
Khanza dan keluarganya telah tiba dirumah sakit, di IGD mereka disambut oleh seorang dokter dan beberapa perawat yang bertugas
"Keluhannya apa bu?" Tanya dokter
"Mual, muntah dan pusing kepalanya sangat berat susah untuk bangun" jawab atthar sebagai suaminya
"Sebelumnya apa ibu ada makan sesuatu?" Tanya dokternya lagi
"Saya hanya sarapan nasi goreng saja tadi pagi, siang harinya saya hanya makan sedikit dan itupun kembali muntah" jawab khanza pelan
"Apa ibu ada alergi makanan?"
"Tidak, saya tidak ada alergi makanan" jawab khanza
"Baiklah, apa ibu sudah datang bulan?"
Khanza dan atthar terdiam, ia heran kenapa dokter menanyakan hal seperti itu
"Maksudnya?" Tanya khanza bingung
"Apa bulan ini ibu sudah datang bulan? Atau sudah telat?" Dokter menjelaskan
"Belum, bulan ini saya belum haid dan iya sepertinya sudah telat dekapan hari" jawab khanza
"Saya tidak terlalu menghitungnya dok" sambung khanza
"Baiklah ibu, saya akan memberikan obat untuk penghila rasa sakit dan mualnya ya bu" ucap dokter
"Terimakasih"
Dirumah sakit khanza diinfus untuk memasukkan obat pereda mual, muntah serta nyeri kepalanya
"Apa masih mual ibu?" Tanya salah satu perawat IGD
Khanza menggeleng pelan, sheina duduk disamping ummanya, ia benar benar takut dan akan menjaga ummanya
"Baik ibu, nanti setelah mualnya berkurang jauh kita akan tes urin ya bu"
"Tes urin?" Tanga khanza
"Iya ibu, kita akan melakukan tes kehamilan ibu, karena dari gejalanya bisa saja ibu sedang hamil" perawat tersenyum menjawab pertanyaan khanza
"Apa mungkin abi?" Khanza bertanya pelan pada suaminya namun matanya mengarah ke anaknya sheina
"Bisa saja sayang, kuasa Allah dan doa anak kita" jawab atthar tersenyum
Khanza tersenyum melihat sheina yang masih setia duduk disampingnya, ia hanya memegang salah satu bagian tubuh ummanya
"Jangan khawatir begitu sayang, umma tidak apa apa" sheina mengelus kepala anaknya
"Sheina takut umma sakit, umma jangan sakit sakit lagi ya" ucap sheina mengiba
"InsyaAllah sayang" jawab khanza tersenyum lembut
Khanza melakukan tes kehamilan dan ia dipinta kembali menunggu ditempat tidurnya, perawa akan mengabari jika hasilnya sudah keluar
__ADS_1
Khanza dan atthar menunggu dengan resah, ummi dan abi mengelus menenangkan kedua anaknya tersebut
"Sabar nak, kita berdoa semoga hasilnya positif" ucap ummi
"Iya nak tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah" lanjut abi
Setelah resah menunggu akhirnya dokter dan perawat menghampiri mereka, atthar khanza abi ummi serta sheina menatap mereka dengan penuh harapan tak lupa mereka berdoa karena segala ketentuan ada di tangan-Nya
"Selamat ya bu, hasil tesnya positif, ibu sedang hamil 2 minggu" ucap dokter
Khanza menangis mendengar ucapan dokter, begitupun atthar ia langsung memeluk istrinya dan mencium puncak kepala khanza, tak lupa ia dengan anaknya sheina
Atthar merasa berkat doa sheina yang tak henti setiap ditahajudnya, keluarga mereka bahagia, bahkan sangat bahagia
"Umma akan benar benar menjagamu sayang, umma janji " ucap khanza dalam hati sambil mengelus perutnya
Semua keluarga mengucap syukur, dokter memperbolehkan khanza untuk pulang dan segera memeriksakan kandungan ke dokter kandungan, atthar dan sheina sangat bahagia sehingga benar benar menjaga khanza
Sesampainya dirumah, ummi dan atthar melarang sheina untuk melakukan hal hal yang berat, termasuk memasak, ummi takut jika kehamilan khanza rentan seperti waktu ia hamil dulu
"Mulai sekarang, kamu tidak boleh mengerjakan apa apa ya nak, biar atthar dan ummi yang mengerjakan semuanya" ucap ummi mengelus kepala menantunya
"Benar sayang, mas yang akan membersihkan, kita harus benar benar menjaga apa yang sudah Allah kasi, Allah memberikan kita nikmat yang luar biasa sayang" ucap atthar
