
"Bentar ya mbak" khanza sedikit menjauh menghubungi daniel
Khanza kembali mengembalikan ponsel aluna
"Ini mbak, g diangkat mbak, g apa apa mbak aku nungguin aja, ntar kalau buss uda nyampe tapi danielnya belum nyampe ya uda aku naik buss aja" jelas khanza
"Kamu yakin?" tanya aluna dan khanza mengangguk, lalu aluna melihat ke arah atthar yang juga melihat aluna
"Ya udah mbak ditungguin aja, aku juga g buru buru" jawab atthar dan aluna tersenyum mendengar pengertian atthar
"Alhamdulillah atthar g sibuk jadi kita bisa nungguin kamu" ucap aluna pada khanza
"Beneran g apa apa mbak? Jadi g enak akunya mbak" ucap khanza menyipitkn matanya
"Maaf ya mas ngerepotin" sambung khanza meminta maaf pada atthar dan atthar hanya mengangguk dengan senyum tipisnya
Cukup lama mereka menunggu, hingga buss pun datang namun daniel belum menampakkan batang hidungnya, khanza pun berniat untuk menaiki buss, ia ingin pamit kepada aluna
"Itu bussnya udah datang, aku pamit ya mbak" ucap khanza dan aluna mengangguk setuju
"Kamu hati hati dek, da mau maghrib ini" ucap aluna
"Bareng aja sama kita mbak, uda mau malam juga kasian" ucap atthar tiba tiba dan khanza melihat kearah atthar
"Alhamdulillah, ya sudah kalau begitu ayo dek kita anterin pulang"
"Beneran g apa apa mas? Maaf ya mbak mas jadi uda nunggu lama dan ngerepotin nganterin pulang" ucap khanza merasa bersalah
"Uda g apa apa, yuk jalan keburu maghrib" ucap aluna
Khanza, aluna dan atthar pun menaiki mobil dan atthar mulai melajukan mobilnya, diperjalanan adzan maghrib berkumandang, atthar meminta izin untuk berhenti disebuah masjid untuk melaksanakan sholat maghrib dan aluna serta khanza pun menyetujuinya
"Mbak tapi aku g bawa mukena loh" ucap khanza dan atthar mendengarnya
"Biasanya ada mukena dimasjid" jawab atthar dan aluna mengangguk setuju
"Iya dek biasanya ada mukena dimasjid masjid, kalau g ada juga ntar kita gantian aja" ucap aluna, khanza mengangguk dan mengikuti aluna untuk berwudhu
Setelah selesai sholat mereka kembali melakukan pesrjalanan, ditengah perjalanan atthar kembalu memberhentikan mobilnya, ia sudah tidak bisa menahan lapar
"Maaf ya, apa kita bisa makan dulu? Aku laper banget mbak" ucap atthar melihat aluna dan khanza
"Boleh donk masak g boleh" ucap aluna dan mereka melihat kearah khanza karena khanza tidak bersuara
"Boleh khanza mengabari ayah dulu mbak? takutnya ayah dan ibu khawatir" ucap khanza dan aluna tersenyum
"MasyaAllah, boleh dek, ni pake ponsel mbak" aluna kembali meminjamkan ponselnya
__ADS_1
Khanza menghubungi ayahnya dan mengatakan jika ia akan pulang telat karena sedang makan bersama mbak aluna dan mas atthar
"Baiklah nak, tapi ini nomer siapa nak?"
"Khanza menggunakan ponsel mbak aluna ayah, ponsel khanza hilang, tadi pagi khanza dicopet" ucap khanza menjelaskan
"Astagfirullah, jadi kamu tidak apa apa nak?" ayah bertanya khawatir
"Tidak ayah, khanza baik baik saja, nanti dirumah khanza jelaskan ya ayah, kasian mas atthar sudah kelaparan" ucap khanza melihat atthar dan atthar pun juga melihat khanza, khanza yang merasa tidak enak hati sedikit mengangguk dan tersenyum, aluna pun ikut tersenyum
"Baikla nak titip salam buat atthar dan aluna, nanti ajak mereka mampir" ucap ayah
"Baik ayah, assalamualaikum" khanza mengakhiri panggilannya, ia mengembalikan ponsel aluna
"Makasi ya mbak, oya mbak sama mas nanti disuruh mampir sebentar sama ayah" Aluna tersenyum mengangguk
Mereka berjalan masuk menuju sebuah restoran, merekapun mulai memesan makanan dan menyantapnya, atthar hanya diam saja mendengr obrolan aluna dan khanza
"Oya mas selamat ya sudah menemukan calon, semoga dilancarkan segalanya" ucap khanza tiba tiba
"Aamiin" jawab atthar singkat
Mereka sudah menyelesaikan makannya, mereka melanjutkan perjalanan menuju kerumah khanza ditengah perjalanan, ponsel atthar berbunyi dan itu daei abangnya baim
"Assalamualaikum mas?"
