
"Aku tidak percaya kau melupakanku, buktinya kau masih ingin makan ditempat kita selalu makan bersama khanza" ucap daniel
Deg. . .
Jantung khanza berdetak kencang, ia tidak bermaksud seperti itu, ia hanya ingin memakan makanannya saja bukan untuk mengingat seseorang
Khanza melihat kearah suaminya, ia menggenggam tangan suaminya erat
"Aku...??tidak bisa melupakanmu?" ucap khanza menjeda ucapannya
"Aku makan disana karena aku sangat menyukai makanan itu bukan karena tempat itu mengingatkan aku padamu, stop berpikiran seperti itu daniel" sambung khanza
"Aku bersama suamiku, aku mengenalkan suami makanan apa yang aku sukai, dan aku juga akan belajar tentang makanan apa yang suamiku suamiku sukai, jelas samai disini, permisi" khanza berucap dengan tegas
Ia harus menjadi sedikit gila untuk menghadapi orang gila seperti daniel, ia menahan amarahnya, daniel selalu merusak suasana dan mood baiknya
Khanza menggenggam tangan suaminya dan ia membawa atthar pergi dari hadapan daniel, atthar tersenyum melihat istrinya menjaga kehormatan dirinya
"Kenapa buru buru dek? Kesel ya" tanya atthar ketika mereka sudah menjauh dari daniel
Khanza menghentikan langkahnya dan menghela nafasnya, atthar kembali membawa khanza berjalan menuju tempat duduk dipusat perbelanjaan tersebut
"Duduk dulu dek, jika marah dalam keadaan berdiri maka dudukla, agar marahnya hilang, jika masih belum reda, berbaringlah, jika masih belum reda juga maka berwudhulah" jelas suaminya
Khanza tersenyum dan memegang tangan suaminya meminta suaminya untuk duduk bersama
"Ngomomg sama mas itu enak ya, semua yang mas omongin adalah ilmu...terutama untuk khanza" ucap khanza tersenyum
"Udah hilang marahnya?" tanya suaminya lagi dan khanza mengangguk tersenyum
"Berkat mas" ucap khanza pelan
"Bisa gombal juga ya" khanza dan atthar tertawa
"Uda mau maghrib, apa kita jalan kerumah mbak una aja? Biar maghrib disana?" ucap atthar
"Boleh mas, yuk khanza kangen sama mbak una" khanza sangat bersemangat
"Kita beli apa ya dek utuk dibawa kesana? Utuk makan malam disana?" atthar mencari menu makanan apa yang akan ia bawakan, ia mengedarkan pandangannya
Tangan kedua pengantin baru ini tidak pernah lepas satu sama lain, mereka terus bergenggaman tangan erat, setelah ia menemukan apa yang akan ia bawakan mereka pun lanjut kerumah una
Diperjalanan mereka mengobrol sangat asik, tertawa bersama dan tidak telihat begitu canggung, mereka mulai membiasakan diri satu sama lain
__ADS_1
Setelah sampai diapartement tempat tinggal aluna dan baim, atthar membantu istrinya untuk turun dari mobil
"Mas apa dulu mas tiggal disini juga bersama dengan mbak aluna dan mas baim?" tanya khanza ketika mereka sampai dilobby, mereka menuju lift untuk naik ke atas ke rumah aluna
"G lah dek, g enak sama mbak luna, bukan muhrim dek, ntar mbak luna g bebas lagi dirumah sendiri" jawab atthar dan khanza mengangguk setuju
"Mas tinggal di apartement fasilitas kantor, g jauh juga kok dari sini, makanya mas bisa jemput mbak luna karena tempat tinggal kita sejalan" jelas attar
"G nyangka ya mas" ucapan khanza terjeda
Atthar melihat kearah istrinya, mereka sesang berada dilift saat ini
"G nyangka apa?" tanya atthar
"G nyangka kita hanya bertemu beberapa kali ternyata berjodoh" sambung khanza malu, ia tersenyum menunduk
"Mas minta kamu disepertiga malam mas dek, g tau kenapa ya mas seneng liat kamu, walau pun dulu kamu belum berhijab" ucap atthar lembut, khanza menegakkan kepalanya melihat suaminya, ia seperti tidak yakin jika suaminya sudh menyukainya sejak lama
