
Khanza melepaskan niqabnya karena hanya ia dan suaminya yang berada dikamar rawtan suaminya, namun ia tidak berani untuk melepaskan hijabnya, karena kapan pun perawat atau siapapun bisa datang dan masuk
Khanza melaksanakan sholat ashar dan berdoa kepada yang Maha pemberi kesembuhan, ia meminta kepada Sang Penciptanya untuk segera menyembuhkan suaminya, setelah selesai berdoa khanza membuka ponselnya untuk membaca kitab suci Al Quran, ia duduk disamping suaminya dan melafadzkan ayat suci
Lama khanza melantunkan ayat ayat suci Al Quran, ia berhenti ketika ia mendengar lenguhan suaminya, ia sontak menoleh kearah suaminya, ia melihat suaminya perlahan membuka mata, khanza tersenyum dan menangis, tak henti hentinya ia mengucap syukur kepada Allah SWT
"Mas.....Alhamdulillah mas sudah sadar" ucap khanza haru, air matanya terus mengalir, air mata bahagia sekaligus air mata penyesalan
Atthar tersenyum kepada istrinya, atthar mengulurkan tangannya dan disambut oleh istrinya
"Maafkan khanza mas, hiks...hiks...khanza tidak tahu jika mas alergi kerang hiks...hikss" tangis khanza semakin pecah, ia sangat menyesal
"Sayang....mas minta maaf, kamu tidak salah dek, jangan menangis seperti ini, mas baik baik saja" ucap atthar tersenyum, ia menarik istrinya untuk semakin dekat dengannya, ia menghapus air mata istrinya
"Khanza minta maaf mas, khanza tidak tahu apa apa tentang mas, khanza istri yang buruk" khanza masih saja menangis
"Sudahlah sayang, tidak ada yang buruk, kamu istri yang baik untuk mas, sangat baik, mas yang salah mas tidak memberitahumu, kita masih mengenal bukan? Ini bukan kesalahan fatal dek, sudah ya jangan nangis lagi" atthar tersenyum dan membelai pipi istrinya
"Bukan kesalahan fatal gimana mas, khanza hampir saja kehilangan mas, jika tidak segera membawa mas kerumah sakit..hiks..hiks.." tangis khanza kembali pecah mengingat kondisi suaminya dan penjelasan dokter
"Hiks,,,hiks,, khanza minta maaf mas" khanza terus menangis, sehingga membuat atthar serba salah
"Sudah sayang dan cinta sama mas? Kenapa takut jika mas pergi?" atthar mencoba menggoda istrinya agar istrinya tidak lagi menangis
Khanza terdiam memandang lekat pada suaminya
Satu detik.....
Dua detik......
Tiga detik......
"Hiks...hiks...nanyanya kok gitu? hiks...hiks...khanza kan uda bilang seluruh hati khanza sudah menjadi milik mas seutuhnya, jangan bilang pergi pergi lagi, khanza g mau hiks..hiks.." atthar tertawa melihat istrinya, menurutnya sangat lucu sekali melihat istrinya yang menangis namun terlihat manja
Atthar mencoba bangun dari tidurnya, namun dicegah oleh istrinya
"Mas mau ngapain? Istirahat aja udah" ucap khanza
"Capek sayang, mas mau duduk sebentar" ucap atthar
__ADS_1
"Sebentar mas, khanza naikin dulu bednya" khanza mengatur bed suaminya agar suaminya merasa nyaman
Atthar merentangkan kedua tangannya, ia meminta istrinya agar memeluknya, khanza tersenyum malu, ia sudah tidak menangis lagi, khanza menyambut pelukan suaminya
"Hmmmm enaknya meluk istri mas, rasanya sudah sembuh total ini, kita pulang aja yuk" ucap atthar
Khanza memukul dada suaminya pelan
"Gombal, mas jangan gitu lagi ya, mulai besok khanza akan nanya dulu ke mas, khanza mau masak apa" ucap khanza masih dalam pelukan suaminya, atthar tersenyum memeluk istrinya nyaman
"Kenapa begitu? Mas hanya alergi kerang, selain dari kerang aman kok sayang, sayang ya sama mas? Cinta ya?" atthar kembali menanyakannya
Khanza melihat suaminya dengan mendongakkan kepalanya, ia mengangguk tersenyum
"Aku sayang dan cinta sama mas, aku g mau kehilangan mas, jadi jangan seperti itu lagi" ucap khanza manja
Mendengar ungkapan cinta dari istrinya, membuat atthar merasa terbang melayang dan ingin pulang, ia merasa dirinya sudah baik baik saja
