Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
127


__ADS_3

Sebulan sudah kepergian abdullah, khanza masih merasakan kesedihan yang sama namun sesekali ia sudah bisa tertawa dan bercanda bersama suaminya


Atthar merasa senang perlahan istrinya sudah seperti biasa ya walaupun terkadang rasa rindu dengan anaknya kerap menghinggapi istrinya, namun itu hal yang wajar menurutnya


Atthar ingin membawa istrinya untuk berlibur, selama satu bulan ini khanza sangat tidak ingin pergi kemana mana bahkan kerumah ummi yang tidak jauh pun ia malas sekali


Ia lebih betah dirumah memasak serta berberes beres, ia juga sangat suka sekali duduk sambil berbicara dengan foto sang anak yang telah ia cuci dan ia gantung ditembok rumahnya sebagai kenang kenangan, terkadang atthar merasa khawatir tatkala khanza istrinya suka berbicara dengan almarhum anaknya, ia takut istrinya depresi namun menyembunyikannya


"Sayang, umma udah selesai berberes dan memasak, sekarang umma mau memamnggil abi kamu dulu untuk makan, umma tinggal dulu ya" ucap khanza pada foto anaknya


Atthar hanya mendengar dan melihatnya dari jauh, saat khanza hendak memanggil suaminya, ia sedikit terkejut ternyata suaminya berada dibelakangnya


"Eh mas, sudah dari tadi disana?" Tanya khanza


Atthar tersenyum mendekati istrinya, lalu memeluknya dan mencium kening istrinya


"Apa istri mas setiap hari begini? Berbicara dengan anak foto anak kita?" Tanya atthar lembut dengan masih memeluk pinggang istrinya


Khanza mengangguk tersenyum


"Khanza hanya iseng aja mas, biar ada temannya gitu" ucap khanza


"Istri mas ini baik baik saja kan? Please jangan menyembunyikan apapun dari mas ya sayang, jika ada yang menganggu katakan saja, kita hadapi sama sama" ucapan atthar membuat khanza bingung


"Maksudnya mas?" Tanya khanza


Atthar tersenyum, lalu membawa istrinya duduk dikursi, ia merangkul istrinya agar bersandar didadanga lalu ia memegang erat tangan istrinya


"Jika kita berlarut dalam kesedihan, itu bisa diartikan kita tidak ikhlas dengan apa yang Allah ambil dari kita dan kita tidak ridho dengan apa yang Allah takdirkan untuk kita" ucap atthar


"Kehilangan Abdullah sangat berat sayang, apa lagi kita menantikannya sudah lama, kehilangan abdullah bukan hanya kesedihanmu, itu juga kesedihan mas, namun InsyaAllah mas ikhlas, anggap saja ada seseorang yang memintak kita menjaga kucingnya 1 bulan, kita sudah sayang dan dekat bukan dengan kucing tersebut, namun si pemilik kucing datang untuk mengambil apa yang ia miliki, apa kita harus marah?" Tanya atthar dan khanza menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Nah benar, kita tidak bisa marah dan kita harus ikhlas melepas apa yang bukan punya kita, walaupun kita sudah sangat menyayanginya, itula namanya titipan, sama seperti kita sekarang, anak, harta bahkan suami atau istri juga titipan sewaktu waktu Allah bisa mengambilnya kapan saja" sambung atthar ia mengusap bahu istrinya


"Kamu sangat kehilangan abdullah, mas sangat mengerti dan merasakan hal yang sama, namun sekarang mas sudah kehilangan dua orang yang paling mas cintai dan sayangi, yaitu istri dan anak mas, mas tidak mendakati istri mas seperti dulu lagi, yang ceria, suka jalan jalan dan tertawa" ucap atthar sendu


Khanza tersentak dan melihat wajah suaminya, sesaat mereka saling menatap, saling mendalami perasaan keduanya, khanza memeluk suaminya dan menangis


"Maafkan khanza mas, khanza terlalu memikirkan diri khanza sendiri, padahal mas juga seorang ayah yang pasti juga merasakan kehilangan anaknya hiks..hiks" ucap khanza


