Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
Bonus chapter 2


__ADS_3

Atthar memutuskan untuk melihatnya, mereka membuka pintu kamar anaknya pelan sehingga tidak bersuara sedikitpun, dan khanza dan atthar terkejut melihat apa yang ada dikamar sheina


Lama khanza dan atthar berada didepan pintu kamar anaknya, khanza menangis dengan apa yang ia lihat dan ia dengar


"Ya Allah terimakasih sudah memberikan sheina orang tua yang baik dan soleh, sheina sayang umma dan abi ya Allah" ucap sheina dalam doanya


"Ya Allah bisakah Engkau memberikan sheina adik dari perut umma ya Allah, sheina sangat ingin punya adik ya Allah seperti umma yang ingin punya adek Abdullah, tetapi adek Abdullah yang didunia bukan di Surga" lanjut sheina


"Sudah setiap malam sheina berdoa ya Allah tapi kenapa Engkau belum memberikan sheina adik? Apa sheina harus bersabar lagi? Baiklah ya Allah sheina akan bersabar dan berdoa lagi sampai Engkau memberikan sheina adik dari perut umma, Aamiin" sheina selesai berdoa


Ya sheina sedang melakukan sholat tahajud, khanza dan atthar mengajarkan sheina tentang keistimewaan sholat tahajud dan sheina melakukannya karena keistimewaannya


"Anak kita mas" khanza berucap sendu


Atthar memegang tangan istrinya dan merangkul istrinya


"Iya sayang anak kita, semoga dia selalu istiqomah" balas atthar


Khanza masuk dan memeluk sheina, ia menangis memeluk sheina


"Terimakasih sayang, terimakasih sudah menjadi anak soleha yang selalu menerapkan ilmu yang abi ajarkan" ucap khanza bahagia


Sheina yang terkejut melihat ummanya menangis langsung melepaskan pelukan ummanya


"Umma kenapa menangis? Apa melakukan sheina kesalahan?" Sheina menghapus air mata khanza


Khanza menggeleng pelan, ia mencium telapak tangan anaknya, sementara atthar memperhatikan kedua orang yang ia sayangi itu dari pintu kamar sheina


"Ini air mata bahagia sayang" khanza kembali mencium tangan anaknya


"Umma sangat bahagia memiliki sheina, Allah tidak pernah salah dengan apa yang Ia kehendaki, keputusan Allah selalu benar mempertemukan umma dengan anak umma yang soleha ini" sambung khanza


Atthar masuk kekamar sheina dan menghampiri istri serta anaknya, ia memeluk keduanya


"Semoga kita sekeluarga selalu dalam lindungan Allah dan selalu istiqomah dalam beribadah ya sayang sayangnya abi" atthar mencium puncak kepala istrinya dan anaknya


Sama halnya dengan khanza, sheina juga sangat bahagia dan bersyukur dipertemukan dengan umma dan abinya yang selalu menyayanginya


...****************...


Dua minggu berlalu, pagi ini khanza akan menemani sheina untuk bersiap diacara perlombaan yang diadakan dipesantren yaitu lomba mengaji


Sheina mengikuti perlombaan tersebut, khanza dan atthar sangat bangga karena sheina sangat antusias mengikuti perlombaan membaca hapalan Al Quran


Tak hanya itu, sheina juga mengikuti kegiatan lainnya yang ada dipesantren, mulai dari melukis, bela diri silat serta tahfidz Al Quran


"Apa sudah siap sayang?" Tanya khanza saat sedang sarapan

__ADS_1


"Sudah umma, doain khanza ya umma supaya menang" jawab sheina


"Agar abi bangga dengan sheina karena abi yang mengajarkan sheina irama ngajinya"


"Sheina suka sekali irama mengaji abi umma, semoga sheina menang aamiin" sambung sheina


"Menang atau kalah, abi dan umma tetap bangga dengan anak gadis umma yang cantik ini, semangat ya sayang, jangan lupa berdoa dengan pemilik kemenangan ya" khanza mengelus pipi anak gadisnya


Diumur yang kesepuluh tahun dan sebentar lagi masuk sebelas tahun sheina merupakan anak yang mandiri dan samgat cantik, ia tidak pernah lupa bersyukur dengan kehidupannya sekarang dan ia sangat tulus menyayangi kedua orang tuanya


