Ku Terima Takdir Ku

Ku Terima Takdir Ku
102


__ADS_3

"Baikla sayang mas kerja dulu ok, anisa dan ziyan tolong liatin istri saya ya" ucap atthar lembut


Ziyan dan anisa menganggu setuju


Setelah sekiranya atthar menjauh dari ruangan mereka, aniasa menggoda khanza


"Nih nih nih uda gue liatin nih" ucap anisa melototkan matanya kearah khanza, Khanza dan ziyan tertawa terkikik


"Ngapain diliatin sih pak ustad, ampe pulang juga kita liatin ya zi? dijagain harusnya yakan" sambung anisa mengoreksi ucapan ustad atthar


"Ngapain juga dijagain, aku kan uda gede, udah jadi istp orang" saut khanza


"Tau tuh pak ustadz, kek anak bayi aja istrinya dijagain" anisa masih berkomentar


"Itu kiasan aja kali nis, kamu g boleh iri ya, yang uda ada suami lebih diperhatiin" ucap ziyan memutuskan ocehan anisa


Khanza tertawa melihat anisa yang terus ngoceh, mereka berbincang sambil mengerjakan pekerjaan mereka


...****************...


Siang harinya, atthat kembali keruangan istrinya, ia melihat istrinya bekerja sambil berbincang dengan kedua sahabatnya


"Assalamualikum" ucap atthar mengetuk pintu ruangan istrinya


Khanza, ziyan dan nisa melihat kearah pintu dan khanza sontak tersenyum melihat suaminya, khanza mengangguk mengerti maksud dari kedatangan suaminya, ia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 11.45 wib saatnya ia pulang untuk makan siang bersama dan sholat berjamaah


"Ziii, nisa aku pulang dulu ya, mau makan siang, kalin juga jangan lupa makan siangnya, sudah jam istirahat ini" ucap khanza mengingatkan temannya


"Baik ustadzah, terimakasih " ucap anisa menggoda khanza, khanza dan ziyan tertawa


Khanza meninggalkan pekerjaannya sebentar, ia menemui suaminya untuk pulang bersama, melihat istrinya datang atthar mengulurkan tangannya, khanzapun menyambutnya dengan lembut, mereka bergandengan hingga tiba dirumah


Jangan ditanya pandangan anisa melihat keduanya gandengan, ia sangat menginginkan suami yang mengayomi seperti atthar


"Ziiiii, g salahkan zii aku suka laki laki seperti ustadz atthar, liat aja tuh, uda ganteng, sholeh, romantis, pokoknya perfect deh, kira kira ada satu lagi g ya yang seperti ustad atthar zii?" anisa berbicara dengan memangku kedua tangannya, ia begitu terpesona dengan sikap atthar terhadap istrinya


"Berutungnya khanzaa" sambungnya lagi

__ADS_1


"Muka mu nis, biasa aja donk, itu uda milik khanza g boleh tau suka sama suami orang, kalau mau seperti itu, tuh banyak tu ustadz ustadz masih ada single semua, tinggal pilih kasih cv beres" ucap ziyan


"Aku hanya mengagumi ustadz atthar, bukan suka" anisa mengklarifikasi ucapannya


...****************...


Dirumah, khanza dan atthar baru saja menyelesaikan sholat dzuhur berjamaah, kali ini ia sholat hanya berdua tidak dimasjid, karena mereka akan akan bersama


Khanza menyiapkan makan siang mereka, kali ini ia hanya menyiapkan satu piring saja, perlahan ia sudah mengerti apa yang diinginkan suaminya yaitu makan sepiring berdua


"MasyaAllah, enak banget nih lauknya" ucap atthar


Khanza tersenyum, hari ini ia memasak kerang dan udang sambal sereh lalu bening sayur bayam serta sambal terasi, khanza mempersilahkan suaminya untuk duduk dan mencicipinya, atthar memimpin doa, setelah doa ia menyuapi istrinya lebih dulu


Setelah ia menyuapi istrinya, lalu ia menyuapi dirinya, kunyahan atthar berhenti, ia merasa ada yang aneh dengan masakan istrinya, namun khanza tidak mnyadari itu, atthar merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ia makan, namun ia tidak mau mengecewakan istrinya sehingga ia terus memakannya


"Kenapa sayang? Ada yang g enak ya mas?" khanza menyadari jika wajah suaminya sedikit aneh


"G sayang, semuanya enak, yuk makan lagi" atthar kembali menyuapi istrinya, ia berbincang tentang lain hal agar istrinya tidak curiga padanya