"Pulang yuk, mas sudah sembuh sayang" ucap atthar
"No masku sayang, mas harus benar benar sembuh dulu, baru boleh pulang, sekarang harus istirahat dulu" ucap khanza, ia melepas pelukannya
"Kenapa abis sakit makin pinter gombal mas?" khanza kembali memeluk suaminya
"G gombal kok, itu beneran sayang, tenaga mas pulih setelah meluk kamu" ucap atthar, mereka berdua tersenyum bahagia, khanza sangat bahagia suaminya benar benar sudah membaik dan atthar juga sangat bahagia mengetahui jika sayang dan cinta istrinya sudah seutuhnya menjadi miliknya
Pelukan mereka terlepas saat mendengar kedua orang tua khanza masuk kekamar rawatan atthar
"Assalamualaikum" ucap ibu dan ayah serentak
"MasyaAllah sudah sembuh toh" ucap ayah menggoda menantunya, khanza dan atthar gelagapan dan malu
"Alhamdulillah kalau begitu, ibu sampai panik loh mendengar menantu ibu sudah g sadar" ibu meletakkan buah buahan serta roti yang ia bawakan
Khanza dan atthar menyalami ayah yang sudah duduk disampingnya
"Alhamdulillah ayah, ibu atthar sudah membaik, ayah dan ibu gimana kabarnya? Maaf membuat ayah dan ibu panik dan jauh jauh datang kesini" atthar meminta maaf kepada kedua mertuanya
"Maaf juga ibu ayah, khanza panik jadi umi deh yang nelfonin ibu" ucap khanza, ia memeluk ibunya melepas rindu
__ADS_1
"Tidak apa apa ibu ngerti kok, ibu bersyukur atthar sudah membaik dan ibu lihat kamu juga baik" ucap ibu tersenyum menggoda anaknya, khanza yang mengerti maksud ibunya tersenyum malu
Ibu menghampiri menantunya dan atthar menyalami mertuanya, ibu senang melihat khanza sudah bisa sepenuhnya berlaku sebagai seorang istri untuk atthar
"Kenapa bisa seperti ini nak?" tanya ibu
"Mas atthar alergi kerang bu, dan khanza tidak tahu, khanza nyesel bu, mas atthar sampai tidak sadarkan diri gara gara khanza" khanza kembali berucap sendu menceritakan kondisi atthar yang sangat buruk
"Sampai sampai dokter bilang, untung saja dibawa kerumah sakit dengan cepat, jika telat bisa mengancam nyawa bu mas atthar" sambung khanza, ia kembali hendak menangis
"Sudahlah dek, jangan menangis lagi, udah dari loh nangisnya" ucap atthar ia tidak ingin melihat istrinya kembali menangis
Ibu dan ayah tersenyum melihat kedua pasangan itu, ibu mengusap punggung anaknya khanza
"Syukurlah Allah memberi atthar umur yang panjang dan juga kesembuha yang cepat, ini dijadikan pelajaran saja, lain kali harus ingat apa yang tidak boleh dan apa yang boleh suamimu makan, hmm?" ucap ibu lembut menenangkan anaknya, khanza mengangguk dan ia tersenyum melihat suaminya
Ibu dan ayah serta khanza dan atthar melanjutkan perbincangan hangat mereka, sebelum maghrib tiba, khanza meminta ibunya untuk beristirahat dirumahnya, biar ia saja yang tidur dirumah sakit menemani suaminya, ia tidak mau ibu dan ayahnya kelelahan
"Ibu nanti pulang aja kerumah, tidur dirumah saja bu, ini kuncinya, ibu bisa menggunakan kamar tengah untuk beristirahat, maaf khanza tidak bisa menemani ibu pulang" ucap khanza
"Tidak apa apa nak, ibu dan ayah mengerti, kamu disini saja jagain suamimu"
"Nanti atthar menghubungi khalisa bu agar mengantarkan ibu kerumah" sambung atthar
"Iya nak, tenang saja, ibu dan ayah tidak apa apa, ada umi dan khalisa nanti yang mengantarkan kami, kalian istirahat saja disini dan kamu atthar harus banyak istirahat semoga besok sudah bisa pulang" ucap ibu, ayah menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan ibu
Tak lama kemudian sebelum adzan maghrib berkumandang, ibu dan ayah berpamitan untuk pulang kepondok pesantren
.
.
.
...Bersambung...
...Terimakasih readers...
...Jangan lupa like, vote, koment dan hadiahnya...
__ADS_1
...Doain ya, InsyaAllah minggu depan lahiran, semoga bisa up setiap hari sebelum lahiran ...