
Khanza dan bersyukur pemasangan alat bantu pernafasan bayinya berjalan lancar, melihat anaknya yang dibantu alat untuk bernafas membuat khanza semakin sedih
"Mas, kasian bayi kita mas, dia sangat kesakitan, khanza ikhlas mas jika ia kembali kepada Allah, khanza lebih rela menunggu dan berjumpa dengannya di Surga dari pada khanza harus melihatnya seperti ini" khanza berucap sendu dan menangis, atthar sangat mengerti perasaan istrinya karena ia pun juga merasakan hal yang sama
"Kita harus kuat ya sayang, kita berdoa bersama sama meminta Allah memberikan apa yang terbaik menurutNya hmm" atthar menenangkan istrinya sambil mengusap bahu istrinya dan khanza mengangguk mengerti
Ummi, ibu ayah dan abi yang menunggu diluar juga tak henti hentinya berdoa untuk kebaikan cucunya, mereka berserah kepada Allah setelah melihat gambar cucu mereka yang dipasangkan alat bantu pernafasan
Kondisi anak khanza dan atthar memang sangat menyedihkan, bayi sekecil itu harus menderita sakitnya dipasang alat bantu nafas, mereka hanya berharap yang terbaik menurut Allah
...**********...
12 jam berlalu, waktu menunjukkan pukul 22.00 wib, khanza dan atthar beserta keluarga besarnya sudah pulang kerumah, mereka sedang beristirahat karena merasa lelah, sudah seharian ini mereka menunggu dirumah sakit, khanza dan atur takut jika kembali terjadi apa apa pada anaknya
"Istirahat yang nyaman sayang, kamu juga harus memikirkan kesehatan kamu dek" ucap atthar khawatir
"Iya mas, mas juga istirahat ya, kita sama sama jaga kesehatan mas, anak kita sangat membutuhkan kita" jawab khanza sendu, ia sambil membereskan tempat tidur mereka
"Oya mas, ayah dan ibu apa sudah makan?" Tanya khanza
"Khanza harus meminta maaf sama ayah dan ibu karena tidak begitu memperhatikan mereka, khanza sibuk dengan urusan khanza" sambung khanza ia hendak beranjak dari kamarnya menuju kekamar orang tuanya yang berada dikamar tamu
"Sayang" atthar menarik lembut tangan istrinya, ia menghentikan istrinya dan mendudukkanny ditepian tempat tidur
"Sayang, yang sibuk dan bersedih bukan hanya kita sayang, ayah ibu ummi abi bahkan khalisa dan mbak una serta mas baim juga ikut bersedih dek, mereka juga ikut merasakan apa yank kita rasakan" ucap atthar lembut
"Ayah dan ibu serta semuanya sangat mengerti dengan keadaan kita, ayah dan ibu sudah makan dirumah ummi sayang, jadi sayang g perlu khawatir dan merasa bersalah begitu" sambung atthar dan khanza mengangguk sambil tersenyum lembut
"Kita istirahat aja ya sayang, biarkan ayah dan ibu juga beristirahat, jika ingin meminta maaf, meminta maafla besok pagi, ok kesayangan mas" atthar tersenyum menawan dan mencium kepala istrinya
Mereka pun bersiap untuk tidur, mereka harus memulihkan stamina mereka karena besok harus kembali kerumah sakit untuk menjenguk anaknya, tak dipungkiri jauh dilubuk hati mereka, mereka sangat berharap untuk bisa menggendong dan merawat buah hati mereka
Atthar membawa istrinya untuk berbaring ditempat tidur, mereka sempat mengobrol ringan sebelum mereka memejamkan mata
__ADS_1
Namun baru saja khanza dan atthar akan beristirahat, pihak rumah sakit kembali menghubungi mereka, pihak rumah sakit menghubungi atthar dan mengatakan jika kondisi anak mereka kembali kritis dan diharapkan untuk segera kerumah sakit
"Baik sus saya akan segera kesana" ucap atthar dan menutup ponsel miliknya
Setelah menerima panggilan dari rumah sakit, atthar termenung memandang wajah istrinya yang penuh tanda tanya
"Mas kenapa?" Melihat suaminya yang hanya memandanginya khanza menggoyangkan tubuh suaminya untuk mendapatkan jawaban
Atthar menghela nafasnya dan kemudian menjawab pertanyaan istrinya
