kehilangan kehormatan dirinya, cukuplah suamimu saja nanti yang bisa menyentuhmu nak, ingat kata kata ayah dan ibu" ucap ayah khanza sambil mengusap kepala khanza*
"Baiklah nona, aku sangat merindukanmu" Daniel melepaskan pelukannya
"Maaf daniel aku..aku kurang nyaman jika kau memelukku seperti tadi" ucap khanza melihat kearah daniel, mata mereka saling bertemu
"Lain kali tolong jangan lakukan lagi" ucap khanza tersenyum lembut, ia tidak ingin daniel merasa tidak enak hati padanya
"Baikla, maafkan aku jika aku lancang" ucap daniel dan khanza tersenyum menganggukkan kepalanya
"Siap cantik, laksanakan perintah" khanza tertawa mendengar guyonan daniel, suasanya yang tadinya sangat tidak nyaman menurut khanza kini sudah berubah menjadi seperti biasa
Daniel menjalankan mobilnya, mereka mengobrol disepanjang jalan
"Nona, weekend ini kira jalan mau g?" ucap daniel
"Boleh, uda lama juga kita jalan ya"
"Iya sudah 2 minggu kita g jalan, aky jemput dirumah?"
"Eh jangan dirumah, ayah g izinin kalau hanya pergi berdua, ayah ku melarang keras jalan berdua dan pacaran" jawab khanza
"Ya sudah kalau begitu kita nikah aja, mau g jadi istri aku?" ucap daniel enteng
"Ngelamarnya gitu aja nih?"
__ADS_1
Daniel terdiam mendengar ucapan khanza
..."Bener juga ya, masak gue ngelamar anak gadis orang dimobil sambil jalan" daniel bermonolog dalam hati...
"Hahahaaaa...becanda daniel, jangan serius gitu ih" khanza tertawa melihat daniel yang terdiam
"G sih non, bener juga yang jamu bilangin, masak iya ngelamarnya gini aja, g ada manis manisnya"
"Hehehe...aku tu g perlu lagi acara lamaran yang waw yang kayak romanti romantisan gitu, aku tuh perlunya kamu ketemu sama orang tuaku, itu lebih gentle menurutku" khanza berucap santai dan itu sedikit menenangkan hati daniel
"Eh tapi g terlalu cepet? Kamu uda yakin mau nikahin aku?" tanya khanza ragu
"Cepet gimana? Kita uda kenalan kan uda 2 bulanan dan aky yakin khanza, aku cinta sama kamu, aky g bisa jauh dari kamu, aky selalu merindukan kamu" daniel berucap dengan penuh keyakinan, sesekali ia menatap khanza dengan tatapan yang penuh cinta
"Memangnya kamu g ngerasain hal yang sama?" sambung daniel
Khanza tersenyum "Bukankah aky lebig dulu ngerasain itu? Ingat waktu kamu keluar kota 4 hari? Aku nyariin kamu terus" daniel juga tersenyum mendengar pengakuan cinta khanza
"Baiklah, minggu weekend ini aku akan memperkenalkan kamu kepada keluargaku, oke sayang? Kita kerumah aku ya?" ucap daniel terswnyum lembut
Khanza menganggukkan kepalanya, ia tersenyum lebar mendengar panggilan daniel padanya
"Tapi maaf ya belum abisa jemput kerumah, kita masih seperti anak ABG g apa apa ya, ngumpet sebentar, heheheee" khanza menutupi rasa tidak enak hatinya dengan tawanya, ia tidak enak hati dengan daniel jika lagi lagi daniel harus menjemputnya di halte bukan dirumahnya
"Its ok, aku akan sabar" ucap daniel dan itu sangat menenangkan hati khanza
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
__ADS_1
...Thank you readers 🥰🙏...