Waktu pertandinganpun dimulai, ternyata abi sheina menolak menjadi juri karena sheina mengikuti perlombaan tersebut, abi meminta ustadz yang lain saja menjadi jurinya, ia takut jika sheina menang ia akan dinilai tidak adil walaupun ia sudah bersikap adil


Ditengah tengah pertandingan setelah sheina menunjukkan penampilan terbaiknya tiba tiba khanza merasa sangat pusing hingga ia tidak bisa berjalan


"Astagfirullah, kepalaku" khanza menahan sakitnya, ia memejamkan matanya


Tidak ada satu orangpun yang sadar jika khanza sedang menahan sakitnya, ia tetap menonton pertandingan tersebut


Hingga sheina anaknya mendatanginya, sheina melihat wajah ibunya pucat tisak seberseri tadi pagi saat merekanpergi bersama


"Umma, umma kenapa?" Tanya sheina pelan


Khanza hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak mau membuat anaknya khawatir karena akan bertanding dengan menggunakan irama yang lainnya


"Umma tidak apa apa sayang, kamu harus fokus dengan pertandingan lainnya ya" ucap khanza


"Umma istirahat saja dirumah tidak apa apa, sheina sudah ada abi dan tok abi yang menemani" sheina meminta umma beristirahat


"Sheina tidak mau umma sakit" sambung sheina


"Baiklah sayang umma akan istirahat dirumah" khanza mengelus pipi anaknya yang sangat menyayanginya


Khanza beristirahat dirumah ditemani oleh ummi, sementara khalisa ia menemani ponakannya menggantikan khanza


Setelah acara pertandingan selesai sheina buru buru pulang kerumah untuk melihat keadaan ummanya, attharpun mengikuti anaknya


"Kenapa dengan umma sayang?" Tanya atthar saat perjalanan pulang kerumahnya


"Sheina tidak tahu abi, wajah umma sangat pucat dan berkeringat" jawab sheina cemas


"Sheina tidak mau umma sakit, sheina tidak mau kenapa napa abi, sheina sayang umma dan abi" sambung sheina, ia berjalan cepat, tidak sabar untuk sampai dirumah


"Pelan pelan sayang, InsyaAllah umma tidak kenapa napa, kan ada nek ummi yang menemani" atthar menenangkan anaknya


"Jika umma kenapa napa sudah pasti nek ummi menghubungi abi bukan?" Sambung atthar tersenyum pada anaknya


"Iya abi, tapi tetap saja sheina tidak sabar untuk bertemu umma" jawab sheina dan itu membuat atthar tertawa

__ADS_1


Sangat terlihat jika sheina sungguh benar benar menyayangi khanza dan begitupun sebaliknya


Sesampainya dirumah, sheina melihat umma terbaring lemah


"Umma....umma tidak apa apa?" Tanya sheina yang duduk disebelah ummanya


"Tidak sayang, umma hanya lemas saja, entah kenapa umma juga tidak tahu" ucap khanza


"Bagaimana dengan pertandingannya? Apa anak umma gugup?" Sambung khanza


Sheina menggelengkan kepalanya


" Tidak umma, sheina bisa dan doakan sheina bisa menjadi juara"


Huek...huek...


Khanza kembali memuntahkan isi perutnya, entah apa yang salah dengan dirinya sehingga ia menjadi seperti ini


Atthar dan ummi membantu khanza, sementara mengambil air minum untuk ummanya


"Bawalah khanza kerumah sakit nak, sedari tadi ia hanya muntah muntah dan sakit kepala" ucap ummi


"Ummi khawatir nak, bawalah secepatnya" sambung ummi


"Sheina boleh ikut ya nek ummi?" Tanya sheina


"Boleh sayang, kita semua akan membawa umma kamu kerumah sakit" jawab ummi


"Ayo abi kita bawa umma kerumah sakit sekarang, sheina takut umma kenapa napa" ucap sheina khawatir


Sheina sangat takut jika orang yang ia sayangi sakit, pasalnya ia melihat didepan mata kepalanya jika neneknya yang hanya sakit ringan meninggal didepan matanya


"Baik sayang, ayo kita bersiap" ucap abi sheina


.


.


.


...Bersambung...


...kira kira khanza kenapa ya????? ☺️...


...nantikan episode selanjutnya...


...Jangan lupa like koment dan share🙏...

__ADS_1


__ADS_2