
"Tidak daniel tidak semudah itu, aku mohon mengertilah, kau akan menemukan penggantiku dan bahkan lebih baik dariku" ucap khanza, air matanya masih menetes melihat daniel seperti orang gila, khanza memeluk ibunya, ia sama sekali tidak melihat atthar saat itu
Atthar masih sabar melihat khanza, baim yang mengerti perasaan adiknya, hanya bisa menepuk bahu adiknya sebagai bentuk supportnya pada atthar
Atthar tersenyum dan mengangguk mendapat perlakuan dari masnya, sementara keluarga hanya mendengarkan saja sedari tadi
"Tidak khanza, jika aku tidak menikahimu, aku lebih baik mati khanza, aku sangat mencintaimu, please kembalilah padaku" ucap daniel yang kini berlutut menangis dihadapan atthar dan baim
Khanza terkejut melihat daniel seperti itu, ingin rasanya ia membantu daniel untuk berdiri, tangisan khanza semakin menjadi ia memeluk ibunya erat, rasanya ia tidak tega melihat daniel seperti itu
Sesaat kemudian khanza tersadar jika disana ada atthar calon suaminya dan juga keluarganya, ia menghapus air matanya dan melepaskan pelukan ibunya, ia melihat jika baim menguatkan atthar dengan menepuk bahu adiknya
Abi yang sedari tadi diam mendengarkan kini berjalan menuju daniel, ia membantu daniel berdiri dan mengajak daniel untuk duduk dikursi depan rumah khanza
"Bangunlah nak, ayo bangun, mari kita duduk disana, tidak baik seperti ini" ucap abi dan daniel menuruti abi
Daniel melewati baim dan atthar dan juga khanza serta ibunya, ia menatap khanza dalam, abi membimbing daniel untuk duduk, sementara keluarga lainnya mengikuti untuk duduk diteras rumah khanza
"Nak....kenapa seperti ini?" tanya abi
Daniel diam tidak bicara, ia hanya menundukkan kepalanya
"Khanza dan kamu itu berbeda nak daniel, cobala menerima itu, di dalam agama apapun menyerah itu sangat dibenci oleh Tuhan" ucap abi
"Tapi pak, saya sangat mencintai khanza, saya rela menjadi muallaf asalkan saya bisa bersamanya" ucap daniel, abi hanya terdiam menghela nafasnya
Kini khanza tidak lagi memperdulikan ucapan daniel, ia hanya memperhatikan atthar yang berdiri tertunduk menyandar didinding teras, ia memainkan kunci mobil ditangannya
Khanza merasa sangat berdosa pada atthar, ia menangisi daniel didepan calon suaminya, ia berdosa karena sama sekali tidak memikirkan perasaan atthar
Khanza merasa tidak tenang, kini ia tidak lagi menangis, bahkan ia menguatkan hatinya untuk mengatakan pada daniel jika ia akan menikah
"Maaf daniel" ucap khanza tegas, dan atthar menegakkan kepalanya melihat kearah khanza yang sedang bicara
Sebelum ia melanjutkan bicaranya, ia menoleh melihat kearah atthar yang juga melihatnya, mata mereka bertemu sepersekian detik
"Walaupun kamu berniat menjadi mualaf untuk bersamaku, aku tidak bisa, aku mohon maaf, aku...." khanza menjeda ucapannya, daniel menatap khanza, namun khanza kembali melihat kearah atthar, daniel mengikuti arah pandang khanza
__ADS_1
"Aku akan segera menikah daniel, bukankah sudah ku katakan lupakan aku, aku akan mengenalkanmu dengan calon suamiku" khanza mendekat kearah atthar, mata daniel mengikuti kemana khanza bergerak
"Ini kenalkan, mas atthar, ia calon suamiku, aku dan mas atthar akan menikah dua minggu dari sekarang" ucap khanza tegas
"Jadi aku mohon lupakan aku dan jangan menggangguku, aku ingin hidup bahagia bersama calon suamiku" ucap khanza, ia melihat atthar sejenak, atthar tersenyum senang mendengar pengakuan khanza
"Dan aku sudah melupakanmu" aluna mendekati khanza, ia menguatkan khanza dengan merangkulnya
Daniel berdiri dari duduknya, ia seakan terkena syok terapi mendengar jika khanza wanita yang sangat ia cintai akan menikah
