
"Tapi apa bisa meminta sesuatu padamu?" ucap atthar dan khanza menatap atthar sejenak lalu ia mengangguk
"memangnya mas mau minta apa?" tanya khanza seketika gugup
Atthar tersenyum lembut
"Mas minta jika nanti kamu bersama mas, bisakah jiwa dan ragamu juga ada bersama mas?" ucapan atthar sangat menyentuh hati khanza, kini ia merasa kembali berdosa, terlebih lagi atthar sudah sah melamarnya
Khanza terpana memandang atthar, ia merasa tertampar dengan permintaan atthar
"Mas akan sabar, mas tau itu tidak mudah mas akan sabar menunggu" sambung atthar, ia bicara dengan sangat lembut, ia tidak mau khanza merasa terbebankan dengan permintaannya
"Mas tidak memaksa dan juga tidak ingin membebankanmu, kita jalani saja sebagaimana mestinya tapi mas mohon buka hatimu untuk mas" ucap atthar
Khanza menundukkan kepalanya, ia merasa bersalah kepada atthar, lagi lagi ia meyakiti hati atthar tanpa ia sadari
"Mas....khanza minta maaf, khanza..." khanza menjeda ucapannya
"Khanza minta maaf mas, lagi lagi khanza menyakiti hati mas" ucap khanza lembut
"Mas tidak ingin membebanimu, jangan merasa bersalah seperti itu, mas mengerti rasa itu tidak akan hilang dengan mudah" atthar tersenyum
"Ya sudah sekarang jangan dipikirkan lagi, mas tidak menyalahkanmu, jangan pikirkan yang aneh aneh, bersiapla untuk pernikahan kita yang hanya tinggal hitungan hari, jaga kesehatanmu dan jangan banyak pikiran" nasehat atthar
Khanza tersenyum dibalik niqabnya" ia melihat kearah atthar
"Apa kamu sedang tersenyum?" atthar mengalihkan pembicaraannya ia mulai menggoda istrinya, khanza tidak menjawabnya ia malah semakin tersenyum lebar
"Tidak apa apa sekarang mas tidak bisa melihatnya, setelah pernikahan mas akan bebas melihat senyummu" ucap atthar mengedipkan matanya
"Iiih mas atthar genit" ucap khanza tersenyum malu
"Genit sama calon istri sendiri g apa apa donk? Menuju halal" ucap atthar pelan, ia sedikit mendekatkan kepalanya pada khanza lalu ia berlalu pergi meninggalkan khanza
Khanza tersenyum tersipu
"Pak ustadz bisa genit juga" khanza menoleh kebelakang melihat atthar, dan ternyata atthar juga melihatnya ia tersenyum, atthar sedang mengobrol bersama para pria
__ADS_1
Khanza kembali memalingkan wajahnya, ia tersenyum tersipu
"Kenapa jika aku tidak memikirkan daniel, aku sangat senang bersama mas atthar, ia sungguh menenangkan, ya Allah jadikanlah aku istri yang soleha yang tidak menyakiti hati suamiku kelak, dan Engkau Maha Pembolak balik hati ya Allah, bukakan pintu hatiku untuk mencintai suamiku karena Mu" doa khanza dalam hati
"Semoga daniel tidak muncul lagi dihadapanku" khanza bermonolog sendiri, ia beranjak dari dudukannya dan bergabung bersama ibu, umi serta aluna
...****************...
Satu persatu telah terselesaikan dan sekarang giliran menunggu hari yang sakral yaitu ijab dan qabul
Kedua belah pihak keluarga sibuk menyiapkan segala persiapan, abi dan keluarganya tetap berada dirumah baim, karena hanya jaraknya hanya sebentar, urusan pondok, atthar menyerahkannya kepada ustad Arief
Keluarga atthar juga mengundang seluruh ustad dan ustadzah yang ada dipondok, tidak lupa juga ia mengundang ustad bahar sahabatnya, abi menghubungi ustad bahar dan dengan berat hati abi menyampaikan jika atthar akan melangsungkan pernikahannya bersama khanza, abi mengundang seluruh keluarga ustad bahar yang itu artinya aina juga turut diundang
Abi juga sempat meminta maaf kepada ustad bahar, ia merasa tidak enak hati dan untungnya ustad bahar mengerti jika jodoh atthar dan aina anaknya sudah dtetapkan oleh Alllah SWT
Abi lega mendengar sahabatnya yang mengerti akan ketetapan Allah, ia tidak ingin silaturahmi dan persahabatannya dengan sahabatnya menjadi canggung karena masalah atthar yang membatalkan ta'arufnya pada aina
Hari demi hari berlalu, segala persiapan sudah selesai, besok merupakan hari yang ditunggu tunggu oleh atthar, walaupun acaranya sederhana namun tetap tidak akan mengurangi kesakralan pernikahan mereka
Atthar terus belajar melafadzkan ucapan akad nikah yang akan ia ucapkan besok, ia tidak ingin melakukan kesalahan dipernikahan pertamanya dan terakhirnya
...****************...