Atthar kembali memakan makanannya, hingga mereka selesai makan atthar masih tampah biasa saja, khanza membereskan sisa piring makan mereka, atthar pun turut membantunya, setelah selesai mereka kembali bersiap untuk kembali kekantor


"Sayang, kamu pinter masaknya" ucap atthar memeluk isteinya yang sedang memakak hijab, atthar memeluk istrinya dari belakang


"Makasi mas ku sayang, semoga setiap masakan khanza mas suka ya" balas khanza


Atthar berpikir jika ia tidak lagi alergi terhadap kerang, karena sudah berjalan 10 menit tubuhnya masih baik baik saja, biasanya jika memakan kerang tak lama kemudian tubuhnya langsung bereaksi


Melihat ia baik baik saja, atthar tidak memberitahu istrinya jika ia alergi memakan kerang, ia mengira setelah sekian lama ia tidak mengkonsumsi kerang, ia sudah sembuh dari alerginya


Disaat mereka hendak pergi kembali ke kantor, ternyata perkiraan atthar salah, tubuhnya mulai bereaksi setelah lima belas menit usai memakan kerang


Ia sudah menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari pintu rumahnya, namun langkah terhenti saat rasa gatal yang luar biasa menggerogoti tubuhnya


Ia melepaskan genggaman tangan istrinya, sontak khanza menoleh dan melihat kearah suaminya, ia melihat atthar kembali kekamar tanpa sepatah katapun, atthar berusaha mencari minyak dan semacamnya karena sudah lama penyakitnya yang satu ini tidak kambuh sehingga ia tidak lagi menyediakan obatnya dirumah


"Mas...mas kenapa?" tanya khanza, ia melihat suaminya menggosok gosok tubuhnya

__ADS_1


"Sayang liat minyak g? Mas butuh minyak, sekujur tubuh mas gatal gatal sayang" ucap atthar sambil mencari minyak dilemari kamarnya


Khanza memegang lengan suaminya, dan atthar menoleh kearah khanza


"Mas duduk saja, biar khanza yang carikan" khanza menutun suaminya untuk tenang ditempat tidur, atthar menurut patuh, tangannya masih saja menggaruk smua bagian tubuhnya yang gatal


Tak lama kemudian khanza mendapatan minyak yang ia cari, ia meminta suaminya untuk melepaskan baju yang ia kenakan, atthar pun melepaskannya dan betapa terkejutnya khanza melihat tubuh suaminya dipenuhi bercak merah dan sudah mulai bengkak


"Astagfirulah mas, ini kenapa kok bis begini? Tadi mas baik baik aja loh" ucap khanza


Atthar tidak ingin memberitahukan penyakitnya kepada istrinya, ia takut jika istrinya merasa bersalah karena telah menyebabkan ia menjadi seperti ini


"G tau sayang, tiba tiba saja" jawab atthar asal, ia semakin menggaruk tubuhnya, tubuhnya sudah mulai membengkak hampir sekujur tubuhnya


Khanza mulai panik, ia tidak tahu harus berbuat apa, ia hanya mengikuti arahan suaminya


"Mas, kita kerumah sakit ya mas, mas bengkak banget ini, khanza g mau mas kenapa napa" khanza panik dan ingin menangis, ia tidak tega melihat suaminya seperti itu


"Sayang..hei hei jangan menangis, mas tidak apa apa" atthar membujuk istrinya agar tidak menangis


Nafas atthar mulai sesak, ia bersandar di dipan tempat tidurnya


"Mas...mas..hiks hiks mas kenapa? Khanza panggil bantuan ya, kita harus kerumah sakit sekarang, sebentar sayang tunggu sebentar please" ucap khanza sambil menangis


Kanza berlari keluar rumah, mencari bantuan, ia pergi kekantor para ustadz untuk meminta bantuan mereka, beberapa ustadz pun membantu atthar membawanya kerumah sakit, keadaan pesantren sangat panik dan riuh saat itu, saat semua tahu jika ustadz atthar sedang sakit


Sebelum membawa suaminya, khanza sempat memberitahu umi dan abi jika mereka akan kerumah sakit membawa atthar, atthar sudah mulai tidak sadarkan diri, disepanjang jalan khanza terus menggenggam tangan suaminya, ia terus berdoa didalam hati untuk kesembuhan suaminya, ia berdoa sambil menangis


.


.


.


...Bersambung...


...Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya...

__ADS_1


...Terimakasih readers 🥰🙏...


__ADS_2