"Wa'alaikumussalam, kalian dimana dek? Kenapa belum sampai dirumah" tanya baim, atthar melihat kearah aluna
"Sebentar mas" jawab Bentar ya mbak" khanza sedikit menjauh menghubungi daniel, ia memberikan ponselnya kepada aluna
"Mas baim mbak, mbak g ngabarin mas ya?" ucap atthar
"Astagfirullah, mbak lupa" jawab aluna dan ia menjawab panggian dari suaminya
Ia menjelaskan jika ia dan atthar sedang diperjalanan menuju kerumah khanza untuk mengantar khanza, aluna juga menceritakan jika ia sudah makan bersama atthar dan khanza karena atthar sudah sangat lapar, baim pun memakluminya dan hanya berpesan untuk berhati hati dijalan
Sesampainya dirumah khanza adzan isya berkumandang, atthar dan aluna disambut hangat oleh ayah dan ibu, ayah mengajak atthar untuk sholat berjamaah dan merekapun sholat berjamaah, setelah sholat berjamaah khanza membuatkan minuman dan makanan ringan untuk tamunya
"Gimana kabarnya nak?" tanya ayah pada atthar
"Alhamdulillah baik pak, maaf pak saya membawa khanza terlalu lama" ucap atthar
"Tidak apa apa yang penting bapak tahu ia pergi kemana dan bersama siapa" terang ayah
Khansa datang membawakan beberapa makan ringan serta minuman hangat
"Mari mari nak luna dan atthar silahkan diminum" ucao ibu
__ADS_1
"Silahkan mas, mbak una" ucap khanza
Atthar dan aluna mengangguk tersenyum dan mereka mengucapkan terimakasih, mereka melanjutkan obrolan ringan mereka, seputar pekerjaan dan cerita ponsel khanza yang hilang karena dicopet
Waktu terus berjalan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20.00wib, atthar dan aluna pamit untuk pulang
"Kami permisi dulu pak, bu" ucap atthar
"Iya pak, bu kami pamit dulu, hari sudah malam" sambung aluna
"Hati hati dijalan nak, sampaikan salam bapak untuk nak baim" ucap ayah
"InsyaAllah pak, nanti sampaikan" aluna menyalami ibu dan khanza, sementara atthar menyalami ayah dan ibu khanza
Atthar dan aluna pun berjalan menuju mobil dan tak lama kemudian atthar melajukan mobil, ibu ayah dan khanza mengantarkan mereka hingga kedepan pintu pagar, setelah mobil atthar terlihat menjauhi rumah, tiba tiba ibu berbicara
"MasyaAllah nak atthar beruntung sekali ya jika ibu bermenantukan atthar, sudah tampan, soleh suaranya MasyaAllah merdu sekali bikin adem hati" ucap ibu
"Aamiin" ucap ayah mengaminkan ucapan ibu, sesungguhnya ucapan adalah doa dan ayah juga berharap demikian
"Mas attharnya sudah ta'aruf bu, jadi yang lain aja ya yang menantu ibu" ucap khanza tepat disebelah telinga ibu, dan itu membuat ibu kaget
"Astagfirullah, kamu bikin ibu kaget" ibu sedikit memukul lengan anaknya
"Ta'aruf sama siapa nduk?" tanya ayah
"Sama orang sekampungnya yah, alumni pondok pesantren abi mas atthar"
Ayah dan ibu mengangguk mengerti, mereka berjalan untuk masuk kerumah
"Kalau kamu gimana nduk sama nak daniel? sudah hampur 3 minggu g ada kunjungan lagi" tanya ayah
"Iya yah, orang tua daniel lagi diluar kota belum pulang, ada acara penting katanya"
"Ya sudah yang penting jaga diri dan jangan sering ketemu g baik" ucap ibu, khanza mengangguk mengerti namun dalam hatinya berdebar takut jika suatu saat ayah dan ibu akan tau jika ia bertemu daniel setiap hari
.
.
.
...Bersambung...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
...Dukung aku terus ya 🥰🙏...
__ADS_1
...Thank you...