Hari yang sakral pun tiba, acara ijab qabul akan dilakukan pada pagi hari di masjid terbesar dikotanya, mereka mengenakan pakaian serba putih
Khanza terlihat sangat cantik, ia seperti gadis arab yang memakai riasan yang mempercantik matanya, ia juga memakai niqab berwarna putih menambah keanggunan dirinya
Sementara atthar juga terlihat sangat tampan dengan memakai baju kurung dan kain tenun berwarna senada dengan khanza
Para tamu undangan sudah terlihat hadir dimasjid terbesar dikotanya, kedua mempelai juga terlihat sudah hadir, khanza duduk diapit oleh ibu dan umi, sementara atthar, abi serta ayah dan juga baim sudah duduk dimeja akad nikah menunggu pak penghulu datang
Sesekali atthar menoleh kebelakang melihat umi dan khanza, ia sedikit gugup dan jantungnya berpacu kencang, sambil menunggu pak penghulu datang atthar melafadzkan dzikir didalam hatinya untuk menghilngkan kegugupannya
Tak lama kemudian penghulu pun hadir dan kegugupan atthar semakin menjadi, ia menyambut pak penghulu dan menyalaminya
Acara segera dimulai, pak penghulu membimbing atthar untuk beristigfar dan mengucapkan shalawat
__ADS_1
Setelah pak penghulu merasa semuanya siap, ia meminta wali khanza yaitu ayah khanza sendiri untuk menjabat tangan calon menantunya
Pak penghulu membimbing ayah khanza untuk menikahkan anaknya
"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan puteriku Khanza shaqeena dengan mahar seperangkat alat sholat dan sebentuk cincin emas dibayar tunai.” ucap ayah khanza lantang
“Saya terima nikah dan kawinnya khanza shaqeena dengan mahar yang telah disebutkan dibayar tunai” atthar mengucapkannya dengan satu tarikan nafas
Dan Alhamdulillah para saksi mengesahkan pernikahan mereka, pak penghulu pun mengucapkan doa untuk kedua mempelai
Atthar tak bisa menahan rasa harunya, ia meneteskan air matanya, ia tidak menyangka jika ia sampai ketitik ini, dari menyukai secara diam diam, sampailah ia mendengar jika khanza ingin menikah namun Allah berkehendak lain dan akhirnya ialah yang menikah dengan khanza
Allah sungguh hebat dalam mengatur rencananya, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, pikir atthar
Setelah pembacaan doa, pak penghulu meminta atthar untuk menjemput sang istri untuk dibawa ke meja pernikahan
Atthharpun berdiri dengan senyumnya yang lebar, ia mendatangi istrinya ia tersenyum dan berjongkok dihadapan istrinya, sebelum meminta khanza untuk mengikutinya, ia terlebih dahulu menyalami uminya dan ibu khanza
Setelahnya ia kembali ke hadapan istrinya meminta istrinya untuk mengikutinya, ia hendak menjabat tangan khanza, namun ia ragu dan masih malu malu, ia tidak pernah bersentuhan dengan wanita
"Sudah halal nak, pegang saja, malah berdosa jika kamu abaikan" ucap umi menggoda anaknya yang tersipu malu, begitu juga dengan istrinya
Umi memegang tangan atthar dan khanza, dan menyatukan tangan mereka
"Sudah bawalah istrimu, sekarang dia milikmu" ucap ibu yang juga menggoda anak dan menantunya
Khanza dan atthar hanya tersenyum malu, atthar pun menggandeng khanza menuju penghulu serta ayahnya, pak penghulu meminta atthar untuk duduk berdampingan dengan istrinya untuk membacakan Sighat Taklik
.
.
.
...Bersambung...
...Maaf readers belum bisa double up...
__ADS_1
...Diusahakn besok ya readers ku...
...Jangan lupa, like, koment, vote dan hadiahnya...