"Beneran mas?" tanya khanza ragu
"Iya bener, mas merasa kamu itu tulus baik dan cantik, mas harus benerin nih si cantik ini untuk kearah yang lebih baik, dan Alhamdulilah si cantiknya sadar sendiri" atthar terkekeh dengan ucapannya
Khanza memukul lengan suaminya pelan dengan bibir yang cemberut, atthar semakin tertawa melihat istrinya
Bunyi lift menandakan jika mereka sudah sampai dilantai yang mereka inginkan, atthar kembalai menggenggam tangan istrinya dan membawanya kerumah masnya
Atthar memencet bel yang ada disamping pintu aluna, ia memencetnya beberapa kali dan terdengar suara seseorang membukakan pintu
Aluna yang membukakan pintu, matanya langsung tertuju ada kedua tangan pengantin baru yang saling bertautan, aluna pikir mereka akan lama beradaptasi dan bersentuhan ternyata aluna salah pikirnya
"Ciee..uda gandengan terus ya dek" goda aluna
Khanza yang digoda oleh aluna ingin melepaskan genggaman tangannya, namun atthar menahannya dan membawa istrinya masuk, ia hanya tersenyum mendengar ucapan aluna, sementara khanza hanya menunduk malu mengikuti suaminya, aluna terkekeh melihat khanza yang masih malu malj
"Assalamualaikum" ucap atthar dan khanza
"Wa'alaikumussalam" jawab baim
Atthar meletakkan makanan yang ia bawa diatas meja lalu ia menyalami masnya baim dan disaat atthar melepaskan genggaman tangannya dari khanza, khanza langsung menyalami aluna, ia memeluk aluna
"Aku kangen mbak" ucap khanza
"Sama donk, mbak juga tapi mbak belum bisa nemuin kamu" ucap aluna
__ADS_1
"Mbak lagi mabuk" bisik aluna pelan
"MasyaAllah mbam beneran?" khanza sedikit berteriak kegirangan
Dan sesaat ia sadar jika ia sudah berlebihan sehingga membuat suaminya dan mas baim melihatnya, mas baim yang sudah tahu kabar apa yang khanza dengar tersenyum melihat ekspresi khanza dan sementara suaminya yang tidak tahu apa apa hanya terbengong heran
Khanza hanya cengengesan melihat kearah suaminya, ia tersenyum dengan menundukkan kepalanya
"Sudah berapa bulan mbak? Taunya kapa? Kok g ngabarin aku sih?" ucap khanza sebel
Aluna membawa khanza bergabung duduk bersama suami mereka, ia ingin membuatkan air minum namun dicegah oleh khanza
"Duduk disini dulu ya, mbam buatkan air" ucap aluna
"Eh g usah mbak, ini kita uda bawain makan malam nih, airnya air putih aja ntar, jangan capek capek donk" ucap khanza menahan tangan aluna agar aluna dauk kembali
"Mas mbak luna hamil" sambung khanza, ia bersemangat bercerita pada suaminya
"Alhamdulillah selamat ya mbak, mas" ucap atthar yang juga ikut senang
"Umi dan abi uda tahu mas?" tanya atthar
"Belum thar, nanti aja pas mas pulang sama mbak, g enak ngabarinnya lewat ponsel" ucap baim
"Jadi kapan kalian pulang?" tanya baim
"Belum tau mas, khanza sih maunya cepat cepat uda kangen pondok katanya, tapi belum lah g enak sama ibu dan ayah masa cuma sebentar nginap dirumah mereka" jelas atthar
"Uda betah ya dek dipondok, uda kangen aja" sambung aluna
Khanza hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya dan aluna, saat sedang asik berbicang, adzan maghrib pun berkumandang, khanza atthar baim dan aluna bergegas untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib berjamaah, kali ini yang jadi imam bukanlah suami khanza melainkan tuan rumah yaitu baim
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Terima kasih readers 🥰🥺...
__ADS_1