Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
106


__ADS_3

Assalamualaikum readers kesayangan author, InsyaAllah author akan mulai nulis lagi nih, terimakasih susah setia menunggu novel author


Alhamdulillah author udah lahiran dengan sehat dan selamat, tungguin terus ya updatan "ku terima takdirku"


...Terimakasih kesayangan...


...****************...


Setelah mendapatkan kunjungan dari keluarganya, kini saatnya atthar beristirahat, khanza merapikan ruang rawatan suaminya, ia akan tidur disofa untuk malam inj


"Mas istirahat ya, semoga besok kita sudah bisa pulang" ucap khanza duduk disamping suaminya


"Aamiin, adek juga istrahat donk" ucap suaminya tersenyum


"Iya mas, nanti khanza istirahat kok, mas khanza minta maaf sekali lagi ya, uda bikin mas sakit seperti ini" ucap khanza kembali minta maaf


"Sudahlah sayang, mas uda baik kok, jangan minta maaf terus donk, yuk istirahat yuk" atthar mengusap lembut kepala istrinya dan mencium kening istrinya


Khanza tersenyum bahagia, ia kembali mencium tangan suaminya, ia bersyukur suaminya sudah jauh lebih baik dibandingkan pertama kali masuk rumah sakit


"Ya sudah kita istirahat ya" ucap khanza dan atthar megangguk, khanza bangun dan menuju ke sofa, suaminya hanya memandanginya saja, ia melihat apa yang dilakukan oleh istrinya


Disaat khanza ingin berbaring di sofa atthar menegurnya


"Sayang mau ngapain?" tanya atthar


"Mau tidur mas, ada apa? Apa mas mau sesuatu" tanya istrinya


Atthar mengangguk mengiyakan ucapan istrinya, khanza sontak bangun dan mendekat ke arah suaminya


"Mas mau apa? Mau minum? Atau laper?" tanya khanza lagi, atthar menggelengkan kepalanya, ia memegang tangan istrinya


"Mas mau kamu tidur disamping mas, tempat tidurnya besar dan cukup untuk kita berdua, mas g mau kamu tidur disofa, g enak, kasian istri mas" ucap atthar dan khanza tersenyum


"G apa apa mas, orang sakit tidurnya harus berkualitas, kalau khanza tidur disini ntar sempit dan tangan mas yang masih diinfus nanti susah dan bisa berdarah" khanza mencoba memberikan pengertian kepada suaminya

__ADS_1


"Bukan hanya orang sakit saja yang tidurnya harus berkualitas, orang sehat juga harus kalau tidak dia juga bisa jatuh sakit" bantah atthar, ia tetap ingin tidur bersama istrinya


"Ayo sini, muat kok sayang jangan khawatir" sambung atthar dan khanza tersenyum


Khanza pun dengan malu malu naik keatas tempat tidur rawatan suaminya, ia tidur dengan berbantalkan lengan suaminya yang tidak dipasang infus, ia memeluk suaminya dan rasanya sangat nyaman, begitu juga dengan atthar yang juga memeluk istrinya


"Nah gitu donk, kalau seperti ini mas yakin besok sudah diizinkan pulang" ucap atthar tersenyum memeluk istrinya


"Tau g obat yang paling ampuh bagi mas ap?" tanya atthar


"Apa coba?" khanza kembali bertanya


"Ya dekapan kamu ini, nyaman banget" atthar mencium kepala istrinyabl yang masih ditutupi dengan hijab


Malam ini khanza tidur masih dengan menggunakan hijabnya, karena mereka sekarang sedang berada dirumah sakit, kapanpun dokter atau perawar bisa masuk untuk memeriksa suaminya, mereka pun tertidur pulas dengan saling berpelukan


...****************...


Keesokan harinya. . .