"Kita harus kerumah sakit sayang, anak kita kembali kritis"
Air mata khanza kembali mengalir, sebenarnya mereka lelah namun mereka harus berjuang untuk anak mereka, perjuangan mereka bolak balik kerumah sakit untuk menjenguk anaknya tidaklah sebanding dengan kesakitan yang dirasakan buah hatinya, setelah memikirkan itu mereka buah jauh jauh kelelahan mereka, mereka kembali memanjatkan doa yang terbaik untuk anaknya menurut Sang Penciptanya
Setelah kembali berganti baju, mereka pergi tanpa memberitahu siapapun, khanza dan atthar tidak ingin menganggu tidur keluarganya, mereka harus beristirahat dengan nyenyak pikir khanza dan atthar
Sesampainya dirumah sakit, khanza dan atthar bergegas masuk keruang NICU untuk melihat anaknya, disana mereka kembali melihat dokter dan perawat melakukan tindakan
Akhirnya dokter menatap kedua orang tua yang berada tidak jauh dari inkubator anaknya, dokter menggelengkan kepalanya dan seketika tangis khanza pecah
"Maaf bapak ibu, kami sudah berusaha semampu kami" ucap dokter yang mendatangi khanza dan atthar, ia juga menjelaskan apa yang terjadi pada anak mereka
Atthar mengangguk sambil menangis menatap buah hatinya "Terimakasih dok" ucap atthar
Merekapun mendatangi buah hatinya dengan tangis kesedihan, mereka memang mengharapkan yang lain yaitu kesembuhan untuk putranya, namun Allah berkehendak lain
Allah kembali mengambil apa yang menjadi miliknya, Allah hanya menitipkan bayi mungil itu sebentar saja
"Umma rela sayang, umma ikhlas, hiks...hiks...kamu uda g sakit lagi nak" tangis khanza benar benar menyayat hati
"Hiks..hiks..apa boleh sa..saya menggendong a..anak saya? Hiks..hiks" ucap khanza terbata
"Baik bu sebentar kami harus melepas semua alat ditubuhnya dahulu" jawab salah seorang suster, khanza mengangguk mengerti
__ADS_1
Atthar memeluk istrinya yang menangis kencang, ia sangat mengerti perasaan istrinya yang sudah lama menantikan kehadiran zuriat dalam rumah tangga mereka, iapun demikian namun Allah masih memberikan mereka ujian yang rasanya mereka tidak sanggup menghadapinya
Melihat alat yang satu persatu telah berhasil dilepaskan oleh perawat tangis khanza semakin kencang, ia memang berucap ikhlas namun kenyataannya sangat sulit
"Kenapa ra..rasanya sakit banget hiks..hiks ya mas hiks..hiks.." tangis khanza pecah setelah melihat tubuh mungil anaknya yang polos didepan matanya
Atthar melepas pelukan istrinya, ia ingin menggendong anaknya, perlahan ia angkat tubuh mungil bayinya dar inkubator, tangisnya pun pecah, ia mendekap bayinya erat sambul sesegukan menangis, khanza yang melihatnyapun tak kuasa menahan tangis
Setelah atthar puasa mendekap bayinya, ia menyerahkan anak mereka kepada ibunya, tangan khanza gemetar saat menggendong bayinya
Khanza mendekap bayinya erat, sangat erat ia menyalurkan seluruh kasih sayangnya kepada bayi mungilnya yang sudah tidak bernyawa
"Innalillahiwainailaihi roji'un hiks..hiks anak surga umma, tenang disana hiks..hiks sama Allah ya nak hiks..hiks" khanza berucap pelan sambil menangis
Ditatapnya dalam dalam wajah anaknya, ia takkan melupakan wajah anak surganya
"Kenapa rasanya kehilangan kamu perih sekali sayang hiks..hiks susah sekali rasanya hiks..hiks umma untuk ikhlas nak, ya Alllaaaaaahhh huhuhiks" khanza seakan tak bisa berhenti menangis
"Sudah ya sayang, kita harus sabar dan ikhlas meski berat, kita pulang ya dek" ucap atthar memeluk keduanya ia juga sakit bahkan sangat sakit, kehilangan seorang bayi sekaligus melihat istrinya yang sangat terpukul
"Apa kami sudah boleh membawanya pulang?" Atthar bertanya kepada salah seorang perawat
.
.
.
...Bersambung...
...Nulisnya sambil nangis huhuhuu...
...makasi readers π₯°π«Άπ»...
__ADS_1