Melihat daniel yang berdiri dengan dada yang naik turun seakan menahan emosi, atthar pun bersiap, ia takut jika daniel bertindak diluar nalar
"Mundurlah khanza, mas takut jika daniel akan bertindak" ucap atthar pelan, atthar berdiri didepan khanza melindungi khanza
"Kau....." daniel menjeda ucapannya, ia berusaha tidak membuat khanza takut
"Kau akan menikah? Secepat itu kau melupakanku?" daniel maju perlahan untuk melihat khanza
Atthar tetap memasang badan didepan khanza, tubuh mereka sama besar dan sama tingginy
"Sudahlah daniel, kau membuat khanza takut padamu" ucap atthar perlahan
Atthar kembali mendorong daniel, sebenarnya atthar tidak ingin berkelahi
"Daniel...sudahlah, jangan membuat ribut disini, sebaiknya kau pulang dan tenangkan dirimu" ucap baim menengahi atthar dan daniel
"Daniel kumohon pulanglah, kau sangat membuatku takut daniel" ucap khanza mengiba
"kau melupakanku begitu saja khanza?" daniel kembali tenang
Khanza memberanikan maju berhadapan dengan daniel namun ia tetap dalam perlindungan atthar, atthar berusaha mencegahnya dengan menggelengkan kepalanya, namun khanza mengisyaratkan pada atthar jika ia akan baik baik saja
"Sudah ku katakan bukan, aku sudah tidak mencintaimu, aku sudah melupakanmu dan kita tidak akan pernah bisa bersatu, aku akan bahagia bersama calon suamiku, dan aku sangat mencintai calon suamiku, jadi kumohon pulangla dan jangan menggangguku lagi" khanza sedikit berteriak untuk menyadarkan daniel, ia sudah lelah dengan semuanya, khanza menahan emosinya
"Aku sudah mengatakannya dari awal bukan? Please daniel jangan seperti orang bodoh, kau tidak lagi mencintaiku daniel tapi kau sudah terobsesi denganku" sambung khanza
"Apa kau sudah membenciku khanza?'' tanya daniel
__ADS_1
Khanza tidak pernah berkata kasar padanya, dan ini ucapan pertama khanza yang sangat melukai hati daniel
Khanza menghela nafasnya, ia harus tega agar danielpergi dari rumahnya dan semuanya berakhir
"Maafkan aku daniel, aku tidak membencimu tapi aku sudah tidak mencintaimu, aku akan membencimu jika kau terus bersikap seperti ini" ucap khanza, ia tidak lagi meninggikan suaranya
Daniel menundukkan kepalanya, ia mundur dan kembali duduk dikursinya, ia menggusar rambutnya, ia benar benar tidak menyangka, orang yang sangat ia cintai ternyata tidak mencintainya lagi
Lama ia duduk dan terdiam, ia sangat terpukul dengan kata kata khanza, ia berulang kali menggusar kepalanya dan wajahnya, kata kata khanza yang mengucapkan jika iia mencintai suaminya terngiang ngiang dikepala daniel
"Khanza sudah tak mencintaiku lagi" ucap daniel pelan namun masih bisa didengar
Ia berdiri seperti orang yang sedang linglung dan putus asa, ia kembali berucap dan mulai berjalan
"Khanza tidak mencintaiku" daniel terus mengulangi ucapannya beberapa kali, hingga ia sampai kemobilnya dan berlalu pergi
Semua orang yang menyaksikannya merasa iba, daniel terlalu mencintai khanza sehingga ia hilang kendali atas dirinya
Umi dan ibu memeluk khanza yang terlihat baik baik saja
"Alhamdulillah akhirnya ia pergi" ucap ibu
Khanza terssenyum, ia sama sekali tidak menangis, ia melihat atthar yang juga melihatnya, khanza tersenyum lebar
Setelah semuanya kembali tenang, keluarga atthar kembali berpamitan, mereka akan segera pulang kerumah baim, mereka menginap disana
Sebelum atthar memasuki mobil, khanza mendatanginya
"Mas....khanza minta maaf, maaf jika sudah menangisi orang lain didepan calon suami" ucap khanza menunduk, ia benar benar menyesali perbuatannya
.
.
.
...Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...
...Maaf telat up ya readers ...