"Sudah sayang, mas mengerti, kamu yang mengandungnya 9 bulan dan kamu yang menyusuinya, jelas kesedihan kamu lebih berat dari mas yang hanya menerimanya disaat ia lahir, ikatan batin antara ibu dan anak memang sangat kuat" ucap atthar menenangkan istrinya


"Tapi mas mohon jangan seperti tadi ya, berbicara pada foto anak kita, setan akan mudah memanfaatkan kesedihan kamu sayang, ia akan terus merasuki kamu agar kamu berbuat yang tidak baik, percayalah, itu hasutan setan, perlahan ia akan menggiring kita untuk tidak ikhlas dan tidak ridho, lalu menggiring kita untuk melakukan hal hal yang tidak sesuai syariat, please jangan seperti tadi, mas merasa kamu sangat depresi jika seperti tadi, mas kaget sayang melihat kamu seperti itu" atthar berucap panjang lebar dan khanza mengerti lalu beristighfar


"Astagfirullah, khanza rasa benar mas, berbicara dengan foto abdullah membuat khanza merasa seakan akan abdullah ada, tapi mungkin itu hanya tipuan setan, astagfirullahal'adzim khanza larut dalam permainan setan" ucap khanza terkejut


"Sudah sayang, tidak apa apa, rindu itu hal yang wajar dan manusiawi, mas juga sering merindukan anak kita, namun mas berdoa agar kita dijumpakan disurga nanti, kita beruntung sayang InsyaAllah abdullah akan menjemput kita nanti, dia anak surga sayang" atthar menenangkan istrinya


"Sekarang yang harus kita lakukan adalah berdoa dan memohon ampun kepada Allah agar bisa ridho dengan ketentuannya dan bisa ikhlas" ucap atthar lagi dan khanza mengangguk setuju


"MasyaAllah, nanti kita minta ampun sama sama ya sayang, mas juga bertanggung jawab pada istri mas, mas akan bimbing istri mas yang cantik ini" atthar menghibur istrinya dan khanza tersenyum


"Oya sayang, bagaimana jika kita liburan? Semenjak kepergian abdullah, ummanya abdullah malas sekali jika diajak berpergian, mas ingin kita lupakan sejenak kesedihan kita, tapi bukan berarti melupakan anak kita, g begitu maksud mas" sambung atthar


"Kita mau kemana?" Tanya khanza tersenyum senang


"Terserah istri mas aja kemana, mas ayo aja" jawab atthar


"Kita honeymoon sayang" atthar mengedipkan sebelah matanya genit dan itu membuat khanza tertawa lepas


Atthar merasa senang istrinya kembali tertawa lepas setelah sekian lama menjadi pendiam, tertawa hanya sekedar saja begitupun tersenyum


"Baikla, khanza akan cari refrensi liburan yang paling bagus, sekarang kita makan dulu boleh?" Ajak khanza

__ADS_1


"Apa istri mas sudah sangat lapar?" Atthar membungkukkan kepalanya untuk mendengar suara diperut istrinya


"Iih mas jangan seperti itu, itu sama seperti yang mas lakukan waktu khanza hamil abdullah" ucap khanza dan atthar tersentak, niatnya menghibur istrinya eh sebaliknya


"Hehee maaf sayang, niatnya ingin menghibur istri mas, tapi malah mengingatkan kembali" atthar tersenyum masam merasa tak enak hati


"Khanza terhibur kok mas ku sayang, ayo kita makan" khanza berdiri mengulurkan tangannya untuk mengajak suaminya menuju meja makan


Atthar memegang tangan istrinya lalu menciumnya, dan itu membuat khanza merona, atthar berdiri memeluk pinggang istrinya dan membisikkan sesuatu


"Setelah makan nanti boleh mas minta hak mas?" Ucap atthar lembut ditelinga istrinya sehingga membuat istrinya geli


"Mas uda lama puasa sayang, sekarang mas mau buka puasa" ucap atthar lagi


Khanza tersenyum malu, ia membalas bisikan suaminya dengan suara yang lembut dan syahdu


"Dengan senang hati sayang" ucap khanza, ia melepaskan pelukan suaminya dan berlalu pergi karena malu


Atthar tersenyum senang, ia sangat mengerti jika istrinya pasti sedang merona


.


.


.


...Bersambung...


...terimakasih readers...


...jangan lupa like, koment dan vote...

__ADS_1


__ADS_2