Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
17


__ADS_3

Adzan sudah berkumandang dan hampir selesai, khanza segera keluar dari kamarnya, ia terlihat seperti terburu buru, ketika ia menuju kepintu keluar rumah ia melihat seseorang yang sangat ia kenali sedang ingin menutup pintu rumahnya


"Loh mas atthar? Telat juga mas?" tegur khanza


Atthar menoleh kebelakang dan melihat khanza


"Iya, mas telat bangun, ya sudah mas duluan ya jangan lupa kunci pintunya" atthar meninggalkan khanza begitu saja


"Untung aja aku g telat, telat dikit bisa bisa dikunci dari luar aku sama mas atthar" sungut khanza sambil mengunci pintu rumah


Sholat subuh akan dimulai, tetapi sebelum memulai sholat subuh, jamaah masjid dan para santri dianjurkan untuk melakukan sholat sunnah fajar 2 rakaat


..."Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)....


Sholat subuhpun dimulai, setelah sholat subuh, dimasjid kembali mengadakan ceramah, yang memberi materi adalah ustad dari pesantren tersebut, para ustad dan ustadzah dipondok pesantren abi, disediakan tempat untuk mereka tinggal dilingkungan pondok, mereka bebas memilih ingin tinggal atau tidak


...*****...


Pagi menjelang aluna dan khanza membantu umi membuat sarapan pagi dan khalisa ia sibuk dengan pekerjaan lainnya, ia menyapu seisi rumah, sementara baim dan atthar kembali membantu abi berlatih berjalan


Setelah selesai membuat sarapan, aluna memanggil abi, suaminya dan atthar untuk sarapan bersama


"Abi, mas baim, atthar, sarapan sudah siap, ayo kita sarapan dulu abi, setelah sarapan abi harus minum obat" ucap aluna


Abi dan baim suaminya tersenyum lembut seraya mengangukkan kepalanya "Iya nak baiklah, kami akan kesana" jawab abi dan aluna tersenyum meninggalkan para lelakinya


...*****...


Setelah menyelesaikan sarapan, khalisa menanyakan soal kepergian mereka keatas bukit yang dikatakan mas atthar semalam


"Mas kita perginya jam berapa kebukit? Jadikan?" tanya khalisa


"Sebentar lagi aja, sekitaran jam 09.00 wib, kalau kesiangan ntar panas, khanza juga mau pulang sore ini" jawab atthar


"Alhamdulillah, akhirnya khalisa keatas bukit, baiklah yuk mbak khanza kita siap siap" ajak khalisa dan khanza mengangguk


Khalisa dan khanza bersiap untuk mendakit bukit yang ada di pondok pesantren, bukit yang tidak terlaku tinggi namun tetap harus hati hati mendakinya


Mereka pun berpamitan kepada abi umi serta mas baim dan aluna, kali ini khalisa tidak mengenakan gamisnya, ia mengenakan celana kulot yang tidak membentuk tubuh dan juga baju yang panjang, begitupun dengan khanza


Diperjalanan, khanza sering kali mengambil gambar pemandangan yang indah menurutnya


"Mas biasanya berapa bulan sekali anak santru mendaki bukit?" tanya khanza


"G tentu sih, semaunya mereka aja ingin kegiatan dimana" jawab atthar

__ADS_1


"Oooh" khanza mengangguk mengerti


"Aku sering loh mbak ingin ikut kegiatan santri tapi selalu g dibolehin sama mas atthar, abi aja ngebolehin" sungut khalisa


"Memangnya kenapa tidak boleh?" tanya khanza


"Tau tu mas atthar" jawab khalisa


"Memangnya kenapa mas khalisa tidak boleh ikutan kegiatan diatas bukit?" khanza yang penasaran menanyakannya langsung kepada atthar


"Karena g ada yang jagain, ni liat aja jalannya terjal, ada beberapa jalan yang berbahaya, kalau mas ikut khalisa baru dibolehin ikut seperti sekarang" jawab atthar enteng


"Sini mas bantuin naik, hati hati dek" atthar memegang tangan adiknya khalisa, dan atthar memberi khalisa kode untuk membantu khanza menaiki beberapa jalan yang terjal, mereka saling bergandengan


"Ya gimana mas bisa ikut nemenin, orang mas aja kerja diluar kota" khalisa masih membahasnya