"Atthar benar nak, khalisa akan mengantarkan makanan yang ummi masak setiap hari, nanti kamu makan apa tinggal bilang saja ke ummi ya, InsyaAllah ummi masakkan" ummi berkata lembut
Khanza sangat terharu mendengar ucapan mertuanya dan suaminya
"Sheina akan membantu abi untuk membersihkan rumah, dan sheina juga akan membantu onty khalisa" sheina tersenyum bahagia
Semua tertawa, mereka benar benar menyayangi sheina seperti keluarga mereka
"Apa ummi dan abi tahu? Khanza hamil ini karena doanya sheina" ucap khanza
Sheina tercengang tidak mengerti
"Itu benar ummi, abi, setiap malam anak soleha ini selalu bertahajud dan berdoa agar ia diberikan adik dan Subhanallah Allah mengabulkan doa sheina" atthar mencium kepala anaknya
"MasyaAllah beruntung sekali nek ummi punya cucu yang soleha seperti sheina" ummi terharu hingga menitikkan air mata
"Sini sayang dekat tok abi" abi memanggil cucunya sheina
"Teruslah istiqomah cu, Allah sudah menyiapkan istana untuk anak anak soleha seperti sheina di surga" ucpa abi
"Iya tok abi, sheina akan membawa seluruh keluarga kita ke istana surga yang Allah siapkan untuk sheina, sheina akan membawa nenek sheina sudah meninggal juga" sheina terlihat sedih
Ummi mendekati sheina yang terlihat merindukan neneknya
"Sheina harus berdoa setiap hari dan kirimkan surat yasin, alfatihah dan lainnya untuk nenek agar nenek terbebas dari siksa kubur" ucap ummi
"Apa dikubur itu nenek disiksa nek ummi?" Tanya sheina khawatir
"Setiap manusia pasti melakukan dosa sayang, dan setiap yang hidup pasti akan mati, disiksa atau tidaknya itu tergantung amal kita semasa didunia, dan yang bisa membebaskan kita dari siksaan ialah doa doa anak soleh dan soleha" jelas ummi
Sheina mengangguk mengerti
__ADS_1
"Sheina akan mengirimkan doa untuk nenek setiap hari" ucap sheina
"Anak pintar dan solehanya nek ummi, nek ummi doakan kita semua tetap istiqomah dalam beribadah, aamiin" ucap ummi dan semua mengaamiinkan doa ummi
Malam pun tiba, khanza masih merasakan mual dan muntah walaupun sesekali, ia hanya bisa makan sedikit
"Ayola sayang, kita makan lagi ya walaupun muntah tidak apa apa, asalkan ada nutrisi yang masuk ketubuh" ucap atthar risau
"Khanza mual mas, g bisa makan apa apa, khanza tidak mau makan ini" ucap khanza manja
Sheina terkekeh melihat umma dan abinya
"Umma mau makan apa umma?" Tanya sheina
"Hmmm umma mau makan bakso, tapi umma maunya yang sedikit pedas" ucap khanza
"Kenapa g bilang sama mas sih sayang, mas kan bisa belikan" ucap atthar mengusap pipi istrinya
Sheina tersenyum melihat keromantisan umma dan abinya
"Adeknya mau ditanyain sama kakaknya sayang" khanza terkekeh
"MasyAllah masih didalam perut uda manja sama kakaknya ya dek" atthar mengusap perut khanza
Sheina berdiri dari dudukannya, ia mendatangi khanza ummanya
"Adiknya kakak yang sehat ya didalam perut umma, jadi anak baik ya jangan bikin umma sakit" sheina turut mengusap perut ummanya
Khanza dan atthar sangat bahagia, rencana Allah untuk keluarga sangatlah indah, melalui doa sheina anak angkatnya Allah mengabulkan apa yang mereka harapkan diwaktu yang tepat menurut Allah
Selalulah berbaik sangka kepada Allah, karena apa yang menurut kita baik belum tentu benar benar baik untuk kita dan apa yang menurut kita buruk bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah SWT.
.
.
.
...TAMAT...
Alhamdulillah cerita tentang khanza sudah selesai, tapi jangan khawatir akan ada kuterima takdirku season 2
Kuterima takdirku season 2 akan bercerita tentang anak khanza, yang pastinya akan lebih seru dari cerita khanza
Tungguin yah, doakan semoga lancar
Jangan lupa like, komen dan vote
terimakasih sudah selalu mengikuti novelku
baca juga novelku lainnya ya yang berjudul
...Menunggu cinta ...
...&...
__ADS_1
...Ameera...