Ya mendengar adiknya berada dirumah sakit, baim dan aluna langsung meluncur pulang kerumah orang tuanya untuk melihat adiknya, dan hari ini melihat kendaraan mas baim ada dirumah umi khanza berencana untuk mengajak seluruh keluarga makan bersama dirumahnya


"Ibu kita makan bersama ya bu, khanza bantuin masak yang banyak dan enak, kebetulan ada mbak aluna dan mas baim bu" ucap khanza


"Boleh nak, alhamdulillah hari ini atthar sudah bisa pulang"


"Iya bu, alhamdulillah mas atthar sudah membaik, sebentar ya bu khanza telfonin umi dulu biar umi g usah masak untuk makan siang" ucap khanza


Khanza pun menghubungi umi untuk memberitahu jika ia mengajak umi dan seluruh keluarga untuk makan siang dirumahnya, meskipun umi sudah memasak itu tidak jadi masalah karena umi akan membawa sebagian masakannya kerumah menantunya untuk dimakan bersama


Siang menjelang, umi, abi, aluna dan yang lainnya sudah tiba dirumah khanza, khalisa dan aluna membantu khanza namun khanza melarang aluna untuk membantunya karena aluna dalam kondisi hamil dan kehamilan aluna sudah cukup besar menurut khanza


"MasyaAllah mbak sudah keliatan dedeknya didalam ya mbak, lucu banget" ucap khanza saat mereka berdua berada didapur


"Jadi pengen" ucap khanza santai sambil mengusap perutnya

__ADS_1


"Aamiin, mbak doakan secepatnya ya dek, semangat terus berusaha, Alhamdulillah uda pengen punya baby ya" aluna masih saja menggoda adik iparnya


"Iih si mbak, godain mulu, aku kan uda sayang mbak sama mas atthar, g ada celah buat aku g sayang sama dia, dia baik, sangat meratukan aku mbak, dia benar benar uda masuk kehati aku mbak, dia mengetuknya perlahan tanpa memaksa, sampai aku yang benar benar jatuh kedalamnya dan aku bersyukur Allah pertemukan aku dengan suami seperti mas atthar, sabar dan mengayomi" jelas khanza panjang lebar sambil menyiapkan hidangan


"Alhamdulillah dek, dibalik rasa sakit yang Allah berikan kemaren hikmahnya sangat luar biasa bukan? Terusla berprasangka baik ada Allah dek, jangan berputus asa dari rahmatNya" ucap aluna mengusap punggung khanza tersenyum dan khanza membalasnya dengan anggukan


"Ternyata setelah aku pikir pikir mbak, Allah punya tersendiri untuk masa depan aku, aku diterima bekerja di perusahaan yang sama sama mbak, kita bertemu dan dekat seperti sekarang bahkan sudah menjadi keluarga, aku juga bertemu mas atthar disebabkan mbak dan penampilanku yang berubah 360⁰ sekarang" khanz tersenyum nenunjukkn penampilannya


"Itu sudah diatur Allah sedemikian rupa agar aku semakin dekat denganny, yang dulunya jauh bahan sholat sering bolong dan Alhamdulillah sekarang aku merasa nikmatnya dekat dengan Allah mbak, makasi ya mbak, melewati mbak aku jadi seperti ini" sambung khanza yang terharu


Aluna memeluk iparnya dari samping, ia merangkul khanza


"Ini sudah jalannya dek, mungkin mbak hanya perantara saja, jalanmu emang sudah ditentukan oleh Allah, Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan yang lurus" ucap aluna dan khanza mengangguk


"Uda terharunya ayo kita makan siang, baby nya sudah laper onty" canda aluna sambil mengusap perutnya, khanza tertawa, ia membungkukkan tubuhnya dihadapan perut aluna


"Babynya lapar ya, doain onty ya agar segera dapat baby juga biar ada temennya sayang" ucap khanza yang juga mengusap perut aluna


"Aamiin aamiin ya robbal'alamiin" ucap aluna


"Yang semangat onty, serahkan semua ada Allah SWT, dia tahu kapan akan memerikan rezekiNya" sambung aluna tersenyum, ia kembali merangkul khanza, ia paham betul rasanya menunggu apa yang sangat diinginkan


.


.


.


...Bersambung...


...Terimakasih sudah menunggu readers 🥰🙏...


...Jangan bosan bosannya...


...InsyaAllah doain up setiap hari lagi ya...

__ADS_1


__ADS_2