"Kan sekarang uda ditemenin khalisa, g apa apa donk, itu tandanya mas atthar sayang kamu" khanza berpihak pada atthar


"Tuuuh dengerin, kan kamu tau sendiri, disini juga ada bahayanya meskipun masih dilingkungan pesantren, namanya juga dihutan" atthar membela dirinya


Atthar tersenyum melihat khalisa yang masih sedikit cemberut, begitupun khanza, khanza sangat senang melihat keakraban dari dua bersaudara itu, meskipun tidak banyak bicara atthar tetap bisa menunjukkan kasih sayangnya kepada adiknya


Merekapun sampai diatas bukit, khanza sangat terpesona dengan pemandangan yang ia lihat dari atas bukit, ia mengambil beberapa gambar diponselnya, ia juga meminta atthar untuk mengambil gambarnya bersama khalisa


"Boleh" jawab atthar


"Ini mas, makasi ya mas" ucap khalisa sambil memberikan ponselnya


"Khalisa yuk dek kita foto, buat kenang kenangan" ucap khanza mengajak khalisa berfoto


Atthar mengambil beberapa foto adiknya bersama khanza dan khalisa kembali menggoda mas atthar


"Mas atthar g mau khalisa fotoin bersama mbak khanza? Buat kenang kenangan juga hehehe" ucap khalisa menggoda masnya


Atthar tidak menanggapi candaan adiknya, ia hanya menatap khalisa tajam


"Ampun mas becanda, gitu aja marah" kembali khalisa berucap menggoda mas atthar


Khanza yang mendengarnya hanya bisa tertawa, atthar melihat khanza tertawa, mata mereka saling bertemu dan ketika itu juga tawa khanza terhenti, ia merasa tidak enak kepada atthar, atthar mengalihkan pandangannya kesisi lain bukit, ia tersenyum manis melihat tingkah khanza


...*****...


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 wib sebentar lagi matahari akan naik tepat diatas kepala, atthar khanza dan khalisa memilih untuk pulang, mereka harus bersiap untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan juga makan siang


Jika saat turun bukit, mereka harus lebih berhati hati, jika tidak berhati hati mereka bisa terjatuh berguling karena ada beberapa jalan yang terjal dibukit, atthar membantu khalisa untuk menuruni bukit

__ADS_1


Kali ini karena turunan lebih berbahaya, atthar juga membantu khanza menuruni jalanan terjal dibukit


"Sini mas bantuin" atthar mengulurkan tangannya kearah khanza


"Tangannya dialas aja dengan hijab kamu" sambung atthar


"Baik mas" khanza mengalaskan tangannya dengan hijabnya yang cukup panjang


Atthar memang seseorang yang sangat patuh kepada perintah Allah SWT Sang Pencipta, ia tidak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya


Atthar menggenggam tangan khanza, jantung atthar tiba tiba berdegub kencang, khanza melihat atthar yang tidak melihatnya sama sekali, atthar hanya memperhatikan jalan yang ia lewati, khanza tersenyum memperhatikan atthar, sungguh lelaki yang soleh sekali pikir khanza


"Oke sudah" Atthar melepaskan genggamannya pada tangan khanza


"Makasi mas" ucap khanza dan atthar hanya mengangguk


Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuruni bukit yang mereka naiki, tak lama kemudian mereka pun sampai di dasar bukit


"Capek juga ya naikin bukit, keliatan dari bawah g begitu tinggi, tetapi jika sudah naik, lumayan tinggi" keluh khanza


"Iya ya mbak, capek banget aku, rasanya g sanggup jalan lagi buat pulang kerumah" khalisa menganggapi ucapan khanza


"Masih mau naik lagi kapan kapan?" ucap atthar sambul berlalu didepan khanza dan khalisa, kini giliran mas atthar yang menggoda khalisa


"Kapok khalisa mas, g mau lagi, uda liat sekali aja cukup" jawab khalisa


Atthar tersenyum mendengar ucapan khalisa, begitu juga khanza


"Ya sudah ayo pulang kita istirahat sebentar lagi masuk waktu dzuhur" atthar mengajak mereka untuk cepat pulang agar bisa beristirahat


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa follow, like, komen dan vote...


...Jangan bosan ya bestie...


...Cerita akan semakin seru sebentar lagi...


...Tungguin ya 🥰🙏...

__ADS_1


__ADS_2